Connect with us

Metropolitan

Wanita Tua Penculik Bocah 3 Tahun di Bekasi Seorang Pengemis

Avatar

Published

on

Kasus penculikan terhadap balita berusia tiga tahun Anisa Suci Ardiwibowo di Bekasi, Jawa Barat, akhirinya terungkap. Korban berhasil diselamatkan aparat Polda Metro Jaya di sekitar Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019). Kepolisian pun memastikan kondisi Anisa Suci Ardiwibowo dalam kondisi sehat dan normal.

"Kondisi korban normal dan sehat. Sudah kami cek kesehatannya dari dokter Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4/2019). Meski begitu, kata Argo Yuwono, pihaknya akan terus memantau kondisi dan perkembangan sang anak, termasuk kondisi psikologisnya. Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mengamankan pelaku penculikan bernama Anggraeni (55), asal Yogyakarta.

Anggreani diketahui hidup menggelandang dan mengemis serta berpindah pindah dari satu masjid ke masjid lain. Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Anisa Suci Ardiwibowo, balita usia tiga tahun korban penculikan di Bintara Jaya III, Bekasi Barat, Kota Bekasi, ditemukan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019). Aprilina Lestari (18), ibu kandung Anisa menceritakan, anaknya bisa ditemukan berawal dari informasi warga yang melihat anaknya bersama ibu ibu di Stasiun Jatinegara.

Tidak hanya di Jatinegara, warga tersebut juga melihat ibu ibu dan Anisa diberi makan oleh orang lain di daerah Kebayoran Lama. "Dia waktu awal lihat di Stasiun Jatinegara hanya lihat sepintas saja. Kemudian saat di Kebayoran Lama dia itu lihat ibu ibu itu lagi diurus sama warga, terus minta anterin ke Stasiun Pasar Senen," kata Aprilina Senin (15/4/2019). "Di Stasiun Senen dia baru tahu, baru lihat Facebook tentang penculikan anak saya. Akhirnya kabari nelpon saya," sambungnya.

Mendapat kabar dari warga tersebut, April langsung menghubungi kepolisian Polda Metro Jaya dan segera berangkat ke Stasiun Pasar Senen. "Kan warga itu sudah hilang jejak ibu itu ya. Terus orang Polda langsung lacak cari, saya juga ikut cari. Akhirnya ketemu," jelasnya. Anisa ditemukan saat polisi hendak salat di Masjid Stasiun Pasar Senen.

"Langsung ketemu pelaku dan ada anak saya juga. Pelaku ditangkap, kabarnya ibu itu mau ke Bogor naik KRL," ucapnya. Aprilina bersyukur akhirnya anaknya bisa ditemukan. Kondisi anaknya juga sehat, tidak ditemukan adanya kekerasan fisik. "Alhamdulillah bisa ditemukan, senang bisa kumpul lagi. Kondisi sehat enggak ada yang luka. Hanya saja anak saya seperti ketakutan gitu," ungkapnya.

Dirinya juga sudah bertemu ibu ibu yang membawa anaknya. Dirinya hanya melihat dan tidak mengajak bicara. Untuk itu, ia menyerahkan semua proses kepada pihak kepolisian. "Sudah ketemu, saya tidak ngobrol ngobrol. Kan lagi diperiksa polisi, ngomongnya gitu, ngalor ngidul lah kayak orang ngelantur gitu," paparnya.

"Dia enggak ngaku, enggak nyesel lagi, dia bilang cucunya gitu. Pikun sih enggak, diajak ngomong nyambung. Hanya saja dia ngomongnya plintat plintut," sambungnya. Saat ini Aprilina masih berada di Polda Metro Jaya, karena semalam harus dilakukan pemeriksaan dan BAP. "Masih di Polda, nanti pulangnya habis rilis," ujarnya.

Sebelumnya, informasi penemuan Anisa dikabarkan oleh ibu kandungnya, Aprilina Lestari (18), melalui pesan WhatsApp kepada Wartakotalive.com, pada pukul 17.11 WIB. April juga mengirimkan foto Anisa bersama neneknya, Sri Wahyuni (34), sedang berada dalam mobil. Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, penculik balita usia tiga tahun di Bintara Jaya III, Bekasi Barat, Kota Bekasi, sempat membelikan makanan sebelum membawa kabur balita tersebut.

Warung tersebut hanya berjarak sekitar 20 meter dari Masjid Al Amin, lokasi penculikan balita tersebut. Joni (65), pemilik warung, membenarkan ada seorang perempuan paruh baya bersama balita tersebut datang ke warungnya untuk membeli jajanan. Perempuan itu datang bersama anak itu sekitar pukul 09.30 WIB.

Awalnya perempuan itu ingin membeli permen untuk balita tersebut, tetapi dirinya melarangnya, karena takut giginya rusak. "Iya memang datang ke warung saya, perempuan itu bilang, pak beli permen. Tapi saya bilang jangan permen, nanti rusak giginya. Ini biskuit saja," ujar Joni sambil menirukan gaya bicaranya saat diwawancara Wartakotalive.com, Jumat (12/4/2019). Joni menjelaskan, saat datang ke warung, anak itu dalam keadaan meronta dan menangis, tetapi ketika sudah diberikan biskuit, tangis anak itu berhenti.

Kemudian, perempuan itu mengambil uang dari dalam tasnya sambil berjongkok dan langsung membayarnya. Selepas itu, perempuan itu pergi membawa anak itu dengan cara digendong. "Pertama saya lihat kayak ada rasa ketakutan pada perempuan itu. Dia pakai baju biru gamis bermotif dan kerudung merah hati. Dia juga pakai tas selempang warna cokelat," ungkapnya.

Perempuan itu tidak banyak bicara saat berada di warung Joni, dan lebih sering menundukkan kepalanya. "Awal datang saya lihat jelas mukanya, tapi ke sananya dia nunduk terus. Enggak lama, sekitar lima menit aja ada di warung saya," jelasnya. Joni masih ingat jelas wajah pelaku penculikan tersebut. Perempuan itu berumur sekitar usia 50 tahun, tingginya sekitar 150 sentimeter. Badannya kurus dan warna kulitnya gelap.

Sedangkan anak itu pada saat datang ke warungnya menggunakan baju berwana pink dan celana hitam ketat sebetis. "Anaknya memang lucu cantik, rambutnya ikal pendek seleher. Saya kalau disuruh gambarin atau ditunjukin saya ingat bangat," paparnya. Setelah dari warungnya, lanjut Joni, perempuan itu kembali pergi ke arah masjid, sambil menggendong sang bocah.

"Hanya sebatas itu yang bisa saya sampaikan. Enggak lebih engga kurang. Saya juga enggak sadar kalau itu pelaku penculikan. Saya enggak kenal sama anak itu. Dikira saya ya itu neneknya," paparnya.

Metropolitan

Seorang Wanita Penumpang KRL Mengaku Alami Pelecehan Seksual saat Pulang Kerja Menuju Bekasi

Avatar

Published

on

Seorang penumpang perempuan berinisial AM (24) mengaku menjadi korban pelecehan seksual di dalam KRL Commuter Line, Jumat (25/10/2019) pekan lalu. Mengutip Kompas.com, AM mengakumengalami peristiwa itu saat pulang kerja menuju Bekasi. AM kepada Kompas.com membeberkan ciri ciri pelaku.

Ia mengaku masih ingat perawakannya, termasuk aksesoris yang dikenakan pelaku waktu itu. Sayang, ia tak sempat mengambil gambar wajah pelaku. "Enggak muda. Dia sudah bapak bapak," ujar AM kepada Kompas.com, Senin (28/10/2019) pagi.

"Sebenarnya agak kurang jelas saya lihat mukanya, karena saya kan di depan dia (pelaku). Saya cuma bisa lihat dari pantulan layar ponsel saja," ia menambahkan. Mulanya, AM tak begitu menaruh curiga bahwa pria ini akan melecehkannya secara seksual. AM menduga, pelaku akan mencuri ponselnya karena sejak awal kerap memperhatikan ponselnya.

Gusar, AM pun memasukkan ponsel ke dalam tas. Namun, ketika KRL tertahan di antara Stasiun Manggarai Jatinegara, ia baru menyadari bahwa ia dilecehkan dari belakang. Ia pun berbalik arah dan menghardik pelaku.

"Yang jelas dia itu pakai topi hitam, hampir tutupin matanya, (topinya) agak turun gitu. Dia pakai kemeja kuning lengan pendek sama tas kecil selempang depan," jelas AM. AM belum berpikir akan melaporkan kasus ini secara resmi pada PT Kereta Commuter Indonesia maupun kepolisian, lantaran minimnya barang bukti. "Aku sejauh ini cuma mention (via Twitter) sih, cuma belum ada tanggapan. Pas saya setelah turun kereta, saya masih syok dan saya pengin cari satpam tapi agak sulit karena ramai," katanya.

"Saya pengin cepat pulang saja, saya lapor via Twitter," pungkasnya.

Continue Reading

Metropolitan

Aksi Kocak Susi Pudjiastuti Saat Difoto Jadi Sorotan Mengundang Gelak Tawa Para Kabinet Kerja

Avatar

Published

on

Pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin akan digelar pada Minggu 20 Oktober 2019. Pada acara pelantikan esok, direncanakan juga pengumuman kabinet kerja jilid II. Hal itu menunjukkan jika masa jabatan para kabinet kerja pertama era Jokowi dan Jusuf Kalla akan segera berakhir.

Tak terasa, lima tahun sudah pemerintahan kabinet kerja dibawah pimpinan Jokowi Jusuf Kalla berjalan. Momen silaturahmi para kabinet kerja pun telah digelar di Istana Merdeka, pada Jumat 18 Oktober 2019 pukul 13.30. Acara silahturahmi itu pastinya dihadiri seluruh menteri, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala Lembaga Negara era Jokowi Jusuf Kalla.

Tak ketinggalan juga Jokowi Jusuf Kalla yang turut hadiri memeriahkan acara tersebut. “Lima tahun sudah kita bekerja dan betul betul lima tahun adalah sebuah waktu yang sangat cepat sekali. Pada kesempatan itu Jokowi tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kabinet kerja era 2014 2019.

Khususnya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang selama lima tahun ini setia membantu dan mendampingi Jokowi. “Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Wapres beserta ibu yang telah bersama sama dengan kami. Dengan kita semuanya kerja keras untuk negara ini, atas amanah yang diberikan kepada kami berdua di 2014 sampai 2019 ini.

Dan juga para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Badan, Panglima, Jaksa Agung yang telah bekerja sama dengan kita, mohon maaf kalau mungkin dalam lima tahun ini kita bertemu agak santai hari ini,” ucap Jokowi. Namun, dibalik acara yang cukup penting itu, terdapat momen yang sangat lucu. Sambil berkumpul bersama, para menteri pun diselingi canda tawa.

Momen itu pun terekam dan diunggah oleh akun Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Suasana pun semakin pecah ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan aksinya. Pada video yang diunggah Triawan Munaf Jumat 18 Oktober 2019, Susi Pudjiastuti mengeluarkan jurus kocaknya untuk bercanda tawa dengan para menteri.

Susi Pudjiastuti melakukan pose pose kocak ketika dirinya dipotret oleh fotografer istana, Agus Suparto. Susi Pudjiastuti tampil dengan mengenakan dress merah muda sembari berlenggak lenggok. Ia pun sesekali mengangkat satu kaki dan betolak pinggang, hingga membuat para menteri lainnya tertawa.

"Eaa..lagi, lagi. Eaa" sorak mereka (para menteri) yang terhibur melihat tingkah Susi. "Ibu @susipudjiastuti115 selalu menghangatkan suasana di Kabinet Kerja. Bekerja serius bukan berarti tidak bisa ‘fun’. Penyemangat dan penerobos!,"tulisTriawan Munaf pada captionnya. Lebih kocaknya, Susi Pudjiastuti berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa.

Susi Pudjiastuti tampak protes kepada rekannya yang meledeknya karena mengenakan rok mini dan bukan batik. "Ora nganggo batik malah nganggo ngejreng (Bukannya pakai batik, malah pakai baju yang warnanya mencolok)," seru suara seorang salah satu menteri perempuan. Susi Pudjiastuti pun menunjukkan jika ia mengenakan selendang batik.

"Iki (ini) batik iki lo batik," sahut Susi sembari memegang selendang dibahunya. Lantas, Susi Pudjiastuti mengeluh jika baju batiknya kini tak muat karena berat badannya naik. "Batikku sesek kabeh (kekecilan semua) Mbak," ucap perempuan 54 tahun itu.

Melihat tingkah kocak Susi Pudjiastuti, para warganet pun ikut terpingkal melalui kolom komentar. Ghee_15 : Wkwkwkwk… Sumpah ngakaaak..kon nganggo batik malah nganggo ngreeeng hahaha bu susi. (suruh pakai batik malah pakai ngejreng) Itsme_robinmnugraha : Menteri yg paling funky dan selalu di tunggu kehadiran nya… Paling gak buat aku…

Ririehartomo : Lucu sekali bu Susi Prieboy1719 : Emang paling antique ibu menteri satu ini .. nyeleneh blazzz wezzz. Selain itu juga terdapat foto Susi Pudjiastuti bersama menteri perempuan lainnya.

Lagi lagi gaya Susi Pudjiastuti terlihat berbeda. Pada foto itu, Susi tampak mengakat satu kakinya.

Continue Reading

Metropolitan

Nono Sampono Harapkan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Ri Berjalan Lancar

Avatar

Published

on

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono mengharapkan pelantikan Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI berlangsung lancar tanpa ada hambatan, mengingat acara pelantikan tersebut bakal mendapat sorotan dunia internasional. “Pelantikan Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih akan dihadiri sekitar 20 kepala negara atau perwakilan negara sahabat. Media internasional juga pasti akan memberitakannya. Karenanya pelantikan nanti diharapkan berlangsung lancar,” ungkap Nono Sampono, Jumat (18/10/2019). Seperti diberitakan, sebanyak 20 kepala negara atau perwakilan dari negara negara sahabat akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 2024 di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Minggu (20/10) siang.

Presiden Ke 5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan calon presiden Prabowo Subianto dan mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno juga akan hadir. “Dengan kehadiran para tokoh dunia serta tokoh bangsa menunjukan posisi Indonesia sangat strategis di mata dunia Internasional dan bangsa ini semakin solid. Momentum ini menjadi penambah vitamin dan energi bagi Jokowi dalam menjalankan periode kepemimpinannya yang kedua,” jelasnya. Disingung soal menteri, Nono Sampono menegaskan, itu hak prerogatif Jokowi.

“Presiden Jokowi pasti sudah mempertimbangankan secara matang calon menterinya, misalnya soal integritas, kompetensi, serta proporsionalitas (politisi dan profesional). Presiden Jokowi juga perlu mempertimbangkan sosok menteri untuk mewakili daerah, khususnya dari kawasan timur yang memang butuh sentuhan lebih,” jelasnya. Senator asal Maluku ini meminta doa dan menghimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi mensukseskan acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sehingga dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.

Continue Reading

Trending