Connect with us

Pendidikan

Viral Fresh Graduate UI Tolak Gaji 8 Juta, Berapa Gaji Pertama yang Lazim bagi Lulusan S1 Indonesia?

Avatar

Published

on

Sempat viral fresh graduate UI tolak gaji Rp 8 juta, lantas berapa jumlah gaji yang lazimnya diterima lulusan baru jenjang S1 di Indonesia? Beberapa waktu lalu, sempat viral sebuah Instagram Story dari seorang mahasiswa yang mengaku lulusna baru dari Universtas Indonesia / UI menolak tawaran gaji Rp 8 juta. Instagram story tersebut lantas menimbulkan pro kontra di dunia pekerjaan, termasuk membuat UI menjadi kampus yang disorot.

Belum lama ini perbincangan ramai soal seorang mahasiswa baru lulus atau fresh graduate menolak gaji Rp 8 juta yang ditawarkan perusahaan lokal. Unggahan alumnus Universitas Indonesia (UI) lewat Insta Story Instagram itu pun viral dan mendapat beragam komentar netizen. Perusahaan analisa dan monitoring media, Isentia mencatat setidaknya total ada 8.871 perbincangan media sosial terkait viral unggahan ini.

Dari jumlah tersebut mayoritas netizen meresponsnya dengan menyebut jumlah gaji pertama mereka saat bekerja. "Unggahan ini tentunya memancing beragam reaksi dari para netizen. Kebanyakan dari netizen, yakni sebesar 76,2 persen dari seluruh perbincangan, menanggapi dengan berlomba menyebutkan angka gaji pertama mereka," kata Insights Manager Isentia, Rendy Ezra dalam keterangannya diterima Kompas.com, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Rendy menjelaskan, dari tanggapan atau respons tersebut sangat bervariasi dukungan pada isi postingan itu. Ada yang mendukung dan sebaliknya, karena dianggap terlalu jemawa. Pasalnya baru lulus dan dinilai minim pengalaman.

"Sebagian dari netizen, terhitung 11,6 persen, setuju bahwa lulusan universitas bergengsi tersebut bisa mendapatkan gaji yang lebih dari Rp 8 juta. Sementara sisanya, 12,2 persen mengutarakan ketidaksukaan karena dianggap terlalu sombong dan angkuh," tuturnya. Dia menambahkan, perbincangan yang ditangkap pihaknya didominasi terkait topik gaji pertama.

Isentia menganalisa data social listening dan menemukan bahwa sebagian besar netizen atau 52,1 persen ternyata mendapatkan gaji pertama mereka di rentang Rp 1 3 juta. Kemudian sebesar 44.5 persen mendapat di bawah Rp 1 juta, sekitar 2,7 persen mendapat Rp 3 5 juta, dan sementara hanya 0,7 persen dari netizen yang mendapatkan gaji pertama lebih dari Rp 5 juta. “Dari hasil data ini kita bisa menyimpulkan bahwa ternyata gaji Rp 8 juta untuk ukuran fresh graduate itu tergolong wow sekali," ungkap Rendy.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan viral unggahan seorang lulusan baru alias fresh graduate yang mengaku dari Universitas Indonesia (UI). Unggahannya menjadi viral lantaranlulusan UIitu menolak gaji Rp 8 juta. Besaran gaji itu ditawarkan oleh sebuah perusahaan lokal.

Menurut dia, gaji tersebut tidak sepadan dengan nama besar almamaternya. Bahkan, kata dia, lulusan UI sudah setingkat perusahaan luar negeri. Unggahan ini memperoleh banyak tanggapan dari warganet, alumnus UI, pengamat, hingga pihak kampus sendiri.

Viral fresh graduate lulusan Universitas Indonesia (UI) menolak tawaran gaji Rp 8 juta, ini fakta fakta gaji yang diterima lulusna UI sebenarnya. Faktanya, banyak lulusan dari UI yang hanya mendapatkan gaji di bawah Rp 8 juta. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Tracer Study Universitas Indonesia.

Belakangan ini viral diperbincangkan unggahan dari seseorang yang mengaku lulusan baru (fresh graduate) Universitas Indonesia (UI) yang isinya kecewa dapat tawaran gaji Rp8 juta dari sebuah perusahaan. Isi unggahan itu yakni, " Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri. Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok". Unggahan itu langsung viral di media sosial twitter bahkan tagar ‘Lulusan UI’ juga bertengger di trending Twitter belakangan ini.

Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan hal tersebut merupakan bentuk ekspresi anak muda melalui media sosial. Meski demikian, ia tak mau menanggapi lebih banyak lantaran belum mengatahui identitas pengunggahnya. Ia menyayangkan, adanya sikap seperti itu apabila memang benar pemilik akun itu adalah alumni UI.

Kepala Career Development Centre Universitas Indonesia (CDC UI) Sandra Fikawati juga angkat bicara. CDC UI memiliki fungsi membekali mahasiswa mahasiswa UI untuk siap memasuki dunia kerja. Dari CDC UI itu juga banyak informasi lowongan kerja dari para alumni alumni UI yang sudah bekerja di berbagai perusahaan untuk disebar ke para mahasiswa tingkat akhir.

Sandra mengatakan, pihaknya selalu memberikan pelatihan kepada mahasiswa sebelum mereka lulus, sebagai bekal untuk mereka mencari pekerjaan. Salah satunya mengajarkan mahasiswa untuk mengenal kemampuannya masing masing. Ia juga mengajarkan apabila gaji bukanlah yang utama dalam memilih kerjaan.

Selain itu, ia menuturkan karakter rendah hati saat bekerja juga diajarkan agar mahasiswanya dapat berkarakter kuat. Mahasiswa juga diajar teknis menghadapi wawancara kerja. S Alah satunya adalah dengan mengenali bidang kerja perusahaan dan kemampuan perusahaan menggaji karyawan.

"Jadi jangan tiba tiba kita dipanggil wawancara, terus kita nggak tahu kemampuan perusahaan mengeluarkan gaji berapa, eh malah nawarnya asal besar. Kan begini keliru juga," kata Sandra. Dengan adanya pelatihan mahasiswa itu, ia berharap mahasiswa cepat dipanggil perusahaan untuk bekerja. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim Tracer Study Universitas Indonesia, 83 persen perusahaan puas dengan kinerja lulusan UI.

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki lulusan Universitas Indonesia. Salah satunya, lulusan UI rata rata cepat mengerti maksud perusahaan. Kemudian, menurut survei Tracer Study pada 2018 terhadap 2.735 lulusan S1 UI diketahui bahwa mereka dapat beradaptasi dengan baik.

Para lulusan UI juga menguasai pengetahuan dalam bidang kerja yang diambil. Dengan bekal nama UI dan survei alumni UI, didapatkan data rata ratagaji alumni UIper bulannya. Gaji Rp 8 juta yang dipermasalahkan ini, nyatanya tak sesuai dengan data survei rata rata gaji alumninya pada tahun 2018 lalu.

Berdasarkan Tracer Study, ada 54 persen lulusan UI mendapat pemasukan Rp 3 6 juta per bulan. Bahkan ada yang mendapat gaji di bawah Rp3 juta, jumlahnya 7,7 persen. Sementara ada 11 persen yang mendapatkan gaji Rp9 12 juta per bulannnya.

Data lain, sebanyak 60 persen lulusan UI yang terdata bekerja di sektor swasta, 35 persen bekerja untuk pemerintah dan BUMN, sementara sisanya, 5 persen yang memilih berwirausaha. Sumber : Sosok alumni Universitas Indonesia yang viral belum terungkap sosoknya, Fahri Hamzah ikut berikan komentar soal hal ini dan anggap wajar.

Wakil Ketua DPRFahri Hamzahikut berkomentar soal viralnya post dari akun Instagram yang mengaku lulusan baru atau fresh graduate dari Universitas Indonesia (UI) yang menolak bekerja dengan gaji Rp 8 juta per bulan. Fahri yang juga alumnus UI ini menilai wajar jika lulusan UI berharap mendapat gaji tinggi. "Dari dulu anak UI memang merasa punya standar gaji yang lebih tinggi daripada fresh graduate dari kampus kampus lain," kata Fahri yang lulus dari UI pada 1997 ini.

Fahri yang lulus dari Fakultas Ekonomi ini menyebut bahwa banyak rekan rekannya mengincar perusahaan yang berkantor di kawasan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Sebab, di tempat itulah biasanya perusahaan bersedia menggaji karyawannya dengan angka fantastis. "Itu (kawasan Sudirman dan Thamrin) adalah tempat bagi yang kita sebut sebagai the best paid fresh graduate .

Atau tempat bagi lulusan baru yang dibayar dengan bayaran terbaik," kata Fahri. Fahri pun menilai wajar jika lulusan UI saat ini memiliki standar tertentu yang bahkan lebih tinggi dari para pendahulunya. Hal yang terpenting, kata Fahri, lulusan UI memiliki kemampuan dan skill yang membuat mereka layak menuntut gaji tinggi.

"Menurut saya itu biasa saja karena itu sama dengan biaya atau harga pada pasar kerja. Setiap pasar tenaga kerja ada rate nya, ada price nya, ada harganya, dan itu normal saja untuk diperdebatkan," kata dia. Namun, saat lulus dari UI pada 1997, Fahri rupanya tidak melamar kerja ke perusahaan.

Saat itu, Fahri memilih mendirikan perusahaan konsultan. "Saya memang enggak suka melamar, makanya saya kerja sendiri, bikin perusahaan konsultan," kata dia. Sayangnya, Fahri enggan mengungkapkan penghasilan yang ia dapat per bulannya saat baru lulus.

Cerita fresh graduate UI menolak gaji Rp 8 juta ini viral setelah unggahan netizen yang tak diketahui namanya itu di post akun @WidasSatyo di Twitter. Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawaringajikisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri. Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok ,"demikianpostInsta Story yang viral itu. Sontak, warganet ramai menanggapi unggahan tersebut. Sebagian besar menganggap penulis Insta Story itu tak bersyukur karena saat ini sulit mencari pekerjaan.

Hingga kini, identitas pengunggah post tersebut belum terungkap, termasuk apakah dia alumnus UI atau bukan. Menanggapi isu ini, Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan hal tersebut merupakan bentuk ekspresi anak muda melalui media sosial. Ia juga enggan menanggapi lebih banyak lantaran identitas pemilik akun yang menulis post itu belum terungkap.

"Kalau ditanya tanggapannya, kami juga tidak bisa banyak berpendapat. Pertama identitas tidak ketahuan, bisa jadi bukan alumnus kami?" kata Rifelly dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019). (Kompas.com / Ihsanuddin) Sumber :

Pendidikan

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Avatar

Published

on

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Dunia anak adalah dunia bermain. Sudah selayaknya kegiatan yang dilakukan membuat anak nyaman tanpa stress. Memilih Les Anak merupakan cara yang nyaman untuk anak belajar bersama teman seusianya. Tanpa disadari anak akan melatih banyak hal dalam kegiatan menggambarnya. Aktivitas yang satu ini merupakan aktivitas yang penuh stimulus untuk tumbuh kembang anak. Menggambar merupakan kegiatan yang disukai anak usia 7 tahun ke bawah. Bukankah anak Anda gemar mencoret-coret dinding di awal usianya?

Usia 0-5 tahun adalah usia emas perkembangan otak anak. Memberikan rangsangan lingkungan yang mampu melatih kecerdasannya sangat dianjurkan. Tentu saja dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Karena dunia anak penuh keceriaan maka menggambar bisa menjadi salah satu penyalurannya.

Kegiatan menggambar memberikan beberapa manfaat, diantaranya :

Proses Kreatif dan Imajinatif

Dengan menggambar anak menuangkan ide yang dimiliki, dalam bentuk gambar. Ide yang didapat dari proses imajinasi, mengenai sesuatu hal. Anda akan terkejut betapa mengagumkan kemampuan berimajinasi anak. Lalu dituangkan dalam sebuah bentuk diatas kertas. Proses ini bisa melatih kecerdasannya.

Kecerdasan Kognitif

Kognitif diartikan juga kemampuan verbal. Menggambar merupakan kegiatan yang melatih anak, menginterpretasikan hal yang ada dalam pikirannya menjadi sebuah gambar. Ini melatih kecerdasan kognitif, yaitu kemampuan berpikir, nalar dan memahami sesuatu.

Kelak anak akan mampu berpikir logis, dan dapat memecahkan masalah.

Anak juga akan mampu berpikir menggunakan simbol-simbol. Misalnya menggambar kotak yang kemudian berkembang menjadi mobil. Dapat dibantu dengan memasukan ke Les gambar, agar kemampuannya meningkat

Kecerdasan Emosional

Anak akan dilatih bersabar, mengendalikan emosi dalam menggambar bentuk halus dan kecil. Anak juga dapat mengekspresikan emosi yang dirasakannya dalam berbagai bentuk gambar. Membuat tokoh dengan bentuk yang tidak biasa, sebagai penyalur emosi anak.

Aktivitas ini juga membiasakan anak fokus dan berkonsentrasi. Itulah sebabnya menggambar menjadi salah satu kegiatan les anak yang dipilih orang tua.

Melatih Motorik

Aktivitas menggambar melatih motorik halus anak. Sama seperti menulis anak dilatih menggunakan jari-jari mereka untuk membetuk sebuah gambar. Jika pada menulis bentuk yang harus dibuat sudah ditentukan, pada menggambar bentuk bisa disesuaikan dengan keinginan anak.

Selain itu saat menggambar secara tidak langsung fungsi mata dan tangan bersinergi, ini dapat melatih kekompakan mata dan tangan anak. Kelak akan bermanfaat pada berbagai aktivitas.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Saat anak berhasil menyelesaikan sebuah gambar, apa pun bentuknya. Pujian dan penghargaan dari orang tua dan sekelilingnya, membuat rasa percaya diri anak tumbuh. Bahwa ia mampu menghasilkan sesuatu. Jangan pernah meremehkan apapun yang dihasilkan anak, karena itu akan berdampak hingga ia dewasa kelak.

Mengasah Bakat Anak

Semua anak bisa dan senang menggambar. Tetapi tidak semua anak dapat menghasilkan gambar yang bagus. Untuk itu perlu dilatih agar kemampuannya meningkatkan, bisa dengan memasukkan ke kelas les gambar. Jangan remehkan jika mulai mencoret-coret dimana-mana. Dari pada harus memarahi anak, lebih baik mengarahkan kebiasaan mencoretnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Untuk mendukung keterampilan anak, Orang tua dapat memfasilitasi dengan menyediakan ruang khusus, lengkap dengan berbagai alat gambar.

Orang tua juga dapat meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas ini bersama anak. Ini akan makin mempererat hubungan emosional anak dan orang tua. Orang tua dapat memberikan tantangan anak menggambar sesuatu, untuk meningkatkan kreativitasnya. Jadi keberadaan anak di tempat les anak akan merasa sangat senang. Jika berhasil berilah pujian dan jika perlu bingkai karyanya, sebagai bentuk penghargaan. Kita tidak pernah tahu coretan-coretan ditembok ini, kelak ditangannya akan menghasilkan sebuah karya besar.

Continue Reading

Pendidikan

Hadirkan Platform Rencanamu Buat Mendukung Program Siap Kerja Dan Industri Link Dan Match

Avatar

Published

on

Rencanamu (sebelumnya bernama Youthmanual) resmi meluncurkan platform persiapan karier, pengembangan talenta dan rekrutmen yang dipersonalisasi berbasis data. Ini dilakukan untuk membantu siswa meningkatkan kebekerjaan (Employability) dan menghubungkan mereka dengan beragam peluang ekonomi seperti magang, pekerjaan dan beasiswa. Rizky Muhammad, Founder & CEO Rencanamu Rabu (30/10), mengungkapkan, berdasarkan riset yang dilakukan Rencanamu selama 3 (tiga) tahun terakhir yang mendalami profil data lebih dari 1.6 juta siswa dan mahasiswa pengguna serta riset terhadap industri.

Ditemukan fakta fakta mengenai kondisi talenta dan ketimpangan antara supply & demand, dengan fakta fakta diantaranya: • 92% siswa SMA/SMK sederajat bingung dan tidak tau akan menjadi apa kedepannya. • 80% siswa SMK mengambil jurusan dan bidang yang tidak sesuai dengan keinginannya. • 45% mahasiswa merasa salah mengambil jurusan. • Siswa kurang mendapat bimbingan secara menyeluruh terkait perencanaan kuliah dan karier. • Ketidak sesuaian antara supply dan demand; yaitu bidang bidang yang diambil oleh siswa dan apa yang dibutuhkan industri saat ini. • Lulusan baru dirasa tidak mempunyai skill dan kompetensi sesuai seperti yang dibutuhkan saat ini. • Krisis talenta dan skill gap menjadi masalah utama, mengancam perekonomian dan perkembangan bangsa Indonesia kedepannya. • Meningkatnya pengangguran terselubung (underemployment) dan tingginya pengangguran (unemployment) di kalangan anak muda. Melihat permasalahan tersebut, dibutuhkan program intervensi dini bagi siswa yang menyeluruh dan berkesinambungan.

"Disinilah peran Rencanamu yaitu memberikan program persiapan karier dan pengembangan talenta yang terstruktur, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan. Platform Rencanamu dapat diakses secara digital oleh seluruh siswa dan mahasiswa, kapanpun dan dimanapun,” kata Rizky. Dengan Rencanamu, siswa dapat mengikuti rangkaian persiapan karier yang terdiri dari Self Discovery, Eksplorasi, Perencanaan Karier dan Siap Kerja. Kerangka perencanaan karier dan pengembangan talenta Rencanamu dikembangkan berdasarkan riset yang telah dilakukan dalam 3 tahun terakhir dan telah divalidasi oleh industri sehingga terbukti meningkatkan kesiapan kerja (Employability) siswa.

"Di sisi lainnya, analytics Rencanamu memberikan gambaran secara real time mengenai kondisi talenta dan permintaan industri yang berguna bagi pemerintah baik itu tingkat provinsi atau pun pusat dalam memahami lanskap ketenagakerjaan,” sambungnya. “Kami bermimpi nantinya siswa sudah tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mencari pekerjaan karena semua siswa sudah mengikuti proses pengembangan dan kesiapan kerja yang telah diarahkan oleh Rencanamu. Sehingga siswa dapat terhubung ke beragam kesempatan ekonomi seperti magang, pekerjaan, beasiswa dan program kuliah,” kata Rizky. Di saat yang sama, Rencanamu saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Rajawali Foundation dalam upaya menyukseskan Proyek Penguatan Koordinasi untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia (SINERGI) fase 2 di Jawa Tengah Juli 2019 September 2020.

Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Agung Binantoro, Rabu (30/10), mengungkapkan, tujuan SINERGI adalah membantu pemuda kurang mampu dan rentan, termasuk perempuan dan pemuda penyandang disabilitas agar siap memasuki dunia kerja dan memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru atau lebih baik, khususnya di Jateng. Melalui platform Rencanamu, dapat dilaksanakan proses registrasi, serta asesmen perilaku dan kepribadian terkait pekerjaan tertentu dari 16.000 pemuda kurang mampu dan rentan yang menjadi target Proyek SINERGI. “Oleh karena itu, kami menggandeng Rencanamu ke dalam proyek SINERGI, khususnya dalam menyediakan platform daring,” ujar Agung.

Selanjutnya, dari 4.000 pemuda kurang mampu dan rentan yang dinilai, akan diseleksi kembali dan yang lolos nantinya dapat mengikuti program kesiapan kerja, pelatihan, dan pemagangan dengan perusahaan yang sesuai dengan hasil penilaian. “Kami mengharapkan 2.000 pemuda akan lulus dari proyek ini dan memperoleh pekerjaan baru atau lebih baik,” imbuh Agung. SINERGI fase 2 merupakan proyek kerja sama antara Rajawali Foundation, Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), dan Pemerintah Provinsi Jateng, yang didanai USAID Mitra Kunci Initiative.

Selain pemberian akses ketenagakerjaan bagi 16.000 pemuda kurang mampu dan rentan (termasuk perempuan dan penyandang disabilitas), melalui proyek ini juga dibentuk Kelompok Aksi (POKSI) Ketenagakerjaan Inklusif di Jateng yang melibatkan pilar 4P, yaitu pemuda, perusahaan, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan kerja. “Rencanamu akan dilibatkan dalam SINERGI melalui mekanisme koordinasi POKSI tersebut. POKSI akan membentuk konsorsia strategis 4P untuk berkoordinasi dan melaksanakan proses inti, yang meliputi perekrutan pemuda, asesmen, pelatihan kesiapan kerja, pemagangan, dan penempatan kerja,” kata Agung. “Rencanamu berkomitmen untuk bekerja bersama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam membantu mengatasi permasalahan krusial negara kita yaitu pengembangan SDM anak muda berkualitas yang siap kerja berbasis industry link & match,” tambah Rizky.

Indonesia adalah salah satu negara dengan profil demografis termuda di dunia dengan lebih dari 138 juta (53.5%) penduduk di Indonesia yang berusia dibawah 30 tahun (BPS, 2016). Dalam 5 8 tahun kedepan, angkatan kerja baru Indonesia akan didominasi oleh Generasi Z. Oleh sebab itu, dibutuhkan generasi muda yang produktif dan berperan untuk mendorong transformasi bangsa Indonesia menuju ke generasi emas di tahun 2045.

Continue Reading

Pendidikan

Kemendikbud Tutup Sekolah hingga Para Siswa Dimutasi Guru SMK Ichthus Manado Tewas Ditikam Murid

Avatar

Published

on

Seorang guru, Alexander Werupangkey (54) tewas ditikam muridnya sendiri seusai tegur sang murid yang merokok di lingkungan SMK Ichthus di Manado, Senin (21/10/2019). Kini izin operasional SMK Ichthus dicabut sehingga para murid kemungkinan akan dimutasi. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA di Kompleks SMK Ichthus, Mapanget Barat Lingkungan I, Kecamatan Mapanget.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Auri dan dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang. Namun, dokter mengabarkan korban meninggal dunia pada malam harinya. Terdapat dua tersangka dalam kasus ini, mereka berinisial FL (16) dan OU (17).

Akibat tindakan kejinya, FL dijerat Pasal 340 KUHP, sedangkan OU dijerat Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP. Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara, dr Grace Punuh, mencabut izin operasional SMK Ichthus berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menuru data pokok pendidikan (Dapodik), jumlah siswa SMK Ichthus ada 60 orang.

Tetapi, kenyataannya hanya ada 40 orang siswa di sekolah tersebut. SMK Ichthus baru mendapatkan izin operasional pada tahun 2017. Kini Investigasi telah dilakukan oleh tim Dinas Pendidikan daerah Sulut.

Diketahui, umumnya para siswa SMK Ichthus adalah siswa pindahan karena bermasalah dari sekolah sebelumnya. "Sebagian besar siswa di sana karena di drop out (DO) dari sekolah asal SMK Negeri 5 Manado," ungkapKepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, Grace L Punuh. Grace juga mengatakan proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak lancar, karena sering menunggu guru dari luar.

Pembayaran gaji guru juga tidak menentu, membuat seringnya bergonta ganti guru yang mengajar. Pencabutan izin itu berlaku mulai Senin (28/10/2019) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Tidak hanya itu, akun Dapodik sekolah tersebut akan diblokir sementara.

Grace menjelaskan para siswa kelas XII akan dipindahkan ke sekolah terdekat. Namun, syaratnya harus ada rekomendasi dari orangtua. Orangtua harus mengantar anaknya, serta siap menandatangani tata tertib sekolah.

Di sisi lain, sekolah tujuan hanya sekolah yang mau menerima para murid yang dimutasi itu. Sehingga akan dilakukan tes masuk untuk melihat kemampuan siswa di kelas XII. Hal ini juga berlaku untuk siswa kelas X dan XI.

Mereka juga harus mengikuti tes kompetensi untuk mengetahui kelayakan siswa. Keputusan ini telah disampaikan kepada Gubernur, Olly Dondokambey beserta Wakil Gubernur, Steven Kandouw. Tujuannya agar sekolah yang baru tidak terkena dampak negatif para siswa pindahan dari sekolah yang lama (SMK Ichthus).

Selain dipindahkan, Dinas Pendidikan juga menjamin para siswa dari SMK tersebut juga dapat mengikuti paket C.

Continue Reading

Trending