Connect with us

Pendidikan

Untuk Ikuti UNBK di Bantul, Risti Anggraini Harus Pegangan Tali Lintasi Sungai Hingga Panjat Tangga

Avatar

Published

on

Demi mengikuti UjianNasional Berbasis Komputer (UNBK), segala rintangan harus dilalui Risti Anggraini (16), di antaranya melintasi jembatan darurat di atas Sungai Celeng. Risti Anggraini yang merupakan siswa kelas 12, Madrasah Aliyah (MA) Ummatan Washatan, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta itutertatih melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu melintang di atas Sungai Celeng. Untuk mencegah terjatuh, dirinya berpegang pada seutas tali berwarna biru.

Demikian pengamatan Kompas.com saat menemani Risti menuju sekolahnya, Kamis (4/4/2019) pagi. Risti sengaja menggunakan sandal jepit warna merah, sepatunya sengaja dimasukkan dalam tas untuk mencegah basah karena menyebrang menggunakan jembatan darurat. Sebab, jembatan penyebrangan putus diterjang banjir Minggu (17/3/2019) lalu.

Perjuangan dirinya bersama 25 murid kelas 12 lainnya yang hari ini melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak sampai di situ. Mereka masih harus memanjat tangga dari kayu untuk sampai ke halaman sekolah. Kondisi ini, cukup menyulitkan bagi siswi yang menggunakan rok panjang.

Beruntung, kondisi Sungai Celeng hari ini airnya tidak begitu dalam. Hanya sekitar 30 sentimeter. "Sudah tidak takut lagi, karena sudah terbiasa," ucap Risti kepada Kompas.com di halaman sekolah, Kamis.

Sekolah sebenarnya sudah membangun jembatan dua kali. Pertama jembatan hanyut, setelah ada hujan deras lagi. Sekolah kemudian membuat menggunakan gethek atau perahu yang terbuat dari bambu dan jerigen.

Namun karena air sudah tidak begitu dalam, gethek tidak bisa digunakan. Lalu, sekolah kembali membangun jembatan darurat dari bambu. Posisi MA Ummatan Washatan memang berdekatan dengan Sungai Celeng.

Jaraknya kurang dari 50 meter. "Pertama itu setelah ada banjir (Yang merusak jembatan permanen), dibangun jembatan darurat. Tetapi hanyut lagi. Kemarin ada getek untuk menyebrang," ucapnya. Siswi lainnya, Suwanti menambahkan, dirinya berharap ada solusi terkait pembangunan jembatan.

Sebab, jika banjir akan menyulitkan siswa ke sekolah. Memang ada jalan yang memutar sejauh 1 km yang nantinya bisa sampai ke sekolah melalui sisi belakang, namun kondisi jalan sempit dan licin saat hujan. "Semoga segera ada solusi,"ucap siswi jurusan IPS itu.

Kepala MA Ummatan Washatan Subardi mengatakan, sekolah setingkat SMA itu menjadi tempat belajar untuk 65 siswa. Saat ini terganggu aksesnya akibat jembatan permanen rusak. Untuk solusi jangka pendek, sekolah saat ini sedang ada pembangunan jembatan darurat yang terbuat dari bambu dengan posisi yang lebih tinggi dari sungai.

Untuk jangka panjang pihaknya berharap bantuan dari pemerintah ataupun pihak swasta agar membangun jembatan permanen. "Untuk membangun jembatan permanen sulit bagi kami. Jelas memerlukan biaya yang tinggi, sementara kami tidak punya biaya,"ujarnya. Menurut dia, pasca jembatan roboh tidak menyurutkan para siswa untuk sekolah.

Bahkan, para siswa kelas 10 dan 11 masuk untuk membantu kelas 12 menyebrang menggunakan gethek pada hari Senin dan Selasa lalu. Dampak dari meluapnya sungai celeng masih dirasakan oleh sekolah. Dari pantauan Kompas.com, sejumlah buku yang terendam banjir masih diletakkan di ruang parkir.

Selain itu, besi sisa jembatan diletakkan di halaman sekolah. Peralatan sekolah mulai dari komputer, laptop, hingga dokumen administrasi sekolah juga berada di halaman sekolah. "Kalau tidak ujian, anak anak tetap masuk semua. Banyak relawan yang membantu kami untuk bersih bersih, dan ada yang bantu untuk bikin jembatan darurat lagi," ucapnya.

Sebanyak 26 siswa yang mengikuti UNBK. Pelaksanaan UNBK dibagi menjadi dua sesi. Setiap sesinya diikuti 13 siswa.

Sesi pertama dilalukan pukul 07.30 09.30 WIB, sesi kedua jam 10.00 12.00 WIB. "Kami punya 18 komputer. 13 (komputer) dioperasikan, yang lima buat cadangan. Untuk server ada dua satu dipakai, satu untuk cadangan," ujar Subardi. Persiapan jika listrik param sekolah menyewa genset.

Genset tersebut ditempatkan diseberang sungai. "Kami sebetulnya sempat punya genset. Tapi setelah terendam banjir itu mesinnya kena lumpur, jadinya rusak. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala," ujarnya. Menurut Subardi, pembangunan sekolah dilakukan di atas tanah wakaf.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah itu numpang di SD Imogiri. Setelah ada wakaf dari masyarakat pindah. Gedung dibangun 2004.

Untuk mengantisipasi banjir ke depan, pihak sekolah akan memindahkan sejumlah ruangan penting di bangunan lantai dua, seperti kantor guru, administrasi, laboratorium, serta perpustakaan. "Karakter Sungai Celeng jika hujan deras meluap, sudah dua kali kami dilanda banjir. Pertama akhir tahun 2017 lalu, pas badai cempaka, kedua kemarin itu," katanya.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Pendidikan

Kunci Jawaban SD Kelas 4-6 Lengkap Belajar dari Rumah TVRI Kamis 4 Juni 2020 Contoh Naskah Drama

Avatar

Published

on

<div > Program Belajar dari Rumah di TVRI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) kembali hadir mendampingi belajar seluruh siswa siswi di Indonesia pada Kamis 4Juni 2020.

Continue Reading

Pendidikan

Soal SD Kelas 4-6 5 Mei di TVRI Jawaban Jelaskan 3 Contoh Aktivitas Menggunakan Sifat Gaya di Rumah

Avatar

Published

on

Program Belajar dari Rumah edisi Selasa 5 Mei 2020 akan menghadirkan materi X Sains: Gaya dan Sifat Sifatnya untuk siswa SD kelas 4 6. Tayangan Belajar dari Rumah ini dapat disaksikan melalui siaran TVRI mulai pukul 08.00 WIB. Khusus materi X Sains: Gaya dan Sifat Sifatnya SD kelas 4 6 ini dimulai pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari laman , melalui pembahasan tersebut, siswa dapat mengembangkan kompetensi sebagai berikut : 1. Memahami paparan lisan tentang topik yang dikenali. 2. Mengidentifikasi ide pokok dan beberapa ide rinci dalam paparan tersebut, menjelaskan kembali dan menanggapi menggunakan pengetahuannya.

3. Menulis esai pendek untuk menggambarkan pengamatan dan pengalaman dengan lebih terstruktur. Dalamm program Belajar dari Rumah ini, siswa juga akan diberikan sejumlah pertanyaan seputar materi yang dibahas. 1. Jelaskan 3 contoh aktivitas kalian yang menggunakan sifat gaya ketika membantu ibu di rumah!

Sebelum menjawab, ada baiknya melihat tayangan video berikut: Gaya adalah tarikan atau dorongan yang menyebabkan suatu benda bergerak. 1. Berikut adalah contoh aktivitas yang menggunakan sifat gaya :

A. Gaya Otot : Memotong sayuran, mengangkat galon, mengangkat belanjaan, mengangkat cucian B. Gaya Gesek : Mengasah pisau dapur, mengelap meja makan Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:

1. Dampingi anak ketika sedang menyimak tayangan, kemudian minta anak untuk mengkomunikasikan ide, gagasan, maupun perasaan sendiri, baik lisan maupun tertulis, dari tayangan tersebut. Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan, membaca apa yang disampaikan anak, dan memberi umpan balik berupa tanya jawab, diskusi dan pujian. 2. Lakukan diskusi dengan anak terkait hasil tulisannya. Perhatikan tema, topik, gagasan, atau ide yang dirasa belum pas dan beri waktu kepada anak untuk mengemukaan pendapatnya dan memperbaiki tulisannya.Jika orang tua mengalami kesulitan, bisa diskusi bersama keluarga dan guru. 3. Mintalah anak untuk membacakan hasil tulisannya. Perhatikan cara duduk, jarak dari buku ke mata, posisi sikap yang baik, dan intonasi pembacaan. Selanjutnya, bersama sama orang tua dan anak menyimpulkan bacaan.

Mengutip dari Instagram resmi @tvrinasional, berikut jadwal Program Belajar dari Rumah yang tayang di TVRI, Selasa (5/5/2020): 08.00 08.30 WIB (PAUD dan sederajat) Jalan Sesama: Grr, Meong, Citcit

08.30 09.00 WIB (SD Kelas 1 3 dan sederajat) Gemar Matematika: Mengukur Berat Benda 09.00 09.30 WIB (SD Kelas 4 6 dan sederajat)

SAINS: Gaya dan Sifat sifatnya 09.30 10.00 WIB (SMP dan sederajat) Matematika Mantul: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

10.00 10.30 WIB (SMA dan sederajat) Matematika: Sketsa Grafik Fungsi Kuadrat 10.30 11.00 WIB

Keluarga Indonesia Parenting: Anak Berkebutuhan Khusus 21.30 23.30 WIB Film Nasional: Guru Sahabatku

Continue Reading

Pendidikan

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Avatar

Published

on

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Dunia anak adalah dunia bermain. Sudah selayaknya kegiatan yang dilakukan membuat anak nyaman tanpa stress. Memilih Les Anak merupakan cara yang nyaman untuk anak belajar bersama teman seusianya. Tanpa disadari anak akan melatih banyak hal dalam kegiatan menggambarnya. Aktivitas yang satu ini merupakan aktivitas yang penuh stimulus untuk tumbuh kembang anak. Menggambar merupakan kegiatan yang disukai anak usia 7 tahun ke bawah. Bukankah anak Anda gemar mencoret-coret dinding di awal usianya?

Usia 0-5 tahun adalah usia emas perkembangan otak anak. Memberikan rangsangan lingkungan yang mampu melatih kecerdasannya sangat dianjurkan. Tentu saja dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Karena dunia anak penuh keceriaan maka menggambar bisa menjadi salah satu penyalurannya.

Kegiatan menggambar memberikan beberapa manfaat, diantaranya :

Proses Kreatif dan Imajinatif

Dengan menggambar anak menuangkan ide yang dimiliki, dalam bentuk gambar. Ide yang didapat dari proses imajinasi, mengenai sesuatu hal. Anda akan terkejut betapa mengagumkan kemampuan berimajinasi anak. Lalu dituangkan dalam sebuah bentuk diatas kertas. Proses ini bisa melatih kecerdasannya.

Kecerdasan Kognitif

Kognitif diartikan juga kemampuan verbal. Menggambar merupakan kegiatan yang melatih anak, menginterpretasikan hal yang ada dalam pikirannya menjadi sebuah gambar. Ini melatih kecerdasan kognitif, yaitu kemampuan berpikir, nalar dan memahami sesuatu.

Kelak anak akan mampu berpikir logis, dan dapat memecahkan masalah.

Anak juga akan mampu berpikir menggunakan simbol-simbol. Misalnya menggambar kotak yang kemudian berkembang menjadi mobil. Dapat dibantu dengan memasukan ke Les gambar, agar kemampuannya meningkat

Kecerdasan Emosional

Anak akan dilatih bersabar, mengendalikan emosi dalam menggambar bentuk halus dan kecil. Anak juga dapat mengekspresikan emosi yang dirasakannya dalam berbagai bentuk gambar. Membuat tokoh dengan bentuk yang tidak biasa, sebagai penyalur emosi anak.

Aktivitas ini juga membiasakan anak fokus dan berkonsentrasi. Itulah sebabnya menggambar menjadi salah satu kegiatan les anak yang dipilih orang tua.

Melatih Motorik

Aktivitas menggambar melatih motorik halus anak. Sama seperti menulis anak dilatih menggunakan jari-jari mereka untuk membetuk sebuah gambar. Jika pada menulis bentuk yang harus dibuat sudah ditentukan, pada menggambar bentuk bisa disesuaikan dengan keinginan anak.

Selain itu saat menggambar secara tidak langsung fungsi mata dan tangan bersinergi, ini dapat melatih kekompakan mata dan tangan anak. Kelak akan bermanfaat pada berbagai aktivitas.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Saat anak berhasil menyelesaikan sebuah gambar, apa pun bentuknya. Pujian dan penghargaan dari orang tua dan sekelilingnya, membuat rasa percaya diri anak tumbuh. Bahwa ia mampu menghasilkan sesuatu. Jangan pernah meremehkan apapun yang dihasilkan anak, karena itu akan berdampak hingga ia dewasa kelak.

Mengasah Bakat Anak

Semua anak bisa dan senang menggambar. Tetapi tidak semua anak dapat menghasilkan gambar yang bagus. Untuk itu perlu dilatih agar kemampuannya meningkatkan, bisa dengan memasukkan ke kelas les gambar. Jangan remehkan jika mulai mencoret-coret dimana-mana. Dari pada harus memarahi anak, lebih baik mengarahkan kebiasaan mencoretnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Untuk mendukung keterampilan anak, Orang tua dapat memfasilitasi dengan menyediakan ruang khusus, lengkap dengan berbagai alat gambar.

Orang tua juga dapat meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas ini bersama anak. Ini akan makin mempererat hubungan emosional anak dan orang tua. Orang tua dapat memberikan tantangan anak menggambar sesuatu, untuk meningkatkan kreativitasnya. Jadi keberadaan anak di tempat les anak akan merasa sangat senang. Jika berhasil berilah pujian dan jika perlu bingkai karyanya, sebagai bentuk penghargaan. Kita tidak pernah tahu coretan-coretan ditembok ini, kelak ditangannya akan menghasilkan sebuah karya besar.

Continue Reading

Trending