Connect with us

Sport

Ucok Sayang Meli Nggak? Romantis dengan Melati Begini Jawaban Praveen saat Ditanya Warganet

Avatar

Published

on

Pasangan ganda campuran yang tengah naik daun Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, masih terus jadi perbincangan publik. Prestasi gemilangnya jelang BWF World Tour Final membuat masyarakat Indonesia kembali melirik kebolehan atlet bulutangkis Tanah Air. Sebelumnya, masyarakat sempat sangsi dengan prestasi pasangan yang sudah bermain bersama selama satu setengah tahun ini.

Tak hanya itu, dilayangkannya Surat Peringatan dari Richard Mainaky untuk Praveen Jordan membuat warganet kian menjadikannya bulan bulanan di kolom komentarnya. Praveen pun berhasil membungkam nyinyiran warganet dengan menorehkan dua medali emas ajang Super 750 selama dua minggu berturut turut. Tak hanya prestasi Praveen/Melati yang dibicarakan publik, tetapi chemistry kuat keduanya juga tak luput dari komentar warganet.

Gesture yang mereka tampilkan membuat warganet gemas karena tingkah mereka yang manis saat melakukan selebrasi. Bahkan Praveen sempat memberikan kejutan ulang tahun untuk Melati yang berulang tahun ke 25 tahun tersebut. Oleh sebab itulah warganet mulai penasaran dengan kehidupan pribadi keduanya.

Banyak dari mereka berasumsi bahwa Praveen/Melati adalah pasangan yang serasi. Ada pula yang berani menanyakan perihal perasaan yang dimiliki Praveen terhadap Melati. Hal tersebut terekam saat Praveen melakukan siaran langsung di akun Instagramnya, @jordan_praveen.

Dalam video tersebut tampak ia sedang menjawab pertanyaan dari warganet. "Ucok sayang Meli nggak?" ujar Praveen. "Ya gimana, dia udah punya orang. Masa disayang punya orang," jawab Praveen.

"Eh emang punya siapa emang?" saut orang yang berada di dekatnya. "Ya punya siapa ya, ya mungkin yang merasa memiliki," jawab Praveen. "Ah lu gasin aja dulu," goda teman lainnya.

Ia pun tersenyum lantas kembali fokus menatap layar handphonenya. Video yang diunggah oleh @sobadminton ini pun ramai dikomentari warganet. "wadawww berarti aslinya sayang ya cok? dr jawabannya gitu wkwk, kalo ga punya org udah pasti diembat, meli cantik gitu ya cok," goda @springaugust08.

"tikung saja dah cok.. kaya nikung dou bebek kemarin," saran @rizkyadul4. Diketahui sebelumnya Melati telah menjalin hubungan bersama Angga Pratama. Yakni pebulutangkis ganda putra pasangan dari Ricky Karanda Suwardi.

Usai memenangi gelar bergengsi pertama tersebut sebagai pasangan baru sejak 2018, Praveen terciduk melakukan tingkah lucu. Tingkah konyol Praveen tersebut diabadikan oleh rekannya sesama pebulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad. Dalam unggahan Insta Story Tontowi yang diunggah ulang oleh salah satu akun fans Praveen, tampak mantan pasangan Debby Susanto itu menyanyikan lagu Didi Kempot berjudul Cidro.

Pebulu tangkis asal Bontang, Kalimantan Timur, tersebut terlihat melantunkan lagu sambil menggoyangkan tangan dan badannya. "Aku nelangsa mergo kebacut tresna, ora ngiro saikine cidro," senandung Praveen sambil bergoyang. Tidak lupa dalam unggahan tersebut juga disematkan tulisan yang menggambarkan aksi pebulu tangkis yang kini berusia 26 tahun tersebut.

"Ora ngiro saikine cidro," tulis pengunggah video Instagram tersebut sambil memberikan emoji tertawa. Sontak unggahan video yang memperlihatkan tingkah konyol Praveen menyanyikan lagu Cidro tersebut menjadi trending di jagat raya media sosial. Beberapa warganet berbondong bondong ikut meramaikan unggahan video di Instagram tersebut.

Ada yang berkomentar bahwa sang pebulu tangkis baru saja dikhianati seseorang padahal sudah memenangkan gelar juara Denmark Open. Ada pula yang memberikan candaan bahwa Praveen Jordan terkena demam sobat ambyar dari Didi Kempot. "Kok sekilas kyak curhatan ya," tulis @ika_rini_indirani.

"ceritanya dikhianati y cok," komentar @bunda_tratapan. "Sobat ambyar nih praveen," tulis @indrirsl. Pasangan ganda campuran ini memang terbilang baru sehingga mereka dituntut untuk membangun chemistry baik di dalam maupun di luar lapangan.

Perangai Melati yang ceria membuat ia tak canggung berpose manis bersama pasangannya, Praveen. Foto hasil jepretan fotografer PBSI ini sukses membuat warganet bertanya tanya terkait hubungan pribadi mereka. Banyak dari mereka yang berasumsi bahwa mereka berpacaran.

"Aku masih menerka" dan bingung, apa mereka berdua ini pacaran ? Kok mesra gt yaa ? Please guys yg tau tolong jawab," [email protected] "Maksud kalian apa? @melatidaeva @jordan_praveen gemas akutu.." tulis @bekti_nurdianti Usai memenangi Denmark Open 2019, Praveen/Melati kembali menjadi sorotan lantaran melakukan selebrasi yang tak kalah manis.

Praveen yang tadinya berada di tepi lapangan langsung membuang raketnya sembari berlutut. Sementara Melati di tengah lapangan langsung menyeka mukanya dan menghampiri sang pelatih di belakang lapangan. Kemudian Praveen dan Melati pun berpelukan sebagai ungkapan kebahagiaan atas kemenangan perdana mereka.

Pada tanggal 26 Oktober, Melati tepat berusia 25 tahun. Saat itu Praveen/Melati sedang melakoni laga French Open 2019. Praveen pun kedapatan memberikan dua kue coklat lengkap dengan lilin untuk merayakan ulang tahun Melati.

"Thank you," kata Melati dengan senyuman gingsulnya yang manis. "Tiup dulu, eeh doa," ujar Praveen. Baru selesai berdoa, Praveen justru menyerobot meniup lilin pada kue tersebut.

Tampak ekspresi kesal Melati yang menjadi korban keusilan pasangannya tersebut. Namun, tingkah mereka yang manis justru membuat warganet gemas sehingga menyerbu kolom komentar unggahan video akun resmi @bwf.official ini. "They are so cute and fun, Right?" tulis @bwf.official dalam keterangan unggahannya.

Lagi lagi kemenangan kedua bagi Praveen/Melati ini menciptakan momen manis. Saat berada di podium mereka kompak berpegangan tangan sembari menunggu penyebutan namanya sebagai kampiun French Open 2019. Foto yang diunggah akun resmi PBSI ini pun ramai dikomentari warganet lantaran menampilkan foto mereka saat bergandengan tangan.

"Jiahhhhh klo ngegandeng romance amat," [email protected]_. "Pegangan tangan duhhh," tulis @novianapuspitadewi. "Iya iya iya deh pasangan honey.. anggep aja podium milik berdua yakk yg lain ngontrak wwkwk," tulis @ratnaputriting.

Sport

Namun Ada Syaratnya Sang Sahabat Bertaruh Valentino Rossi akan Kembali Kompetitif

Avatar

Published

on

Sahabat dari Valentino Rossi, Franco Uncini bertaruh bahwa The Doctor mampu kembali tampil kompetitif di gelaran MotoGP. Valentino Rossi saat ini tengah menjadi perbincangan hangat bagi pecinta ajang balap Grand Prix. Tak hanya seputar masa depannya yang belum menemui titik terang, namun juga penurunan performa yang dimiliki sang pembalap.

Rider asal Tavullia, Italia itu memang mengalami terjun bebas penampilannya di MotoGP musim lalu. Bersama tim pabrikan Yamaha, Rossi hanya mampu mengakhiri kejuaraanMotoGP 2019 diperingkat ketujuh. Bahkan posisinya dua strip dibawah Fabio Quartararo yang mampu naik daun bersama tim satelit Petronas SRT.

Praktis, bukan menjadi hal yang mengejutkan jika akhirnya Movistar Yamaha memilih tak memakai jasa The Doctor untuk MotoGP 2021 nanti. Sebagai gantinya, singgasana Rossi yang ditempatinya selama 16 tahun digantikan oleh Quartararo. "Saya selalu menghargai apa yang dilakukan oleh Valentino Rossi hingga saat ini," tukas Uncini, seperti yang dikutip dari laman

"Dia memiliki hasrat untuk meraih kemenangan sama besarnya dengan Marc Marquez maupun Fabio Quartararo." Uncini pun berani bertaruh, dengan keinginan untuk meraih kemenangan demi kemenangan, Rossi dipercaya akan kembali kompetitif dalam perebutan gelar juara. "Ini akan bisa menjadi kejutan, saya bertaruh, bahwa Rossi akan mampu tampil kompetitif kembali di MotoGP," yakinnya.

Meskipun demikian, sahabat sejak kecil dari Rossi itu tak memungkiri, terdapat syarat yang harus dilakukan oleh The Doctor untuk kembali ke top performanya. "Tidak bisa disembunyikan bahwa dia telah berusia (41 tahun), namun dengan berani lebih banyak mengambil resiko, saya yakin ia akan mampu bertarung di grid depan," tandasnya melanjutkan. Hingga kini, nama Rossi masih menjadi trending bahan perbincangan bagi penikmat balap MotoGP.

Tak sedikit pendukung VR46 menginginkan aksi sang maestro balap itu terus berlanjut di musim depan. Pasalnya, hingga kini Rossi belum mengambil sikap, apakah akan terus membalap atau memilih mengikuti jejak Jorge Lorenzo untuk pensiun. Kendati demikian, bukannya Rossi jika sepi peminat.

Resmi terdepak dari tim berlogo Garpu Tala itu, Yamaha Petronas SRT memiliki keinginan untuk menggunakan jasa The Doctor. Kabarnya, kedua belah pihak telah menjalin negosiasi dan mengarah ke perkembangan yang positif.

Continue Reading

Sport

Azis Syamsuddin Sambut Baik Dukungan Menpora Kejurnas Cricket

Avatar

Published

on

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kejuaraan nasional (kejurnas) Cricket secara virtual di Situasion Room Kemenpora. Pada kesempatan ini, Menpora berpesan kepada atlet untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Yang saya hormati, pengurus cricket, ini sangat luar biasa ya. Saya mengapresiasi kejurnas yang dilakukan nanti. Tentu kami berterima kasih tentang apa yang dilakukan pengurus cricket Indonesia. Ditengah pandemi Corona ini, pengurus mampu berkreasi dan punya kreativitas,” ungkap Zainudin Amali, Jumat (12/6/2020) malam.

Kepada atlet dan pengurus cricket, Menpora berpesan agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik. Selain itu, menteri asal Gorontalo ini juga mengajak pengurus cricket untuk menyambut era new normal nantinya. “Pandemi ini masih berlangsung di negeri kita. Tapi itu tidak menghalangi kita untuk berkreativitas. Mari kita songsong era new normal. Cricket juga harus sambut itu. Apa yang kita lakukan, saya berpesan untuk perhatikan protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, dan lain sebagainya,” jelas Zainudin Amali.

Jika protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin, Menpora yakin masyarakat bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Saat ini, protokol dibidang keolahragaan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. “Protokol dilakukan dengan disiplin, kita yakin bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Maka itu, upaya cabang olahraga melakukan kegiatan seperti ini sangat didukung. Pasti protokol untuk sepak bola dengan bulu tangkis itu beda, juga halnya dengan cricket,” tutur Zainudin Amali. Zainudin Amali mengatakan juga memotivasi atlet cricket untuk tampil baik disetiap kejuaraan. Apalagi, akan ada Pekan Olahraga nasional (PON) 2021 di Papua. Menpora pun memuji venue cricket yang ada disana.

“Saya harap cricket Indonesia tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk pengurus yang di daerah, beruntung punya venue yang sangat bagus di Papua. Ketua umum pasti nantinya punya rencana yang akan datang untuk membuat pertandingan disana. Bagi yang penasaran dengan lapangan yang bagus itu, persiapkan diri (berlatih),” papar Zainudin Amali. “Nah, harus tetap semangat dengan kondisi yang sekarang. Kita lakukan aktivitas dengan perhatikan protokol, jangan takut, dan harus waspada. Harus optimis. Sukses dan selamat melakukan kejuaraan online, semoga bisa bersinergi terus dan menghasilkan atlet yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa,” kata Zainudin Amali. Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Azis Syamsuddin menyambut baik dukungan dan apresiasi dari Menpora.

“Mudah mudahan kondisi kedepannya kita tetap semangat dan membangun olahraga untuk lebih berprestasi. Apabila ada hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf. Kami ucapkan terima kasih, dan atlet atlet tetap semangat mengikutinya,” ujar Azis Syamsuddin. Kejurnas cricket online berlangsung pada 12 29 Juni 2020. Pesan yang ingin disampaikan dalam kejuaraan ini yakni untuk saling menjaga kesehatan ditengah pandemi. Adapun peserta dibagi dengan beberapa kategori. Untuk diikuti dari wakil: NTT, Bali, Kaltim, Sumbar, dan Jatim.

Diikuti: Jawa Barat, Bali, Lampung, NTT, NTB, Banten, Jatim, Kaltim, Sumbar. Sementara, untuk Bali, Kaltim, Banten, Jatim, Jawa Barat, dan Sumbar.

Continue Reading

Sport

Ini Dia Penjelasannya Chris John Berbagi Tips Agar Dapat Meraih Prestasi

Avatar

Published

on

Legenda tinju Indonesia, Chris 'Dragon' John yang sempat meraih juara kelas bulu WBA dan mempertahankan gelar selama 10 kali beruntun berbagi tips agar dapat meraih prestasi. Pria yang lahir di Banjarnegara 14 September 1979 itu mengatakan, semua orang dapat meraih prestasi asalkan apa yang ditekuni dijalankan dengan fokus dan memiliki semangat pantang menyerah. "Benar, ketika itu saya mempertahankan gelar 10 kali berturut turut. Tips dari saya, intinya kita harus fokus. Pada saat persiapan. Biasanya jelang bertarung di atas ring, kita ada persiapan selama dua bulan dan itu saya sudah ada di camp untuk menjalani persiapan untuk melakukan program latihan," ujarnya, saat bincang bersama media melalui virtual zoom, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, Chris John membeberkan bahwa program latihan yang terskema dengan baik cukup membantu dirinya lebih kuat dari segi fisik dan mental. "Ini program latihan yang cukup baik. Pagi dan sore itu sangat bagus. Tidak terlalu diforsir. Siap secara keseluruhan tentunya," jelasnya. Terkait perjalananya bisa menembus pertarungan internasional, Chris mengaku bahwa dirinya harus menempuh jalan panjang dengan bertarung di tingkat nasional, asia baru kemudian dunia.

Menurutnya, dalam perjalanan karirnya yang paling berkesan adalah ketika dirinya harus bertarung dengan petinju nasional sekaligus pertarungan tersebut menjadi yang terberat. "Kalau di nasional tahnun 1999 saya harus merebut gelar juara nasional melawan almarhum alfarizi itu sangat berkesan. Karena itu cukup berat saya semoat dipukul keras dibagian rahang. Tapi saya berusaha bangkit dan mengeluarkan seluruh kemampuan," jelasnya. Kemudian di tingkat Asia, sebelum menapakkan kaki menuju ajang bergengsi dunia, Chris lagi lagi harus berhadapan dengan rekan senegaranya dan itu berhasil dilalui dengan semangat dan kerja keras yang gigih.

"2001 saya harus melewati satu ujian lagi. Asia Pasifik melawan rekan satu negara. Itu sangat luar biasa oertarungan PABA. Dan nama saya masuk WBA," ungkapnya. Lalu, di tahun 2003, saat konferensi WBA di Bali, WBA ada satu nomor yang kosong dan nomor itu adalah kelas bulu, kemudian dengan semangat membara Chris terjun di kelas bulu WBA dan berhasil menjadi juara. "Kesempatan itu datang di tahun 2003. Peringkat saya masuk 10 besar WBA dan saya bertanding bisa menjadi juara kelas bulu ketika itu," paparnya.

Setelah pensiun, Chris beralih menjadi promotor tinju dengan tujuan agar tinju di Tanah Air tetap hidup dan tidak ditinggalkan peminatnya yang dinilai memiliki antusias yang cukup besar. Tak hanya itu, untuk menjaga kebugaran fisiknya, Chris tetap berlatih. "Saya masih latihan. Kalau di rumah ada waktu, saya tetap olahraga. Yang penting agar tetap sehat. Kalau untuk kembali bertarung kembali di ring sih belum kepikiran," ungkapnya.

Selain itu, disaat tinju nasional kurang mendapat perhatian, Chris membeberkan bahwa saat ini banyak rekannya yang memilih untuk menjadi pelatih di sasana sasana profesional. "Tinju pro kita mati suri karena memang tidak ada event. Ini sangat disayangkan," paparnya. "Mantan atlet biasanya mereka diberikan kesempatan menjadi PNS, bagi yang berprestasi. Tapi kalau tidak berprestasi agak sulit juga mau diarahkannya. Tapi biasanya mantan mantan petinju menjadi personal trainer," tandasnya

Continue Reading

Trending