Connect with us

Nasional

TERKINI Hasil Real Count KPU Pileg 2019 Sabtu 18 Mei (16.15 WIB), PDI P Teratas, Data Masuk 50,8 %

Avatar

Published

on

Berita terkini hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang menyajikan perolehan suara parpol dapat anda simak di sini, Sabtu (18/5/2019). Berdasarkan hasil real count terkini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) berada di peringkat pertama dengan perolehan 20,18 persen. Di urutan kedua, terdapat Partai Golkar dengan perolehan suara 12,99 persen.

Adapun peringkat ketiga diisi oleh Partai Gerindra dengan mengantongi 11,69 persen suara. Harus diingat, hasil real count terkini ini bukanlah hasil final karena hasil final menunggu penghitungan resmi dari KPU selesai. Hasil real count terkini ini berdasarkan data dari 413.907 TPS dari 813.350 TPS atau sebesar 50,889 persen.

Data ini diupdate terakhir KPU pada Sabtu pukul 16.15 WIB. Selain peringkat 1,2 dan tiga, hasil real count terkini juga menampillkan perolehan suara parpol di urutan selanjutnya. Sempat berada di urutan kelima, PKB kini berada di urutan keempat dengan perolehan 9,6 persen.

Posisi PKB dibayang bayangi Partai NasDem diurutan kelima dengan perolehan 9,42 persen. Sebelumnya, NasDem tergeser oleh PKB. Di urutan keenam terdapat Partai Demokrat dengan meraih 7,8 persen.

Posisi Demokrat selisih tipis dari PKS di urutan ketujuh dengan raihan suara 7,32 persen. Sementara PAN dan PPP menjadi dua partai terakhir yang mendapatkan suara di atas batas ambang parlemen 4 persen. PAN memperoleh 6,89 persen, sedangkan PPP meraih 4,26 persen.

Detail posisi peringkat parpol Pileg 2019 berdasar real count terbaru KPU bisa anda lihat di gambar di bawah ini: Berikut perolehan lengkap parpol di Pileg 2019 berdasar real count KPU, Sabtu: 1. PDI P : 20,18 persen.

2. Partai Golkar: 12,99 persen 3. Partai Gerindra: 11,69 persen 4. PKB: 9,6 persen

5. Partai NasDem :9,42 persen 6. Demokrat: 7,8 persen 7. PKS: 7,32 persen

8. PAN: 6,89 persen 9. PPP: 4,26 persen 10. Perindo: 2,69 persen

11. Berkarya: 2,16 persen 12. Hanura: 1,68 persen 13. PSI: 1,71 persen

14. PBB: 0,79 persen 15. Partai Garuda: 0,54 persen 16. PKPI: 0,28 persen.

Di laman pemilu 2019.kpu.go,id, anda juga bisa melihat rincian suara parpol per wilayah atau dapil. Selengkapnya real count KPU Pileg 2019 bisa anda akses di tautan ini: (Catatan: Real count diupdate setiap saat sehingga datanya bisa berubah ubah setiap waktu)

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun PDIP dari hasil quick count atau hitung cepat dan hitung resmi KPU sementara, pihaknya mendapat 133 kursi di DPR RI. Atas dasar tersebut, Hasto Kristiyanto menyebut PDIP akan mendapatkan jatah posisi ketua DPR RI. "Ya dari 5 pimpinan dewan, satu ketua itu kami. Kami mengucapkan terima kasih bahwa rakyat memberikan kepercayaan kepada PDIP dan 4 lainnya itu satunya berasal dari partai pendukung Prabowo Sandiaga," ucap Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Pengeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Sekretaris TKN Jokowi Maruf ini pun mengatakan, berkaca pada hasil Pemilu 2014, dimana PDIP memperoleh suara terbanyak. Namun, posisi Ketua DPR RI justu dipegang Partai Golkar. Hasto menjelaskan, untuk saat ini, Undang Undang MD 3 telah mengatur bahwa partai politik pemenang dengan perolehan suara terbanyak akan mendapatkan posisi ketua DPR RI.

"Ya sudah selesai, karena UU MD3 sudah menyatakan suara rakyat dan apa yg akan terjadi di parlemen DPR RI. Maka UU MD3 itu memiliki kekuatan hukum yang menjadi landasan politik kita bersama," jelas Hasto. Berdasarkan quick count Litbang Kompas, pemenang Pemilu 2019 diperkirakan adalah PDI P. Hal ini sejalan dengan real count sementara KPU yang menempatkan PDI P di peringkat teratas.

Selisih suara dengan partai di peringkat kedua pun relatif cukup jauh. Sementara, posisi runner up Pileg 2019 masih menjadi misteri. Saat ini, Golkar berada di posisi kedua.

Sedangkan Partai Gerindra diperingkat ketiga. Namun, bila mengacu quick count Pileg 2019 Litbang Kompas, Partai Golkar di urutan ketiga, sedangkan Partai Gerindra di urutan kedua. Hasil resmi untuk melihat siapa partai posisi kedua masih harus menunggu penghitungan resmi dari KPU selesai.

Berikut perolehan sementara Pileg 2019 berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas Senin (22/4/2019) pukul 16.51 WIB dengan data masuk 92,80 persen: 1. P DIP: 19,97 persen 2. Partai Gerindra: 12,84 persen

3. Partai Golkar: 11,89 persen 4. PKB: 9,27 persen 5. PKS: 8,62 persen

6. Partai Nasdem: 8,27 persen 7. Partai Demokrat: 8,03 persen 8. PAN: 6,62 persen

9. PPP: 4,60 persen 10. Perindo : 2,85 persen 11. Partai Berkarya: 2,12 persen

12. PSI: 2,07 persen 13. Partai Hanura: 1,35 persen 14. PBB: 0,75 persen

15. Partai Garuda: 0,52 persen 16. PKPI: 0,23 persen Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis Golkar dapat memenuhi target dan masuk dua besar pemenang Pileg 2019.

Dirinya yakin membawa Golkar mencapai target yang diharapkan, yaitu masuk dua besar kursi di parlemen. "Partai Golkar mengimbau agar terus mengawal hasil perhitungan suara baik di daerah maupun nasional."

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Nasional

Komandan PMPP TNI Perkirakan Proses Autopsi Jenazah Serma Rama di Uganda Berlangsung 4 Hari

Avatar

Published

on

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang memperkirakan proses autopsi jenazah prajurit TNI anggota Satgas Kizi TNI Konga XX Q/Monusco, Serma Rama Wahyudi, yang gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika akan berlangsung selama empat hari di rumah sakit di Uganda. Victor mengungkapkan proses autopsi tersebut merupakan bagian dari Standard Operational Procedure yang sudah ditentukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Victor mengungkapkan berdasarkan kabar terakhir yang diterimanya pada Kamis (25/6/2020) malam jenazah Serma Rama tengah dalam proses pemeriksaan covid 19 di Kongo.

Hal tersebut diungkapkan Victor saat konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2020). "Kondisi jenazah Sersan Mayor Rama Wahyudi sampai tadi malam dilaporkan kepada saya bahwa masih dalam proses bebas covid 19 dari negara Kongo dan ini kalau covid 19 hari ini selesai akan diterbangkan ke Uganda untuk dilaksanakan otopsi. Ini memakan waktu lebih kurang empat hari," kata Victor. Ia berharap proses autopsi dan seluruh administrasi jenazah almarhum Serma Rama bisa selesai pada 30 Juni 2020.

Rencananya jenazah almarhum Serma Rama akan dikirim dengan pesawat komersil dan tiba di Jakarta pada 2 Juli 2020. "Jadi kemungkinan tanggal 2 (Juli 2020) sampai di Jakarta nanti akan disemayamkan di kargo yang ada di Cengkareng. Dari sana nanti akan diurus untuk dikirimkan langsung ke kediaman yang bersangkutan di Pekanbaru untuk dimakamkan di Pekanbaru sesuai dengan permintaan keluarga," kata Victor.

Continue Reading

Nasional

Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia Sabtu 27 Juni 2020 Semarang Cerah di Pagi Hari Info BMKG

Avatar

Published

on

Berikut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk 33 kota di Indonesia, Sabtu (27/6/2020). Prakiraan cuaca 33 kota di Indonesia ini BMKG rilis melalui situs resmi BMKG.go.id. Terpantau, lima kota diperkirakan hujan di pagi hari dengan intensitas berbeda beda.

Sementara itu, lima kota lainnya diperkirakan bercuaca cerah di pagi hari, termasuk Yogyakarta dan Semarang. Terdapat 12 kota yang diperkirakan cerah berawan di pagi hari, termasuk Jakarta Pusat dan Bandung. Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Dini hari : Cerah

Pagi : Berawan Siang : Berawan Malam : Berawan Dini hari : Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Berawan Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan

Pagi : Cerah Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan Pagi : Hujan Lokal Siang : Hujan Lebat Malam : Berawan Dini hari : Berawan

Pagi : Udara Kabur Siang : Hujan Lokal Malam : Berawan Dini hari : Udara Kabur Pagi : Cerah Berawan Siang : Hujan Ringan Malam : Hujan Ringan Dini hari : Berawan Pagi : Cerah Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Dini hari : Cerah Berawan

Pagi : Cerah Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Dini hari : Cerah Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Berawan Pagi : Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan

Pagi : Berawan Siang : Hujan Ringan Malam : Berawan Dini hari : Berawan Pagi : Hujan Lokal Siang : Berawan Tebal Malam : Hujan Lokal Dini hari : Hujan Lokal Pagi : Berawan Siang : Hujan Lokal Malam : Hujan Lokal Dini hari : Berawan Tebal

Pagi : Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Berawan Tebal Dini hari : Berawan Pagi : Hujan Lokal Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan

Pagi : Hujan Lokal Siang : Hujan Sedang Malam : Hujan Ringan Dini hari : Hujan Sedang Pagi : Berawan Tebal Siang : Berawan Malam : Hujan Ringan Dini hari : Berawan Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Cerah Berawan

Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Cerah Berawan Dini hari : Berawan Pagi : Cerah Siang : Cerah Malam : Cerah Berawan Dini hari : Berawan Pagi : Berawan Siang : Hujan Lokal Malam : Hujan Lokal Dini hari : Berawan

Pagi : Kabut Siang : Berawan Malam : Berawan Tebal Dini hari : Berawan Tebal Pagi : Berawan Siang : Hujan Lokal Malam : Hujan Lokal Dini hari : Hujan Sedang Pagi : Cerah Berawan Siang : Cerah Berawan Malam : Berawan Dini hari : Berawan

Pagi : Cerah Berawan Siang : Hujan Sedang Malam : Hujan Ringan Dini hari : Berawan Pagi : Hujan Lokal Siang : Hujan Lokal Malam : Berawan Tebal Dini hari : Berawan Pagi : Cerah Siang : Berawan Malam : Berawan Dini hari : Berawan

Pagi : Udara Kabur Siang : Hujan Lokal Malam : Cerah Berawan Dini hari : Berawan Tebal Pagi : Cerah Berawan Siang : Hujan Lokal Malam : Hujan Ringan Dini hari : Hujan Ringan

Continue Reading

Nasional

Anggota TNI yang Sudah Pensiun Tak Bisa Naik Pangkat Lagi Politisi Senior PDIP

Avatar

Published

on

Politisi senior, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin mengatakan kepangkatan pada Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah susunan sebutan dan keselarasan jenjang pangkat militer dalam Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Mulai dari tingkat yang tertinggi (Perwira), Bintara, hingga yang terendah (Tamtama), setiap prajurit diberikan pangkat sesuai dengan keabsahan wewenang dan tanggung jawab dalam hierarki keprajuritan. "Banyaknya pertanyaan tentang kepangkatan di lingkungan TNI, ijinkan saya secara singkat menjelaskan tentang pangkat di lingkungan TNI sekarang ini," kata Hasanuddin kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Menurut Hasanuddin, di masa lalu kepangkatan aturannya masih sangat longgar karena saat itu TNI (ABRI) masih melaksanakan tugas Dwi Fungsi ABRI. Sehingga, kata dia, jabatan di militer pun kadang dipengaruhi oleh posisi di partai politik. "Seorang anggota TNI/ABRI aktif yang bertugas di DPC (Dewan Pimpinan Cabang) atau DPD 2 partai tertentu secara otomatis mendapatkan pangkat Kolonel," kata purnawirawan bintang dua TNI AD ini.

Hasanuddin menambahkan, perwira TNI yang bertugas sebagai ketua DPD 1 (Dewan Pimpinan Daerah) di tingkat provinsi mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal. "Gubernur sudah pasti akan mendapatkan pangkat Bintang 2 (Mayor Jenderal) kecuali gubernur DKI Jakarta mendapat Bintang 3," tuturnya. Belum cukup, kata Hasanuddin, di masa Orde Baru (Orba) masih diberlakukan pangkat kehormatan (Hor).

Kolonel yang berprestasi baik, imbuh dia, kemudian pensiun maka padanya diberikan Brigjen Hor sebelum menjalankan masa pensiunnya atau Brigjen menjadi Mayjen Hor. "Atau Mayjen menjadi Letjen Hor. Bahkan setelah pensiunpun kadang masih ada yang diusulkan kenaikan pangkatnya dari Mayjen Pur menjadi Letjen Pur Hor. Dari Letjen Pur menjadi Jenderal Pur Hor," ungkapnya. Menurut Hasanuddin, di era Reformasi, setelah keluar Undang Undang No. 34/2004 tentang TNI, maka aturan aturan kepangkatan seperti di atas sudah tidak berlaku lagi.

Ia membeberkan, dalam pasal 27 UU no 34 tahun 2004 dijelaskan , bahwa pangkat menurut sifatnya dibedakan sebagai berikut : A. Pangkat efektif diberikan kepada prajurit selama menjalani dinas keprajuritan dan membawa akibat administrasi penuh. B. Pangkat lokal diberikan untuk sementara kepada prajurit yang menjalankan tugas dan jabatan khusus yang sifatnya sementara, serta memerlukan pangkat, yang lebih tinggi dari pangkat yang disandangnya guna keabsahan pelaksanaan tugas jabatan tersebut dan tidak membawa akibat administrasi.

C. Pangkat Tituler diberikan untuk sementara kepada warga negara yang diperlukan dan bersedia menjalankan tugas jabatan keprajuritan tertentu di lingkungan TNI, berlaku selama masih memangku jabatan keprajuritan tersebut serta membawa akibat administrasi terbatas. "Mengacu pada aturan perundang undangan maka dipastikan di TNI sekarang tidak akan terjadi lagi, seorang yang sudah pensiun kemudian naik pangkat lagi. Andaikan terjadi maka dipastikan itu merupakan pelanggaran terhadap UU," pungkasnya.

Continue Reading

Trending