Connect with us

Pendidikan

TEGANG! Curhat Mahasiswi UI Hadapi Ujian Skripsi, Dosen Pengujinya Sekaliber Menkeu Sri Mulyani !

Avatar

Published

on

Seorang mahasiswa UI, Khaira Abdillah ungkapkan ketegangannya saat ujian skripsi dengan dosen penguji Sri Mulyani, fotonya diunggah sang Menkeu! Mahasiswi Universitas Indonesia / UI Khaira Abdillah yang selama ini lebih sering melihat wajah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di layar televisi, tak menyangka, suatu saat akan berhadapan langsung! Dan tak main main. Itu terjadi saat dia menghadapi ujian skripsi di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Kamis 20 Juni 2019.

Karena itu, tegang dia rasakan saat dia kebagian dosen penguji yang bukan sembarang dosen. Bayangkan! Seorang Sri Mulyani Indrawati. Bukan hanya seorang menteri keuangan sejak Presiden SBY sampai Presiden Jokowi, juga mantan direktur lembaga keuangan dunia, International Monetary Fund / IMF.

Karena itu, Khaira Abdillah menuturkan betapa tegang menghadapi detik detik ujian skripsi dengan dosen penguji Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ya, siapa yang tak mengenal Sri Mulyani Indrawati, salah satu wanita hebat Indonesia. Saat ini Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia.

Sosok ini juga dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke 23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke 2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 seperti dikutip dari Wikipedia. Memiliki sederet prestasi, Sri Mulyani juga memiliki tugas penting sebagai dosen.

Tak hanya itu, ternyata Sri Mulyani juga memiliki tugas sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Sri Mulyani mengaku bangga bisa menjadi dosen di salah satu almamternya. Ia pun menceritakan bagaimana dia kembali berkutat ke dunia pendidikan kampus, di sela setumpuk kesibukannya sebagai menteri keuangan.

Ia terlibat sebagai dosen penguji skripsi untuk Khaira Abdillah . "Selain sebagai Menteri Keuangan RI, saya juga masih melaksanakan tugas sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kemarin Selasa 18 Juni 2019, ia menjadi ketua sidang skripsi untuk dua orang mahasiswa FEB UI.

Salah satunya adalah Khaira Abdilah, seorang gadis yang berkaca mata. Khaira Abdillah menuliskan skripsi berjudul Investigating the Impact of Internet Expansion on Learning Outcome in Indonesia. Tak sendiri, Sri Mulyani sebagai ketua sidang skripsi juga ditemani pembimbing skripsi Khaira dan penguji lainnya.

"Pembimbing skripsi Khaira adalah Dr. Teguh Dartanto. Penguji lainnya adalah Dr. Chaikal Nuryakin." tambah Sri Mulyani dalam status di sosial medianya. Khaira nampak lancar dalam menjawab setiap pertanyaan dari Sri Mulyani maupun dosen pembimbing lainnya.

Meski terlihat lancar saat menjelaskan skripsinya, gadis ini mengaku merasakan ketegangan. Namun ia merasa bersyukur karena mendapat pengalaman yang tak terlupakan. Ia juga berterima kasih dengan masukan dari Menkeu, Sri Mulyani untuk riset dalam skripsinya.

Meski demikian, Khaira secara jujur merasa tegang hadapi ujian skripsi dari Sri Mulyani. "Akhirnya sudah selesai sidang skripsi saya bersama ibu Sri Mulyani, rasanya cukup menegangkan, Tapi alhamdulillah momen ini merupakan satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan dan saya juga sangat mengapresiasi input dari ibu Sri Mulyani karena input tersebut sangat membangun untuk saya damapt membuat riset ini lebih baik lagi" ungkap Khaira setelah sidang dengan penguji Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Wanita 56 tahun ini mengaku senang bisa menguji mahasiswa UI yang cerdas ini. "Senang sekali bisa menguji secara langsung dua orang mahasiswa FEB UI yang cerdas dan energik ini. Saya berharap mereka dapat mengimplementasikan ilmunya untuk kebaikan Indonesia." tandasnya dalam status Facebook Sri Mulyani Indrawati.

Ini dia video Sri Mulyani yang menguji skripsi mahasiswa FEB UI yang sudah disukai lebih dari 3000 orang.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Pendidikan

Kunci Jawaban SD Kelas 4-6 Lengkap Belajar dari Rumah TVRI Kamis 4 Juni 2020 Contoh Naskah Drama

Avatar

Published

on

<div > Program Belajar dari Rumah di TVRI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) kembali hadir mendampingi belajar seluruh siswa siswi di Indonesia pada Kamis 4Juni 2020.

Continue Reading

Pendidikan

Soal SD Kelas 4-6 5 Mei di TVRI Jawaban Jelaskan 3 Contoh Aktivitas Menggunakan Sifat Gaya di Rumah

Avatar

Published

on

Program Belajar dari Rumah edisi Selasa 5 Mei 2020 akan menghadirkan materi X Sains: Gaya dan Sifat Sifatnya untuk siswa SD kelas 4 6. Tayangan Belajar dari Rumah ini dapat disaksikan melalui siaran TVRI mulai pukul 08.00 WIB. Khusus materi X Sains: Gaya dan Sifat Sifatnya SD kelas 4 6 ini dimulai pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari laman , melalui pembahasan tersebut, siswa dapat mengembangkan kompetensi sebagai berikut : 1. Memahami paparan lisan tentang topik yang dikenali. 2. Mengidentifikasi ide pokok dan beberapa ide rinci dalam paparan tersebut, menjelaskan kembali dan menanggapi menggunakan pengetahuannya.

3. Menulis esai pendek untuk menggambarkan pengamatan dan pengalaman dengan lebih terstruktur. Dalamm program Belajar dari Rumah ini, siswa juga akan diberikan sejumlah pertanyaan seputar materi yang dibahas. 1. Jelaskan 3 contoh aktivitas kalian yang menggunakan sifat gaya ketika membantu ibu di rumah!

Sebelum menjawab, ada baiknya melihat tayangan video berikut: Gaya adalah tarikan atau dorongan yang menyebabkan suatu benda bergerak. 1. Berikut adalah contoh aktivitas yang menggunakan sifat gaya :

A. Gaya Otot : Memotong sayuran, mengangkat galon, mengangkat belanjaan, mengangkat cucian B. Gaya Gesek : Mengasah pisau dapur, mengelap meja makan Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:

1. Dampingi anak ketika sedang menyimak tayangan, kemudian minta anak untuk mengkomunikasikan ide, gagasan, maupun perasaan sendiri, baik lisan maupun tertulis, dari tayangan tersebut. Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan, membaca apa yang disampaikan anak, dan memberi umpan balik berupa tanya jawab, diskusi dan pujian. 2. Lakukan diskusi dengan anak terkait hasil tulisannya. Perhatikan tema, topik, gagasan, atau ide yang dirasa belum pas dan beri waktu kepada anak untuk mengemukaan pendapatnya dan memperbaiki tulisannya.Jika orang tua mengalami kesulitan, bisa diskusi bersama keluarga dan guru. 3. Mintalah anak untuk membacakan hasil tulisannya. Perhatikan cara duduk, jarak dari buku ke mata, posisi sikap yang baik, dan intonasi pembacaan. Selanjutnya, bersama sama orang tua dan anak menyimpulkan bacaan.

Mengutip dari Instagram resmi @tvrinasional, berikut jadwal Program Belajar dari Rumah yang tayang di TVRI, Selasa (5/5/2020): 08.00 08.30 WIB (PAUD dan sederajat) Jalan Sesama: Grr, Meong, Citcit

08.30 09.00 WIB (SD Kelas 1 3 dan sederajat) Gemar Matematika: Mengukur Berat Benda 09.00 09.30 WIB (SD Kelas 4 6 dan sederajat)

SAINS: Gaya dan Sifat sifatnya 09.30 10.00 WIB (SMP dan sederajat) Matematika Mantul: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

10.00 10.30 WIB (SMA dan sederajat) Matematika: Sketsa Grafik Fungsi Kuadrat 10.30 11.00 WIB

Keluarga Indonesia Parenting: Anak Berkebutuhan Khusus 21.30 23.30 WIB Film Nasional: Guru Sahabatku

Continue Reading

Pendidikan

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Avatar

Published

on

Memilih Les Gambar pada Les Anak sebagai Sarana Belajar dan Bermain

Dunia anak adalah dunia bermain. Sudah selayaknya kegiatan yang dilakukan membuat anak nyaman tanpa stress. Memilih Les Anak merupakan cara yang nyaman untuk anak belajar bersama teman seusianya. Tanpa disadari anak akan melatih banyak hal dalam kegiatan menggambarnya. Aktivitas yang satu ini merupakan aktivitas yang penuh stimulus untuk tumbuh kembang anak. Menggambar merupakan kegiatan yang disukai anak usia 7 tahun ke bawah. Bukankah anak Anda gemar mencoret-coret dinding di awal usianya?

Usia 0-5 tahun adalah usia emas perkembangan otak anak. Memberikan rangsangan lingkungan yang mampu melatih kecerdasannya sangat dianjurkan. Tentu saja dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Karena dunia anak penuh keceriaan maka menggambar bisa menjadi salah satu penyalurannya.

Kegiatan menggambar memberikan beberapa manfaat, diantaranya :

Proses Kreatif dan Imajinatif

Dengan menggambar anak menuangkan ide yang dimiliki, dalam bentuk gambar. Ide yang didapat dari proses imajinasi, mengenai sesuatu hal. Anda akan terkejut betapa mengagumkan kemampuan berimajinasi anak. Lalu dituangkan dalam sebuah bentuk diatas kertas. Proses ini bisa melatih kecerdasannya.

Kecerdasan Kognitif

Kognitif diartikan juga kemampuan verbal. Menggambar merupakan kegiatan yang melatih anak, menginterpretasikan hal yang ada dalam pikirannya menjadi sebuah gambar. Ini melatih kecerdasan kognitif, yaitu kemampuan berpikir, nalar dan memahami sesuatu.

Kelak anak akan mampu berpikir logis, dan dapat memecahkan masalah.

Anak juga akan mampu berpikir menggunakan simbol-simbol. Misalnya menggambar kotak yang kemudian berkembang menjadi mobil. Dapat dibantu dengan memasukan ke Les gambar, agar kemampuannya meningkat

Kecerdasan Emosional

Anak akan dilatih bersabar, mengendalikan emosi dalam menggambar bentuk halus dan kecil. Anak juga dapat mengekspresikan emosi yang dirasakannya dalam berbagai bentuk gambar. Membuat tokoh dengan bentuk yang tidak biasa, sebagai penyalur emosi anak.

Aktivitas ini juga membiasakan anak fokus dan berkonsentrasi. Itulah sebabnya menggambar menjadi salah satu kegiatan les anak yang dipilih orang tua.

Melatih Motorik

Aktivitas menggambar melatih motorik halus anak. Sama seperti menulis anak dilatih menggunakan jari-jari mereka untuk membetuk sebuah gambar. Jika pada menulis bentuk yang harus dibuat sudah ditentukan, pada menggambar bentuk bisa disesuaikan dengan keinginan anak.

Selain itu saat menggambar secara tidak langsung fungsi mata dan tangan bersinergi, ini dapat melatih kekompakan mata dan tangan anak. Kelak akan bermanfaat pada berbagai aktivitas.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Saat anak berhasil menyelesaikan sebuah gambar, apa pun bentuknya. Pujian dan penghargaan dari orang tua dan sekelilingnya, membuat rasa percaya diri anak tumbuh. Bahwa ia mampu menghasilkan sesuatu. Jangan pernah meremehkan apapun yang dihasilkan anak, karena itu akan berdampak hingga ia dewasa kelak.

Mengasah Bakat Anak

Semua anak bisa dan senang menggambar. Tetapi tidak semua anak dapat menghasilkan gambar yang bagus. Untuk itu perlu dilatih agar kemampuannya meningkatkan, bisa dengan memasukkan ke kelas les gambar. Jangan remehkan jika mulai mencoret-coret dimana-mana. Dari pada harus memarahi anak, lebih baik mengarahkan kebiasaan mencoretnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Untuk mendukung keterampilan anak, Orang tua dapat memfasilitasi dengan menyediakan ruang khusus, lengkap dengan berbagai alat gambar.

Orang tua juga dapat meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas ini bersama anak. Ini akan makin mempererat hubungan emosional anak dan orang tua. Orang tua dapat memberikan tantangan anak menggambar sesuatu, untuk meningkatkan kreativitasnya. Jadi keberadaan anak di tempat les anak akan merasa sangat senang. Jika berhasil berilah pujian dan jika perlu bingkai karyanya, sebagai bentuk penghargaan. Kita tidak pernah tahu coretan-coretan ditembok ini, kelak ditangannya akan menghasilkan sebuah karya besar.

Continue Reading

Trending