Connect with us

Metropolitan

Sebelum Tewas Ditembak Rekannya, Bripka Rachmat Diingatkan Istri Tak Perlu Ikut Bubarkan Tawuran

Avatar

Published

on

Polisi tembak polisi. Korbannya adalah Bripka Rachmat Effendy. Ia tewasdengan tujuh luka tembak di tubuhnya. Sedangkan pelakupenembakan bernama BrigadirRanggaTianto. Kepala Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sumardji menemuiistri dan keluarga Bripka Rachmat Effendy di rumahnya di Cimanggis.

Kedatangan Sumardji ke kediaman keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa, Jumat (26/7/2019) pagi. Dalam kesempatan itu kata Sumardji, isteri Bripka Rachmat Effendy menceritakan sempat memiliki perasaan tak enak. Saat Bripka Rachmat menindaklanjuti laporan warga untuk membubarkan tawuran pemuda di dekat lapangan tak jauh dari rumah mereka, Kamis (25/7/2019) malam.

"Karena isterinya merasa perasaannya enggak enak, yang mungkin juga firasat, maka isterinya sempat meminta Bripka Rachmat tak usah dulu ikut membubarkan tawuran pemuda," kata Sumardji saat berbincang dengan Warta Kota, Jumat (26/7/2019) malam. Namun kata Sumardji, karena sebagai Ketua Pokdarkamtibmas dan keinginan Bripka Rachmat yang ingin selalu berbuat sesuatu untuk warga, maka permintaan sang isteri tak dianggal serius dan tak diindahkannya. Hingga akhirnya Bripka Rachmat ditembak Brigadir Rangga karena cekcok terkait diamankannya satu pelaku tawuran oleh Bripka Rachmat yakni FZ. FZ diketahui adalah keponakan Brigadir Rangga.

Sumardji, mengatakan sesaat sebelumpenembakanBripka Rachmat sempat memposting foto dan pesan terkait aktivitasnya ketika mengamankan FZ lengkap dengan celurit yang dibawa FZ ke grup WhatsApp rekan kerja di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya. Karenanya Sumardji mengaku sempat menanyakan terkait hal itu. Bahkan dari sedikit penjelasan Bripka Rachmat, informasi yang dikumpulkannya, Bripka Rachmat justru menyelamatkan FZ dari ancaman amukan massa dan warga, dengan membawa FZ ke Mapolsek Cimanggis.

"Kalau si pelaku tawuran itu tidak diamankan dan dibawa Bripka Rachmat ke Polsek Cimanggis, ia bisa dihajar massa dan warga di sana. "Karena warga sudah geram dan kesal dengan aksi tawuran sekelompok anak muda itu. Silakan anda cek ke lapangan, karena ini fakta yang terjadi sebelumnya," kata Sumardji. Karenanya kata dia upaya menyelamatkan FZ ke Polsek Cimanggis dari amukan massa oleh Bripka Rachmat sangat tepat.

Namun ia menyayangkan karena akhirnya upaya penyelamatan Bripka Rachmat justru dibalas 7 tembakan mematikan dari paman FZ yakni Brigadir Rangga. Sumardji menuturan foto dan pesan yang diposting Bripka Rachmat sesaat sebelumpenembakanadalah foto keberhasilan Bripka Rachmat mengamankan satu pelaku tawuran di wilayahnya di Cimanggis. Turut pula dipostingnya senjata tajam berupa celurit yang berhasil ia sit dari si pelaku tawuran.

Dalam postingannya itu, Bripka Rachmat Effendy menuliskan pesan, akan membawa pelaku tawuran dan celurit yang diamankannya ke Mapolsek Cimanggis. Sebab perbuatan para pelaku tawuran sangat membahayakan dan meresahkan warga. "Jadi beberapa saat sebelum kejadian ditembak, Bripka Rachmat sempat posting foto amankan pelaku tawuran dan foto celurit yang disita," kata Sumardji.

Postingan Bripka Rachmat katanya selalu disambut dengan komentar positif dan salut dari rekan kerja di grup WA. Mereka angkat topi terhadap Rachmat yang sangat antusias mengamankan warga dan masyarakat di wilayahnya. "Bukan sekali ini dia posting giat sebagai Ketua Pokdar. Cukup sering juga. Makanya kita salut sama almarhum yang rela setelah pulang kantor malamnya aktid jadi angggota Pokdar monitor wilayahnya," kata Sumardji.

Namun nyatanya kata Sumardji tak disangka, karena giat yang dipostingnya itu lah, penyebab Bripka Rachmat ditembak Brigadir Rangga, personel dari Baharkam Polri, di SPK Polsek Cimanggis, Kamis malam Menurut Sumardji, Bripka Rachmat dikenal sebagai sosok yang memilIIiki integritas tinggi dalam melayani, mengayomi dan membina masyarakat. Sumardji yang merupakan atasan langsung Bripka Rachmat, menilai selama bertugas di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya sebagai staf bagian penomoran kendaraan, tak ada hal negatif atau catatan buruk yang dilakukan Bripka Rachmat.

"Jadi saya tahu benar keseharian dia, karena saya atasannya langsung. Rachmat ini punya rasa tanggung jawab besar dan disiplin dalam bekerja. "Dia punya integritas tinggi dalam pekerjaannya. Dikasih pekerjaan apapun pasti selesai. Ibadah dan sholatnya juga bagus. Karena Rachmat ini kan lama di Brimob. "Dia bertugas di Ditlantas baru sekitar sejak 2015, lalu" kata Sumardji saat berbincang dengan Warta Kota, Jumat (26/7/2019).

Bripka Rachmat diakui Sumardji adalah sosok yang rajin dan memiliki kemauan serta keinginan untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat banyak. "Mengenai keinginan almarhum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat ini, bukan hanya omongan saja. "Contoh dan buktinya dia mau menjadi Ketua Pokdarkamtibmas di Kecamatan Cimanggis dimana ia tinggal," kata Sumardji.

Karenanya kata Sumardji sehabis bekerja di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, malam harinya Rachmat pasti menyempatkan diri memantau lingkunganya sebagai Ketua Pokdarkamtibmas. "Sebagai Ketua Pokdarkamtibmas, Rachmat ini betul betul aktif sekali. Ia sangat menjaga lingkungan dan membela masyarakat di tempat tinggalnya. "Kenapa saya tahu, karena Rachmat ini cukup sering posting di grup WA staf Regident, beberapa aktifitasnya jadi Pokdarkamtibmas seusai pulang kerja," kata Sumardji.

Menurutnya karena kemauan dan keinginan yang kuat berbuat bagi masyarakat, Rachmat rela melakukan kerja ekstra sebagai Pokdarkamtibmas usai pulang kantor. "Kalau tak punya kemauan dan keinginan berbuat bagi masyarakat gak mungkin dia mau capek capek pulang kantor lalu malamnya kerja ekstra lagi sebagai pokdar," kata Sumardji. Karenanya kata Sumardji, apa yang dilakukan Bripka Rachmat patut mendapat apresiasi dari masyarakat atau paling tidak dicontoh.

"Dia benar benar sosok polisi yang mau berbuat bagi masyarakat terutama dalam menjaha keamanan dan ketertiban warga. "Itu makanya dia sempat mengamankan pelaku tawuran yang membawa celurit sebelum jadi korbanpenembakan," papar Sumardji. Sebagai Ketua Pokdarkamtibmas Bripka Rachmat selalu turun langsung ke lapangan jika ada keributan atau ketika dilapori warga ada tawuran atau keributan lain di wilayahnya.

"Ini yang patut dicontoh dari almarhum. Ia selalu ingin mengabdikan dirinya bagi masyarakat," kata Sumardji. Dengan peristiwa ini kata Sumardji ia sangat kehilangan salah satu anak buah terbaiknya. "Kami di subdit regident sangat kehilangan sosok Bripka Rachmat yang memiliki idealisme melayani masyarakat dalam bekerja," katanya.

Juga ia dan jajarannya mengaku sangat berduka cita yang mendalam dengan meninggalnya Bripka Rachmat Effendy. Seperti diketahui Bripka Rahmat Effendy meninggal dengan 7 luka tembakan di tubuhnya. Ia ditembak oleh Brigadir Rangga di SPK di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Kamis malam sekitar pukul 20.50 WIB.

Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan peristiwa bermula saat Bripka Rachmat Effendy menangkap pelaku tawuran berinisial FZ dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis, Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB. Bripka Rachmat yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro. Selain menggiring FZ, Bripka Rachmat yang berpakaian bebas membawa barang bukti celurit yang digunakan FZ untuk tawuran.

Tak lama kemudian, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis. Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir Rangga alias RT yang merupakan paman FZ. Brigadir Rangga juga berpakaian nondinas. Dan Brigadir RT sama sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

Setelah bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta ke Bripka Rachmat agar FZ jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya. Akan tetapi, permintaan Brigadir RT ditolak Bripka Rachmat dan dianggap dengan nada bicara yang tinggi. "Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan polisi.

Hal itu rupanya membuat Brigadir RT naik pitam. Dalam kondisi emosi, Brigadir RT ke ruangan sebelah mengeluarkan senjata apinya dan langsung menghampiri Bripka Rachmat.di ruangan SPK. Ia lalu menembak Bripka Rachmat sebanyak tujuh kali.

Peluru bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat hingga korban tewas seketika. Senjata api yang digunakan Brigadir Rangga menghabisi nyawa Bripka Rachmat adalah HS 9, senapan genggam semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri.

Metropolitan

Solusi Atasi Sampah Sungai & Memanfaatkannya Jadi Sumber Energi Alternatif

Avatar

Published

on

Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) menjadi inisiator program pengolahan sampah Sungai menjadi energi dalam bentuk briket/pelet yang disebut Tempat Olahan Sampah Sungai Gerakan Ciliwung Bersih (TOSS GCB). Briket/ Pelet tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar sehari hari sebagai pengganti minyak tanah bahkan LPG, baik untuk keperluan warung hingga industri yang menggunakan boiler seperti pabrik tekstil, pupuk, dan pembangkit listrik. Secara khusus, program ini dirancang untuk mengolah sampah Sungai menjadi listrik dan diperuntukkan bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Ciliwung dengan produk akhirnya adalah syntetic gas (syngas) yang mampu menjadi substitusi bahan bakar untuk genset/diesel.

Listrik yang dihasilkan dari unit instalasi TOSS GCB ini akan digunakan mengoperasikan mesin pompa dan penjernihan air Sungai sehingga laik untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Sasaran utama dari program ini adalah upaya meningkatkan kualitas air sungai dan mengembalikan fungsi sungai sebagai bahan baku air bersih. Hal ini dapat diwujudkan dengan mereplikasi unit TOSS GCB agar di setiap lokasi Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) sehingga memiliki fasilitas MCK sekaligus mengolah dan memanfaatkan sampah di sekitarnya menjadi energi listrik untuk mengoperasikan instalasi TOSS GCB tersebut.

TOSS GCB adalah suatu program kolaboratif antara GCB dengan Pemerintah pusat melalui kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Pemprov DKI Jakarta; PT PLN (Persero) yaitu PT Indonesia Power; Badan Usaha Milik Daerah melalui PDAM DKI Jakarta; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) danstartup company di bidang supply value chain energi baru dan terbarukan bernama comestoarra.com. Program ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M.R. Karliansyah pada 27 Juni 2020. Ketua GCB, Peni Susanti, tujuan didirikan GCB adalah untuk menggalang kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian aliran Sungai Ciliwung.

Organisasi nirlaba yang didirikan pada 1989 ini juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi dan wisata (edu wisata) bagi masyarakat luas khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Peni menambahkan bahwa Sungai Ciliwung telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum. Sayangnya, Sungai Ciliwung yang diharapkan mampu menjadi salah satu simbol dan etalase kota Jakarta telah tercemar oleh sampah, baik plastik, domestik rumah tangga, dan juga biomassa.

Melalui program TOSS GCB, Peni berharap agar seluruh stakeholders di sepanjang aliran Sungai Ciliwung mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung sebagai sumber air bersih sehingga usaha yang selama ini dilakukan terbatas pada kegiatan pembersihan sampah yang telah masuk Sungai, akan ditingkatkan menjadi usaha pencegahan dan pendidikan yang dilakukan oleh setiap komunitas KPC agar masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai, tapi ke unit unit TOSS GCB. Dengan berkurangnya sampah yang masuk Sungai, maka pemulihan air sungai sebagai bahan baku air bersih akan menjadi lebih cepat. Bahkan, masyarakat sepanjang Sungai juga akan mendapat manfaat dari air bersih yang berasal dari Sungai yang telah dijernihkan menggunakan energi yang berasal dari sampah sungai itu sendiri.

Sebagai perusahaan swasta yang turut mengembangkan Program TOSS GCB, Head of Corporate Communications Division PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana mengatakan peran aktif Indofood terhadap pelestarian lingkungan terangkum dalam program Corporate Social Responsibility, Protecting The Environment. Indofood mendukung berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, khususnya upaya pengelolaan sampah, terlebih jika upaya dilakukan dengan mengusung pendekatan ESR atau Extended Stakeholder Responsibility. Pendekatan ini memungkinkan semua pihak bergotong royong sesuai kapasitas dan kompetensinya masing masing sehingga menghasilkan dampak yang lebih signifikan. TOSS GCB ini adalah salah satu inisiatif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung yang memiliki fungsi penting bagi Jakarta.

Diharapkan dengan semakin banyaknya TOSS di sepanjang Sungai Ciliwung, masyarakat dapat lebih teredukasi untuk menjaga kebersihan sungai. Jika ada sampah yang terkumpul, dapat diolah menjadi hal hal yang memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Sekaligus akan mengurangi sampah sampah tersebut mengalir ke laut. Penanganan sampah khususnya di daerah ibukota umumnya memakai metode 3P (pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan). Seiring berjalannya waktu, maka banyak teknologi untuk mengolah sampah tersebut, diantaranya metoda kompos, black soldier fly (Hermetiaillucens), digester, hingga daur ulang sampah plastik.

Tetapi untuk sampah Sungai, terdapat kendala di sisi pengumpulan dan pengangkutan sampah terutama bila sampah tersebut berjenis biomassa dengan dimensi besar dan padat sehingga pengolahannya menjadi tantangan tersendiri. Menurut Ahmad Jidon, pengawas Sungai Ciliwung di wilayah tanah abang, sebagian besar sampah adalah kiriman dengan jenis biomassa seperti kayu, bambu, dan belukar rerumputan. Dengan program TOSS GCB yang membutuhkan bahan baku dari sampah biomasa , permasalahan tersebut bisa terjawab bahkan bisa memberikan nilai tambah berupa energi panas dan energi listrik, sehingga sampah tidak mengalir dan menumpuk di hilir Sungai.

Setidaknya program TOSS GCB akan memberikan 3 (tiga) manfaat utama. Pertama, adalah MCK sehingga mampu meminimalisir pendangkalan sumur akibat eksplorasi air tanah yang sangat besar. Kedua adalah memanfaatkannya untuk mencuci mesin, perkakas, kendaraan. Ketiga, menyiram tanaman dan mampu menjadi sumber air untuk pertanian sayur mayur ramah lingkungan pada instalasi vertikultur. TOSS GCB adalah konsep pengolahan sampah (rumah tangga dan biomassa) berbasis komunitas/masyarakat yang digagas oleh Supriadi Legino dengan menggunakan teknologi peuyeumisasi (Biodrying), hasil karya inovasi Sonny Djatnika Sundadjaja.

Proses TOSS GCB dimulai dengan memasukkan sampah kedalam box bambu berukuran 2×1,25 x1,25 m3 (setara dengan 1 ton sampah) tanpa perlu pemilahan yang merepotkan. Sampah dalam bambu tersebut kemudian disiram dengan biokativator yang akan membuat sampah menyusut hingga 50 persen dan mengering dengan tingkat moisture dibawah 20 persen dalam waktu 7 hari. Selanjutnya sampah yang telah melalui proses peuyeumisasi tersebut siap untuk dijadikan bahan baku energi berupa briket/pelet dengan nilai kalori setara dengan batu bara. Supriadi mengatakan bahwa briket/pelet adalah produk batu bara nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku campuran batu bara dalam industri, terutama kaitannya dengan pembangkit listrik.

Saat ini PLN sudah menerbitkan peraturan direksi untuk penggunaan biomasa sebagai cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap dengan persyaratan teknik dan lingkungan yang ditentukan. Namun, sambal menunggu adanya aturan trading briket/pelet dari pemerintah, briket/pelet TOSS GCB dapat digunakan untuk oleh masyarakat setempat melalui KPC dengan mengkonversi menjadi syngas melalui proses gasifikasi. Supriadi menekankan bahwa syngas mampu menjadi substitusi bensin pada genset atau solar pada mesin disel, dan listriknya bisa untuk menjernihkan air untuk keperluan MCK dan kebutuhan lain berbasis listrik.

TOSS GCB yang merupakan karya anak bangsa ini juga memiliki nilai luhur bagi masyarakat, komunitas, Pemerintah, dan perusahaan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan karena selain dapat mengurangi penggunaan energi fosil, TOSS juga bisa menjadi alternatif solusi permasalahan sampah yang kritis karena terbatasnya kapasitas TPA. Hal ini merupakan kontribusi besar untuk mengurangi emisi Green House Gasses (GHG) atau gas rumah kaca (GRK) karena berkurangnya gas methan yang berasal dari tumpukan sampah di TPA.

Dari sisi sosial, model TOSS GCB yang sepenuhnya menggunakan teknologi dan peralatan dalam negeri tersebut dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan membuka lapangan kerja baik sebagai operator unit unit TOSS GCB maupun industri pendukungnya. Peni dan Supriadi berharap agar program TOSS GCB mampu direplikasi oleh seluruh komunitas di sepanjang aliran Sungai Ciliwung dengan dukungan penuh dari Pemerintah pusat, Pemerintah provinsi, serta Badan Usaha. Dalam pengembangannya,

Continue Reading

Metropolitan

Dilecehkan Paman & Kekasih 5 Bulan Kini Hamil 3 Fakta Baru Remaja Bunuh Bocah di Sawah Besar

Avatar

Published

on

Kasus pembunuhan bocah 5 tahun yang mayatnya disimpan di dalam lemari oleh seorang siswi SMP menguak fakta baru. Sosok pelaku, NF (15) ternyata merupakan korban pelecehan seksual. Bahkan, NF kini tengah mengandung anak hasil pelecehan seksual yang dilakukan tiga orang terdekatnya.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung. AKBP Tahan Marpaung menuturkan,polisi telah menetapkan tiga tersangka pemerkosaan terhadap NF. Ia mengatakan, pelaku pemerkosaan terhadap NF adalah dua pamannya dan kekasihnya.

"Betul (pelaku pemerkosaan adalah paman dan kekasihnya)," jelas Tahan, Kamis (14/5/2020), dikutip dari . Tahan menyebut, penyidikan kasus pemerkosaan itu sudah rampung. Berkas perkara ketiga tersangka juga sudah lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ungkap Tahan Marpaung. Dengan demikian, NF berstatus sebagai tersangka pembunuhan dan korban pelecehan seksual. Kini, NF tengah menjalani layanan rehabilitasi di Panti Sosial Balai Anak Handayani, Cipayung, Jakarta Timur.

Mengutip dari , NF menjalani rehabilitasi sembari menunggu proses peradilan. Namun, NF yang saat ini menjalani rehabilitasi justru tengah berbadan dua. Bahkan usia kandungannya sudah memasuki usia 3,5 bulan.

Sementara itu, Tahan menyampaikan, tentang aksi bejat yang dilakukan ketiga pelaku terhadap NF. Ketiganya melakukan pemerkosaan terhadap NF sebelum peristiwa pembunuhan sadis itu berlangsung. Tahan menambahkan, hal ini terungkap berdasarkan pemeriksaan keterangan yang disampaikan oleh NF.

"Itu kami baru ungkap dari keterangan si NF," kata Tahan Marpaung. "Saat pemeriksaan," sambungnya. Kasus pembunuhan yang dilakukan NF tersebut sempat mengagetkan publik.

NF tega menghabisi nyawa bocah berumur 5 tahun yang berinisial APA. Kasus pembunuhan ini terungkap dari pengakuan NF sendiri yang mendatangi Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (5/3/2020). NF telah melakukan pembunuhan terhadap seorang anak dan mayatnya disimpan di dalam lemari kamarnya.

Secara sadis NF membunuh tetangganya itu dengan cara dimasukkan ke dalam air.

Continue Reading

Metropolitan

Serikat Buruh Pasang Spanduk Aspirasi hingga Gelar Bansos Polda Metro Sebut Tak Ada Demo

Avatar

Published

on

Tanggal 1 Mei biasa diperingati hari buruh internasional. Pada hari itu, biasanya sejumlah elemen ataupun serikat buruh turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Namun di tengah pandemi Corona, diperkirakan tak ada buruh yang menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan. Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

"Sampai dengan saat ini belum ada pengajuan kegiatan keramaian ya. Tetapi berdasarkan hasil koordinasi dan komunikasi kami dengan semua teman teman dari serikat buruh, serikat buruh tidak ada yang turun ke jalan dalam hari May Day ini," kata Yusri Yunus kepada awak media, Jumat (1/5/2020). Namun demikian, Yusri tidak menampik bahwa ada sejumlah buruh yang akan melakukan aksi simbolik dengan memasang spanduk di pabrik ataupun tempat mereka bekerja. Nantinya, spanduk itu berisikan tuntutan dan harapan dari kalangan buruh.

"Pemasangan spanduk di kantornya masing masing, tetapi tetap mereka lakukan dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan sesuai aturan protokol kesehatan. Jaga physical distancing yang ada," ungkapnya. Tak hanya itu, Yusri mengatakan, para buruh juga menggantikan aksi demonstrasi dengan kegiatan bantuan sosial (Bansos). Rencananya, ada sejumlah buruh yang akan melakukan bagi bagi masker di tengah Covid 19.

"Mereka juga melakukan kegiatan bansos itu yang kita apresiasi. Mereka ada yang lakukan kegiatan bagi bagi masker kepada masyarakat di pinggir jalan. Tetapi mereka tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang ada," jelasnya. Lebih lanjut, Yusri mengapresiasi serikat buruh yang tidak menggelar aksi demonstrasi di tengah Covid 19. "Alhamdulilah mereka bisa mengerti dan memahami. Suatu apresiasi buat teman teman buruh. Mereka memahami bahwa pandemi Covid 19 sangat berbahaya, ini adalah musuh bersama," ujarnya.

Continue Reading

Trending