Connect with us

Kesehatan

Saat di Dalam Kandungan, Sungadi Pemuda Berbobot 1,4 Kuintal Sempat Dikira Bayi Kembar

Avatar

Published

on

Orangtua pemuda obesitas yang memiliki bobot seberat 140 kilogram atau 1,4 kuintal, Sungadi (21) dari Kabupaten Sragen, mengira akan mendapatkan anak kembar kala itu. Ayah Sungadi, Suwarno (59) mengira bakal dikaruniai bayi kembar saat istrinya Tukiyem (58) mengandung Sungadi pada 21 tahun silam. Suwarno menceritakan, waktu itu dokter kandungan bahkan sempat mengutarakan istirnya kemungkinan akan melahirkan bayi kembar.

"Perut istri saya besar sekali pada waktu mengandung Sungadi," imbuhnya membeberkan. Ternyata, perkiraan itu tidak terbukti karena Tukiyem tidak melahirkan bayi kembar. "Ya, Sungadi itu yang kemudian lahir dengan bobot 4,8 kilogram," terang Suwarno berkelakar.

"Saya sampai terheran melihat ukurannya yang besar sekali itu saat lahiran," jelas dia. Suwarno kemudian mengatakan, keanehan Sungadi lahir seperti layaknya bayi normal meskipun saat itu kandangan istrinya sangat besar. "Alhamdullilah dia (Sungadi) langsung nangis, setelah lahir," terang Suwarno.

Suwarno menambahkan, Sungadi tidak pernah mau lepas darinya. "Dia itu tidak bisa lepas dari saya, sekalinya lepas, dia marah marah," aku dia. Hal itu terjadi saat Sungadi diboyong oleh kakak keduanya bersama Tukiyen ke Ibu Kota Jateng, Semarang.

"Itu sekitar usia tiga tahun, dia marah marah pukul 03.00 WIB pagi," terang Suwarno. "Kaca kaca sampai dipukuli supaya permintaannya pulang ke rumah dikabulkan karena ingin bersama bapaknya," ujar dia. Sebelumnya, pemuda bernama Sungadi (21) dari Kabupaten Sragen menggemparkan jagad media sosial (medsos) karena memiliki bobot seberat 140 kilogram atau 1,4 kuintal.

Berat badan yang tidak biasa akibat obesitas itu, bahkan membuat putra kelima pasangan Suwarno (59) dan Tukiyem (58) kemudian viral. Sungadi tinggal di sebuah rumah bersama keluarganya di Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Sragen. Rumah orangtuanya yang berukuran sekitar 5×13 meter itu, tampak sederhana dan masih beralaskan tanah.

Bahkan seluruh dinding rumahnya, hanya berupa anyaman bambu wulung dan kayu. Dia biasanya rebahan di depan ruang tamu yang diberi alas kasur kapuk untuk menonton televisi yang masih berjenis tabung usai menyelesaikan kegiatan sehari hari. Tidak jarang sembari menikmati pagi dan sore, Sungadi duduk duduk di depan pintu semberi melepas bajunya sehingga bobot badannya terlihat jelas.

Ternyata bobot Sungadi sejak kecil tak biasa jika dibandingan anak lainnya, karena pada usia 8 tahun bobotnya sudah mencapai 114 kilogram atau 1,14 kulintal. "Lha bobot saat lahir di Puskesmas Buras sudah 4,8 kilogram," ungkap dia. (Adi Surya Samodra)

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Kesehatan

7 Cara Mengatasi Stres dan Kecemasan Supaya Tidak Berlarut, Yuk Coba Sendiri!

Avatar

Published

on

Gangguan kesehatan mental masih jarang diperhatikan. Stres dan kecemasan berlebih sering terjadi pada masyarakat modern. Supaya nggak berlarut, ini 7 cara untuk mengatasi stres dan kecemasan.

Gejala kecemasan banyak dialami masyarakat modern. Dampak dan gejalanya berbeda beda pada setiap orang. Menurut National Institute of Mental Health, beberapa gejala yang biasa muncul antara lain rasa lelah, sulit konsentrasi, kurang tidur, jantung berdebar, hingga gemetar.

Ada banyak cara untuk mengobati masalah kecemasan. Cara terbaiknya adalah berkonsultasi dengan profesional bidang kesehatan untuk mencari pengobatan yang pas. Namun, jika belum mendapatkan akses untuk terapis atau alasan lainnya, ada tujuh hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan:

Neuropsikolog dan anggota fakultas di Colombia University, New York, Sanam Hafeez, PsyD, menyarankan untuk membuat daftar hal hal yang kamu syukuri dalam hidup. Cara ini bisa membantu mengangkat suasana hati dan menyingkirkan pikiran negatif yang berkaitan dengan kecemasan. Bermeditasi adalah cara lain yang disarankan terapis untuk mengatasi masalah kecemasan.

Pendiri Renewal Therapy, Natassja Marshall, PhD, LCP mengatakan, kita bisa mengunggah aplikasi meditasi dan memanfaatkannya sebagai langkah awal mengatasi kecemasan. Marshall merekomendasikan setidaknya meluangkan waktu bermeditasi sekitar 20 menit setiap harinya untuk menurunkan gejala kecemasan dan memperbaiki emosi. Jika kamu tidak terlalu suka meditasi dan tidak punya akses bertemu terapis, strategi pernafasan mungkin bisa menjadi cara mengurangi gejala kecemasan.

"Cara ini sangat membantu bagi orang orang yang mempraktikannya ketika mereka tidak merasa cemas." "Sehingga kita lebih siap untuk menerapkannya ketika menghadapi kecemasan, saat adrenalin dan emosi sangat tinggi," kata Pendiri Lauren Mosback Conseling Service, Lauren Mosback. Teknik pernafasan pertama yang direkomendasikannya adalah pola pernafasan 4 7 8.

Tarik nafas perlahan selama empat detik, tahan selama tujuh detik, lalu buang selama delapan detik. Ulangi teknik ini sebanyak 4 5 kali. Teknik pernafasan lainnya yang direkomendasikan adalah teknik grounding 5 4 3 2 1. Teknik grounding akan membantu kita keluar dari pikiran pikiran cemas di masa lalu atau masa depan dan lebih fokus pada hal yang terjadi saat itu.

Caranya, lihatlah ke sekitar dan buat daftar lima hal yang kamu lihat. Lalu, buat daftar tentang empat hal yang kamu rasakan (misalnya rambut, karpet). Lalu tiga hal yang kamu dengar (misalnya suara burung, suara nafas), dua hal yang bisa kamu hirup (misalnya parfum, lilin), serta satu hal yang bisa kamu rasakan. Strategi ini membantu individu lebih mampu mengontrol sekitarnya sekaligus diri sendiri, serta fokus pada apa yang fisik mereka rasakan, alih alih terperangkap pada pikiran pikiran yang mencemaskan.

Sementara pendiri T.H.R.I.V.E Behavioral Health and Consulting, LaQuista Erinna, PhD, LCSW, merekomendasikan teknik pernafasan four square. Dalam menjalankan teknik itu, kita diharuskan menarik nafas selama empat detik, membuang nafas selama empat detik, menarik nafas lagi selama empat detik, dan membuangnya selama empat detik. Melakukan relaksasi otot juga bisa menjadi cara menghilangkan kecemasan.

Mulailah dari bagian kaki, secara perlahan remas otot otot pada bagian tersebut, kemudian lepas perlahan. Kemudian, remas otot otot besar pada bagian betis selama lima detik, lalu lepaskan. Selanjutnya, remas otot otot paha selama lima detik, lalu lepaskan. Lakukan hingga otot di seluruh tubuh mendapatkan bagian dan mendapat efek relaksasi, seperti quad, oblique, lengan bawah, hingga trisep.

LaQuista Erinna menyarankan metode A B C D, sebuah metode "check in" mental yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi masalah kecemasan. A: Aware atau sadarilah kecemasan yang kamu rasakan. B: Be with your feelings usahakan merasakan rasa kecemasan tersebut dan hadir dalam waktu saat ini.

C: Check periksa pesan pesan yang ingin disampaikan lewat gejala kecemasan tersebut. Apa yang membuatmu cemas? Kapan kecemasan itu muncul? D: Decide memutuskan apa yang harus dilakukan. Apakah cukup dengan mengenali perasaannya atau harus bergerak mencari solusi? Hal ini terasa seperti mengundang kecemasan yang lebih parah. Namun, menurut Pendiri Baltimore Therapy Group. Heather Z. Lyons, PhD, cara ini bisa sangat membantu.

Alih alih membiarkan pikiran kecemasan masuk mengganggu hari hari kita yang lain dan membuat tidur terganggu, kita bisa mengatur waktu spesifik. Pilihlah durasi yang spesifik pula untuk membiarkan rasa khawatir itu hadir, hanya pada waktu tersebut. Jika kekhawatiran muncul di luar waktu tersebut, Heather merekomendasikan untuk menuliskan pikiran pikiran itu, dan kembali memikirkannya pada waktu khawatir yang telah dialokasikan.

"Waktu khawatir bekerja karena adanya mekanisme psikologi yang disebut kontrol stimulus. Ketika kita mengalokasikan waktu tertentu untuk khawatir." "Kita menghentikan otak kita terstimulasi dengan rasa khawatir sebagai respons dari pemicu, seperti lewat orang tertentu atau tempat spesifik," kata dia. Menurut LaQuista Erinna, selama waktu tersebut tulislah hal hal yang membuatmu khawatir dalam sebuah jurnal.

Ketika kembali ke waktu khawatir, lihatlah kembali jurnal tersebut. Ini penting untuk melihat dan mengakui kepedulian kita akan sesuatu. Sanam Hafeez mengatakan, menulis jurnal bisa membantu merekam hal hal yang kita rasakan dari hari ke hari. Hal ini bisa membantu diri kita mengovservasi perasaan dan kondisi apa saja yang memicu kecemasan sehingga kita bisa mencari cara mengatasinya.

Perlu diingat, metode metode ini hanyalah langkah awal untuk mengatasi kecemasan dan tidak bermaksud untuk menggantikan standar pelayanan kesehatan mental. Jadi, jika kamu masih merasakan kecemasan yang parah, usahakan berkonsulasti dengan spesialis seperti psikolog atau psikiater. Jangan biarkan masalah kecemasan terjadi berlarut demi kesehatan mentalmu.

Continue Reading

Kesehatan

Kemal Mochtar Pilih Diet Makanan Dibanding Olahraga untuk Langsingkan Tubuh

Avatar

Published

on

Kemal Mochtar lebih memilih diet menjaga makanannya dibanding berolahraga pada awal dirinya berjuang melangsingkan tubuhnya yang bongsor. Memiliki berat badan lebih dari 120 kilogram, Kemal mangaku kegiatan berolahraga akan berbahaya untuk dirinya. "Saya nggak banyak olahraga padahal berat badan saya 120 kilogram saya nggak bisa olahraga macem macem. Mau lari tulang saya bisa kena karena beban, sepedahan juga nggak bisa," kata Kemal Mochtar di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019).

"Lompat lompatan yang lagi rame fitnes fitnes yang hard traningnya kenceng itu saya juga nggak bisa, jadi yang saya bisa cuman jalan kaki, jalan kakinya doang itu bisa saya lakukan setiap hari," terangnya. Sepemahaman dirinya, menjaga pola makan jauh lebih memberikan efek untuk menurunkan berat badan. Dibanding dengan berolahraga. "Olahraga itu cuma 30% mungkin bahkan 20% sisanya adalah makan," terangnya.

Kemal Mochtar sempat membuat heboh lantaran berhasil menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Berat badan sebelumnya adalah 120 kilogram, dan berhasil menurunkan berat hingga mencapai 69 kilogram.

Continue Reading

Kesehatan

Kisah Diet Penyiar Radio Kemal Mochtar, Ini Triknya Turunkan Berat Badan Dari 120 Kg Jadi 69 Kg

Avatar

Published

on

Penyiar radio, Kemal Mochtar ceritakan pengalaman dietnya dalam festival kesehatan, Zurich Health Festival. Kemal menceritakan bagaimana ia bisa menurunkan puluhan kilo dalam waktu satu tahun. Dirinya mengatakan untuk bisa menurunkan berat badan seperti dirinya, tak bisa dilakukan hanya dalam waktu seminggu atau dua minggu.

"Kenapa bisa begini karena usaha nurunin berat badannya emang nggak main main, butuh konsistensi. Jadi nurunin berat badannya itu nggak bisa cepat 2 minggu atau 3 minggu," ujar Kemal Mochtar dalam acara Zurich Health Festival di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019). Cara Kemal menurunkan diet dari yang sebelumnya 120 kilogram hingga sekarang menjadi 69 kilogram adalam dengan menjaga pola makan. Ia menjaga makan dengan pengawasan dari dokter gizi. "Kalau gua jaga makan dan yang pasti harus ada pengawasan dokter. Setiap dua minggu sekali gua rutin," ucap Kemal.

"Karena Kemal yang datang pertama kali dengan berat 120 kilo, kemudian dua minggu kemudian turun lets say 5 10 kilo, itu udah jadi Kemal yamh berbeda," lanjutnya. Keberhasilam Kemal dalam menurunkan berat badan hingga puluhan kilo. Membuat Zurich Health Festival mengundangnya sebagai pembicara. Budi Darmawan selaku Chief Ditribution menuturkan pemilihan Kemal sebagai sati di antara pembicara karena pengalamannya yang bisa dishare dan dicontoh masyarakat.

"Pertama mereka selebriti kemudian mereka sudh hidup sehat. Ketika sudah hidup sehat dan selebriti jadi mudahkan orang untuk memberi contoh ke masyarakat. Acara ini merupakan puncak dari kampanye Zurich Critical Advantage," ujar Budi Darmawan. Selain Kemal, Zurich Health Festival mengundang Widi Mulia, dan Laila Munaf

Continue Reading

Trending