Connect with us

Techno

Resmi Meluncur Jadi Ponsel Kedua Di Indonesia Dengan Kamera 64 Mp Spesifikasi Dan Harga Realme Xt

Avatar

Published

on

Realmesecara resmi telah merilis Realme XT, ponsel dengan kamera 64 MP, pada Rabu (23/10/2019). Realme XT dibekali dengan Quad Camera 64 MP yang diklaim sanggup menghasilkan foto berkualitas dan detail tajam. Ini menjadi ponsel kedua dengan kamera 64 MP kedua yang masuk di Indonesia setelah sebelumnya ponsel Redmi Note Pro beberapa waktu yang lalu juga telah diperkenalkan.

Mengutip laman resmi Realme, 64MP quad camera dikalim dapat mengambil foto dengan resolusi 9216×6912. Ukuran foto ini 4x lebih besar dari foto yang diambil menggunakan kamera 16MP, menghasilkan foto yang lebih jelas dan detil meskipun saat diperbesar. Selain kamera 64 MP, Tiga kamera belakang lainnya mencakup kamera ultrawide 8MP, kamera macro 2MP dan kamera depth sensor 2MP.

Kamera 64MP di Realme XT ini memiliki ukuran sensor yang lebih besar dari realme 5 Pro. Di klaim sebagai smartphone terlengkap dengan harga tersebut, ponsel ini menggunakan chipset snapdragon 712 dengan disokong RAM hingga 8 GB dan media menyimpanan internal sebesar 128 GB. Mengutip GSM Arena , Realme XT hadir dengan Android 9 Pie yang dipasangkan dengan Realme's Color OS 6.0.

Baterai sebesar 4.000 mAh akan didukung dengan pengisian 20W VOOC 3.0. VOOC Flash Charge 3.0 dengan daya 20W, diklaim hanya membutuhkan 80 menit untuk pengisian penuh. Selain itu juga ada fitur penghemat daya layar dan AI cooling yang diklaim dapat mengurangi konsumsi daya dan memperpanjang umur baterai.

Layar ponsel ini juga telah menggunakan layar Super AMOLED dengan ukuran berbentang 6,4 inci dengan resolusi FHD Plus. Bagian depan dan belakang juga telah dilapisi Gorilla Glass 5. Realme XT dibanderol dengan harga Rp 3.999.000 (4/128 GB) dan Rp 4.499.000 (8/128 GB) di pasar Indonesia.

Realme XT (4/128 GB)bisa di e commerce Shopee mulai, Rabu (23/10/2019) dengan harga Rp 3.799.000. Sementara varian Realme XT (8/128 GB) bakal tersedia mulai 2 November mendatang. Gorilla Glass 5 depan dan belakang, bingkai plastik

6,4 inci AMOLED, 19,5: 9, 1080p +, 402ppi Sensor Samsung ISOCELL 64MP Primer Bright GW1 Quad Bayer 1 / 1.72 ", lensa 0.8μm, f / 1.8; 119.8 sudut ultra lebar kamera 8MP; kamera makro 2MP; sensor kedalaman 2MP; lampu kilat LED, flash, rekaman video 2160p @ 30fps , EIS Sensor 16MP 1/3 ", lensa 1.0μm, f / 2.0; video 1080p, EIS

Snapdragon 712: CPU octa core (Kryo 360 Gold 2×2.2 GHz & Kryo 360 Silver 6×1.7 GHz), GPU Adreno 616 4/6 / 8GB RAM, 64 / 128GB UFS 2.1 penyimpanan; slot microSD khusus untuk ekspansi hingga 256GB Android 9.0; Warna OS 6.0 Realme Edition di atas

4,000mAh, 20W VOOC 3.0 charging Dual SIM (4G), Bluetooth 5.0, Wi Fi a / b / g / n, USB C Putih Mutiara, Biru Mutiara

Pembaca sidik jari optik di bawah tampilan

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Techno

dari dari Galaxy A10s dengan Harga Rp 1 Jutaan Harga HP Samsung Bulan Oktober 2019

Avatar

Published

on

Berikut daftar harga HP Samsung di bulan Oktober 2019, yang dapat kamu simak pada artikel ini. Dalam harga HP Samsung bulan Oktober 2019, ada ponsel Galaxy A10s yang harganya dimulai dari Rp 1 jutaan saja. Perusahaan smartphone asal Korea Selatan, Samsung adalah perusahaan pembuat ponsel yang selalu mengeluarkan produk produkterbaru dan tercanggih tiap tahunnya.

Saat ini Samsung merupakan salah satu diantara brand ponsel yang menjadi primadona di Indonesia. Terlebih, Samsung kembali mengeluarkan smartphone terbaru mereka, yakni Galaxy A70s. Akan tetapi, untuk Samsung Galaxy A70s sendiri masih belum diketahui kapan akan dirilis di Indonesia.

Untuk urusan harga, di India, Samsung Galaxy A70s dibanderol dengan harga 28.999 Rupee (Rp 5,8 juta) untuk varian 6 GB/128 GB dan 30.999 Rupee (Rp 6,2 juta) untuk varian 8 GB/128 GB. Untuk mengetahui berapa harga HP Samsung di bulan Oktober 2019, alangkah baiknya kamu melihatnya pada daftar di bawah ini. Samsung Galaxy A10s (2/32 GB) Rp 1,7 jutaan

Samsung Galaxy A20 (3/32GB) Rp 2,2 jutaan Samsung Galaxy A20s (3/32GB) Rp 2,3 jutaan Samsung Galaxy A20s (4/64GB) Rp 2,6 jutaan

Samsung Galaxy M20 (3/32GB) Rp 2,6 jutaan Samsung Galaxy A30 (4/64GB) Rp 3,2 jutaan Samsung Galaxy A30s (4/64GB) Rp 3,1 jutaan

Samsung Galaxy A50s (4/64GB) Rp 4 jutaan Samsung Galaxy A50s (6/128GB) Rp 4,6 jutaan Samsung Galaxy A70 (6/128GB) Rp 5,5 jutaan

Samsung Galaxy A70 (8/128GB) Rp 5,9 jutaan Samsung Galaxy A80 (8/128GB) Rp 8,9 jutaan Samsung Galaxy S10e 128GB Rp 10 jutaan

Samsung Galaxy S10 128GB Rp 12 jutaan Samsung Galaxy Note9 (6/128GB) Rp 12,6 juta Samsung Galaxy S10+ 128GB Rp 13 jutaan

Samsung Galaxy Note9 (8/512GB) Rp 16,8 jutaan Samsung Galaxy S10+ 512GB Rp 17,3 jutaan Samsung Galaxy S10+ 1TB Rp 22,4 jutaan

Continue Reading

Techno

Epson Tunjukan Teknologi Digital Printing Pada Gelaran Jakarta Fashion Week

Avatar

Published

on

Epson berkolaborasi dengan tiga desainer dalam pehelatan Jakarta Fashion Week 2020 yang digelar pada 22 28 Oktober, di Senayan City, Jakarta Pusat. Ketiga desainer ini yaitu, Atmosyamsurimuda, Kle, dan Cottonink, yang dimana desain produk mereka dicetak menggunakan produk Epson. Koleksi produk para desainer ini menggunakan printer digital textile Epson Dye Sublimation Surecolor F Series, dengan teknologi PresicionCore.

Selain itu mereka juga menggunakan printer direct to garment Epson SureColor SC F2130, yang mampu merealisasikan warna wara solid dan menghasilkan gradasi warna. Product Marketing Commercial & Industry Manager PT Epson Indonesia, Lina Mariani mengatakan, kolaborasi ini menunjukan bahwa Epson sangat mendukung fashion di Indonesia dengan teknologi yang dimiliki Epson. "Teknologi printer Epson mampu menerjemahkan ide desainer menjadi nyata, serta mengekspresikan kreatifitas mereka," ucap Lina pada konferesni pers Epson, di Jakarta Fashion Week. Selasa (22/10/2019).

Dengan solusi Dye Sublimation, Direct to Garment, hingga Direct to Fabric printet Epson mampu memproduksi warna yang hidupm, dan menerjemahkan desain dengan presisi. Lina menyebutkan, dengan solusi yang ditawarkan printer Epson dalam mencetak desain diatas kain, diharapkan dapat menumbuhkan industri fashion. Desainer Cotton ink, Ria Sarwono mengatakan, hasil cetak menggunakan printer Epson dapat menghasilkan warna bright and vibrant pada hasil cetak.

"Solusi yang ditawarkan teknologi printer Epson membuat kami para desainer dapat mencetak pada berbagai jenis bahan, sehingga membuat koleksi kami menjadi lebih menarik," ujar Ria.

Continue Reading

Techno

Bagaimana Nasib GOJEK di Masa Depan? Usai Ditinggal Nadiem Makarim

Avatar

Published

on

CEO sekaligus co founder GoJek, Nadiem Makarim melepas segala posisi dan kewenangannya di GoJek. Hal itu ia sampaikan setelah menyanggupi tawaran Presiden Joko Widodo untuk masuk dalam Kabinet Kerja Jilid 2. Posisinya di perusahaan bakal digantikan oleh Andre Soelistyo, Presiden GoJek Group yang kini menjabat sebagai CEO, dan Kevin Aluwi, co founder GoJek yang sekarang berperan selaku co CEO.

Ke depan, bagaimana nasib GoJek pasca ditinggal Nadiem? Seorang eksekutif senior dari firma ekuitas yang menanam modal di GoJek mengatakan bahwa mundurnya Nadiem sebenarnya merupakan hal positif bagi startup bernilai di atas 10 miliar dollar AS itu. "Nadiem menjadi wajah GoJek selama ini, namun dalam menggerakan tujuan perusahaan, Kevin dan Andre adalah orang orang operasional di balik layar," kata sang eksekutif yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Dia menambahkan bahwa pihak GoJek telah memberitahukan kepada investor tentang perubahaan yang mungkin terjadi di struktur perusahaan, terkait bergabungnya Nadiem dengan pemerintah. Posisi Nadiem sendiri di kabinet masih belum diketahui dan kemungkinan baru akan diumumkan pada Rabu besok. Ada dugaan bahwa dia akan menjabat di Kementerian Pendidikan atau Kementerian Ekonomi Digital yang berkaitan dengan lingkupnya selama ini.

Winston Cheng, mantan presiden internasional JD.com yang juga pernah menjabat sebagai dewan direksi GoJek pada tahun 2018, turut menyambut baik masuknya Nadiem ke jajaran pemerintahan Indonesia. Dihimpun dari Reuters , Selasa (22/10/2019), Cheng berpendapat Nadiem bisa membantu mengatasi kendala yang dihadapi para entrepreneur teknologi dalam hal regulasi, infrastruktur, dan kekurangan tenaga kerja IT di Tanah Air. "Memiliki pemimpin seperti Nadiem di dalam teknologi dan pendidikan yang berperan di pemerintahan akan menjembatani gap antara kebijaan publik dan industri untuk mengakselerasi pengembangan industri teknologi di Indonesia," jelas Cheng.

Dari dalam negeri, pengamat startup Rama Mamuaya mengutarakan pendapat senada. Dia mengatakan masuknya pendiri perusahaan yang beriorientasi pada hasil seperti Nadiem bakal membawa angin segar untuk iklim industri. "Memang sudah saatnya posisi posisi strategis di pemerintahan diberikan ke profesional dan bukan birokrat atau politis," ujar Rama melalui pesan singkat kepada.

Ucapan Rama diamini oleh Wicak Hidayat, pengamat startup yang mengatakan bahwa Nadiem memiliki pola pikir "problem solving". Dia berharap mindset Nadiem tersebut nantinya bisa diimplementasikan lewat posisi yang dijabat, terutama apabila menyangkut dunia pendidikan. Kendati demikian, dia juga mengingatkan bahwa Nadiem juga mungkin perlu beradaptasi dengan lingkungan barunya kelak di pemerintahan.

"Tentunya transisi dari dunia startup yang serba cepat ke dunia birokrasi bukan hal mudah," ujarnya. Soal nasib GoJek setelah ditinggal oleh Nadiem, Rama dan Wicak sama sama mengaku optimis karena para pimpinan di perusahaan decacorn itu dinilai sudah solid. "Nadiem pernah cerita, dia akan selalu merekrut orang yang bisa melakukan satu hal lebih baik dari dirinya. Artinya siapapun tim yang ditinggalkan Nadiem di GoJek sudah barang tentu adalah orang orang yang 'lebih baik', tadi," pungkas Wicak.

Continue Reading

Trending