Connect with us

Bisnis

Raih Penghargaan Culture Heritage of Indonesia, Pesanan Perajin Canting Melejit

Avatar

Published

on

Pesanancanting Chuzazi perlahan meningkat naik sejak penghargaan dari Culture Heritage of Indonesia (CHI). Di saat bersamaan, perhatian pemerintah terhadap perajin batik tulis yang menggunakan canting juga makin besar. Pendiri sekaligus pengurus CHI, Wiwit Ilham mengapresiasi sejumlah pihak baik swasta atau pemerintah yang memberikan kepedulian kepada perajin batik dengan alat canting yang kini semakin langka.

“Selama ini mereka tidak penah mendapat perhatian. Bahkan hampir frustasi untuk kelanjutan nasib pengrajin canting,” ungkap Wiwit Ilham dalam keterangan tertulis. Fakta itu, sambung Wiwit, disaksikannya langsung saat berkunjung ke tempat produsen canting di Pekalongan Jawa Tengah, beberapawaktu lalu. Dia mencontohkan Chuzazi yang merupakanperajin canting yang mendapatkan penghargaaan dari CHI sebagai seorang yang menjaga dan melestarikan salah satu warisan budaya nasional, yakni canting kini memperoleh sorotan dari Lembaga Yayasan Canting Indonesia.

“Hasil dari award yang diterimanya, akan segera dibuatkan film yang akan menampilkan hari hari kerja pengrajin canting. Selain itu juga akan dibuatkan Rumah Canting. Dan hal yang membahagiakan akan dipertemukan ke Presiden. Jadi penghargaan dari CHI sangat berarti bagi mereka,”terang Wiwit. Perajin canting seperti Chuzazi, sambung dia, sangat berharapusahanya dan upaya melestarikan kerajian canting ini bisa terus berkembang. Chuzazi lyang berada di Desa Landungsari, Kabupaten Pekaongan Timur, Kota Pekalongan Jawa Tengah berharap produski cantingnya bisa menjadi 500 buah perhari dengan menambah karyawan sebanyak sepuluh orang.

Maka itu, Wiwit mengaku CHIsedang berencanaagar perajin canting juga mendapat kepedulian dari perusahaan. Caranya dengan menggandeng perusahaan perusahaan dalam aksi CSR (corporate sosial responsibility) dengan menyasar perajin canting. ”Usia perajin canting ini sudah cukup sepuh. Kalau kita tidak peduli sekarang, nanti siapa lagi yang akan punya keahlian dalam produksi canting untuk kain batik,” ungkap Wiwit serius.

Melalui CHI yang merupakan divisi di bawah Yayasan Al Mar, terang dia, menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap warisan budaya di Indonesia. Di dalam CHI, Wiwit tak sendirian. Dia didukung nama beken yang duduk sebagai Co Founder seperti Insana Habibie, Tri Dessano Sudwikatmono, dan Pinta Solihin Kalla. “Pemberian apresiasi kepada perajin canting ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap warisan budaya. Selama ini mereka belum mendapat perhatian yang serius. Kami pun juga ingin melakukan pembinaan kepada mereka,” ujar Wiwit yang akan merima penghargaan sebaga salah Woman’s Inspiration 2019 dari Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PP LIPI) April ini.

Sementara Chuzazi sendiri sebagai pengrajin canting merasakan sekali dampak positif dari kepedulian yang dilakukan CHI. “Sekarang menjadi perhatian pemerintah. Dan pesanan meningkat. Kemarin ada pemesanan canting dari China sebanyak 3000 canting.,” ujarnya. Bermodalkan Rp 500 ribu, Chuzazi mengaku sanggup memproduksi 200 canting per hari dengan bantuan empat karyawannya.

Alat batik tulis yang terbuat dari logam tembaga patria arang pijar atau timah putih dengan pegangan kayu ini dijual dengan harga berisar Rp.3.000 sampai dengan Rp.4.000.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Bisnis

wajib Ada Sinergi Antar Kementerian Bangun Daya Saing Produk UKM

Avatar

Published

on

Tantangan ekonomi Indonesia ke depan bakal semakin berat, sebagai dampak dari terjadinya perang dagang antara AS dan Cina. Tak pelak, pasar Indonesia akan terus dibanjiri aneka produk dari luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia harus membangun UKM dengan strategi sinergi antar kementerian dan lembaga. Sehingga, produk UKM Indonesia berdaya saing dan bisa masuk pasar internasional. Hal itu dipaparkan Guru Besar UI Rhenald Kasali, usai menemui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jumat (25/10). "Kita perkuat daya saing produk UKM di pasar domestik, serta kita dorong agar kompetitif di pasar internasional", tandas Rhenald. Rhenald menyebutkan, di Kementerian BUMN sudah ada Rumah Kreatif Bersama, di Kementerian Desa sudah ada Bumdes dan Pekades. "Ini sudah ada produknya, sehingga kita tinggal perlu mendorong untuk bisa masuk ke pasar luar", ucap Rhenald.

Selain itu, lanjut Rhenald, Kementerian Pariwisata sudah membangun 10 destinasi baru, yang akan mampu mendatangkan banyak turis mancanegara. "Sayangnya, produk oleh oleh kita masih monoton. Ini yang harus disinergikan dengan plattform plattform yang ada", tukas Rhenald. Di sektor pertanian, Rhenald juga melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. "Banyak produk peternak lokal yang sudah mampu menangkar burung burung langka tapi masih terhambat regulasi. Padahal, di negara maju, itu sudah menjadi komoditas perdagangan. Pokoknya, semuanya itu harus kita dorong masuk ke pasar global, di samping upaya memperkuat pasar domestik", jelas Rhenald. Namun, Rhenald mengakui, masih ada sejumlah produk yang regulasinya begitu mengekang, sehingga produk lokal tidak berdaya saing. "Kita harus bikin produk lokal mampu berdaya saing kuat", kata Rhenald.

Menurut Rhenald, Indonesia tidak bisa melakukan proteksi produk UKM dengan cara melarang produk negara lain masuk ke Indonesia. "Justru, tugas pemerintah yang harus membuat produk UKM lebih kompetitif, termasuk dari sisi harga. Karena, dari sisi kualitas, sudah banyak produk UKM kita yang bagus bagus", tegas Rhenald lagi. Rhenald optimis akan kepemimpinan Teten Masduki di Kemenkop dan UKM. "Pasalnya, Teten merupakan sosok yang berasal dari istana, yang tentunya akan lebih mudah melakukan sinergi dan kerjasama antar kementerian dan lembaga", pungkas Rhenald.

Continue Reading

Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Jadi Rp756.000 per Gram

Avatar

Published

on

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam)dijual seharga Rp756.000 per gram pada perdagangan Sabtu (19/10/2019). Harga ini turun Rp2.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya di Rp758.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp2.000 per gram menjadi Rp678.000 per gram.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Bawa NPWP untuk mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebanyak 0,45 persen. Pecahan 1 gram Rp 756.000

Pecahan 2 gram Rp 1.461.000 Pecahan 3 gram Rp 2.170.000 Pecahan 5 gram Rp 3.600.000

Pecahan 10 gram Rp 7.135.000 Pecahan 25 gram Rp 17.730.000 Pecahan 50 gram Rp 35.385.000

Pecahan 100 gram Rp 70.700.000 Pecahan 250 gram Rp 174.750.000 Pecahan 500 gram Rp 352.800.000

Pecahan 1.000 gram Rp 705.600.000.

Continue Reading

Bisnis

11 Terluka Pesawat Emirates Berpenumpang 326 Orang Turbulensi di Atas Udara Singapura

Avatar

Published

on

Sebuah pesawat dari maskapai Emirates mengalami turbulensi saat terbang pada ketinggian 35.000 kaki di udara Singapura, Selasa (1/10/2019). Pesawat dengan nomor penerbangan EK 450 tersebut jurusan Dubai Denpasar Auckland (Selandia Baru) mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pukul 15.07 Wita Turbulensi tersebut menyebabkan 11 penumpang pesawat terluka.

"Pesawat terkena clear air turbulence, mengakibatkan 11 orang penumpang mengalami luka," ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, saat dihubungi Selasa malam. Dari 11 penumpang, lima orang mendapatkan perawatan di Kantor Kesehatan Bandara (KKP). Sementara dua penumpang dilarikan ke Rumah Sakit BIMC, Kuta, Badung. Adapun empat sisanya alami luka ringan.

Pesawat tersebut hingga kini masih ada di Bali dan petugas melakukan pengecekan serta pembersihan di dalam pesawat. "Rencana diberangkatkan ke Dubai jam 14.30 Wita sesuai jadwal regulernya," ujar dia. Untuk diketahui, pesawat tersebut berpenumpang 326 orang. Identitas penumpang yang luka luka belum didata petugas.

"Kami belum monitor. Saat ini masih fokus penanganan korban dulu," kata Arie. Penulis : Kontributor Bali, Imam Rosidin

Continue Reading

Trending