Connect with us

Ramadan

Rabu 20 Mei 2020 & Doa Buka Puasa Ramadhan Jadwal Imsak & Buka Puasa di Serang

Avatar

Published

on

Jadwal imsak dan buka puasa di Serang untuk Rabu, 20 Mei 2020, lengkap beserta bacaan niat puasa dan doa buka puasa. Jadwal imsak dan buka puasa selama bulan Ramadhan 2020 dapat dilihat melalui laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), . IMSAK 04:28

SUBUH 04:38 TERBIT 05:54 DUHA 06:23

ZUHUR 11:55 ASAR 15:16 MAGRIB 17:50

ISYA' 19:02 IMSAK 04:28 SUBUH 04:38

TERBIT 05:54 DUHA 06:23 ZUHUR 11:55

ASAR 15:17 MAGRIB 17:50 ISYA' 19:02

IMSAK 04:28 SUBUH 04:38 TERBIT 05:54

DUHA 06:23 ZUHUR 11:56 ASAR 15:17

MAGRIB 17:50 ISYA' 19:02 IMSAK 04:28

SUBUH 04:38 TERBIT 05:55 DUHA 06:23

ZUHUR 11:56 ASAR 15:17 MAGRIB 17:50

ISYA' 19:02 Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Muslim diwajibkan untuk membacalafadz niat puasa. Selain itu, jika mendengar kumandang azan Magrib, umat Muslim diwajibkan untuk segera berbuka.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis sanati lillahi ta'aalaa. Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin. Artinya: "Ya Allah karena Mu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepada Mu aku berserah dan dengan rezeki Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

Ramadan

dan Bekasi Tangerang Depok Bogor Jadwal Buka Puasa Azan Magrib Kamis 21 Mei 2020 di Jakarta

Avatar

Published

on

Berikut jadwal azan magrib untuk buka puasa Ramadhan, Kamis 21 Mei 2020 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Imsak: 04:25 Subuh: 04:35

Terbit: 05:52 Duha: 06:20 Zuhur: 11:53

Asar: 15:14 Magrib: 17:47 Isya': 19:00

Imsak: 04:26 Subuh: 04:36 Terbit: 05:48

Duha: 06:21 Zuhur: 11:53 Asar: 15:14

Magrib: 17:51 Isya': 18:59 Imsak: 04:26

Subuh: 04:36 Terbit: 05:52 Duha: 06:21

Zuhur: 11:53 Asar: 15:14 Magrib: 17:47

Isya': 19:00 Imsak: 04:26 Subuh: 04:36

Terbit: 05:52 Duha: 06:21 Zuhur: 11:54

Asar: 15:15 Magrib: 17:48 Isya': 19:00

Imsak: 04:25 Subuh: 04:35 Terbit: 05:51

Duha: 06:19 Zuhur: 11:52 Asar: 15:13

Magrib: 17:46 Isya': 18:59 Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama". Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan. Berikut bacaan niat puasa:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis sanati lillahi ta'aalaa. Artinya: Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala. Berikut ini doa berbuka puasa:

Lafadz Pertama, Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin. Artinya: Ya Allah karena Mu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepada Mu aku berserah dan dengan rezeki Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Lafadz Kedua, Selain doa buka puasa di atas, ada satu pendapat lainnya tentang doa buka puasa yang berasal dari hadis Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki. (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud: 2/306, no. 2357 dan selainnya; lihat Shahih al Jami’: 4/209, no. 4678.

Continue Reading

Ramadan

Disertai Bacaan Niat buat Sendiri atau Berjamaah Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri di Rumah

Avatar

Published

on

Berikut adalah panduan lengkap dari MUI tentang tata cara sholat Idul Fitri di tengah masa pandemi Covid 19, lengkap dengan bacaan niat shalat Id untuk sendiri maupun berjamaah. Tahun ini, semua umat muslim di seluruh dunia akan menghadapi hari raya Idul Fitri yang berbeda sama sekali. Akibat pandemi virus corona, berkerumun tidak diperbolehkan karena berpotensi meningkatkan penyebaran virus.

Dengan begitu, umat muslim diimbau untuk beribadah di rumah, termasuk saat sholat Idul Fitri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan panduan tentang melaksanakan ibadah salat Idul Fitri di rumah maupun di lapangan. Ketentuan ini berdasarkan Fatwa MUI No. 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Covid 19.

1. Berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah. 2. Berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID 19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID 19, dan tidak ada keluar masuk orang). Di samping itu, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran COVID 19 yang belum terkendali.

Namun perlu diingat, pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah. Kaifiat atau cara shalat Idul Fitri secara berjamaah adalah sebagai berikut: 1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah. 3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. 5. Membaca doa iftitah. 6. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

7. Membaca surah al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. 8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa. 9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

10. Membaca Surah al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. 11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. 12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid). Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut: Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

Mengikuti ketentuan Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah di atas. Setelah shalat Id, khatib melaksanakan khutbah. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut: Berniat shalat Idul Fitri secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi; Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

Tata cara pelaksanaannya mengacu Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah di atas. Tidak ada khutbah.

Continue Reading

Ramadan

Tata Cara Sholat Ied di Rumah Sendirian atau Berjamaah Serta Ketentuan Khutbah Idul Fitri

Avatar

Published

on

Inilah tata cara salat Idul Fitri di rumah baik sendiri atau munfarid serta berjamaah menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diketahui, MUI mengeluarkan fatwa terkait tata cara salat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona. Dari fatwa tersebut, salat Idul Fitri bisa dilaksanakan sendiri atau berjamaah di rumah mengingat saat ini virus corona terus memakan korban.

Sebelumnya, MUI Jawa Tengah juga telah menerbitkan imbauan tentang pelaksanaan salat Ied dalam situasi darurat Covid 19. Dikutip dari Kompas.com , imbauan itu tertuang dalam edaran Tausiah terbitan MUI Jawa Tengah Nomor 04/DP P.XIII/T/V/2020. Imbauan itu berisi anjuran bagi umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menyebut jika berjemaah dengan keluarga, maka imam yang tidak hafal surat surat panjang bisa melafalkan dengan ayat yang pendek sesuai kemampuan. "Imam bisa menggunakan ayat pendek untuk memimpin salat Ied. Jadi umat tidak perlu khawatir mengenai tata cara ibadah salat Ied. Setiap kepala keluarga pasti bisa jadi imamnya," ungkap Daroji, Jumat (8/5/2020). Daroji mengharapkan masyarakat khususnya di Jateng menaati anjuran dari MUI demi menekan penyebaran corona.

"Sebaiknya imbauan dari tausiyah yang kita terbitkan bisa dipatuhi agar penularan virus corona dapat dicegah. Lebih baik kita adakan salat Ied di rumah daripada tidak merayakan Idul Fitri sama sekali," imbaunya. 1. Sebelum salat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih. 2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat salat idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لله تعالى “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.” 4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan. 5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

6. Membaca surah al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. 7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa. 8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

9. Membaca Surah al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. 10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. 11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

1. Khutbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan salat idul fitri. 2. Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak. 3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali b. Memuji Allah dengan sekurang kurangnya membaca الحمد لله c. Membaca shalawat nabi Saw., antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد d. Berwasiat tentang takwa. e. Membaca ayat Al Qur'an 5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali b. Memuji Allah dengan sekurang kurangnya membaca الحمد لله c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد d. Berwasiat tentang takwa. e. Mendoakan kaum muslimin 1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri.

2. Jika salat Idul fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut: a. Jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum. b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan salat Id berjamaah. c. Usai salat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan dalam fatwa ini. d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka salat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah. 3. Jika salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut: a. Berniat niat salat idul fitri secara sendiri. b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr). c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada tata cara salat Id berjamaah dalam fatwa ini. d. Tidak ada khutbah.

Continue Reading

Trending