Connect with us

Travel

Punya Resep Rahasia?, Yuk Ikuti Kompetisi Resep Fillet Naturally Better Tilapia

Avatar

Published

on

Untuk menghadirkan pengalaman mengolah ikan yang praktis, sehat, sekaligus nikmat, Regal Springs Indonesia menggelar lomba memasak fillet ikan Regal Springs Naturally Better Tilapia. Para pemenangnya nanti akan mendapatkan hadiah hadiah eksklusif serta kesempatan mengikuti cooking class bersama chef terkenal, Norman Ismail. Lomba menarik ini cocok diikuti oleh semua orang yang suka memasak dengan cara yang praktis dan higienis.

Fillet ikan Regal Springs Naturally Better Tilapia adalah bahan yang sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai macam masakan yang enak dan penuh nutrisi. "Dan melalui kompetisi ini kami berharap masyakat akan semakin mengenal produk fillet kami sebagai salah satu sumber protein terbaik yang sangat praktis dan mudah diolah menjadi berbagai macam masakan sesuai selera konsumen Indonesia," kata Ratna Yudythia, Senior Marketing Manager Regal Springs Indonesia di Jakarta, Senin (16/9/2019). Adapun langkah langkah untuk mengikuti lomba yang berlangsung mulai bulan September 2019 sampai pekan kedua Oktober 2019, ini adalah sebagai berikut:

Pertama tama, peserta membeli fillet ikan Regal Springs Naturally Better Tilapia di supermarket terdekat. Lalu masak ikan itu dengan resep rahasia yang dimiliki peserta. Selesai memasak, jangan buru buru menyantap masakan yang sudah dibuat meski tampak menggiurkan. Rekam makanan itu dalam bentuk foto atau video yang menarik. Sebarkan foto atau video itu di laman Facebook atau Instagram pribadi dan sertakan resep rahasianya. Jangan lupa menambahkan hashtag #InspirasiTilapia dan tag 3 teman.

Langkah berikutnya adalah peserta wajib mengisi form submission di halaman Naturally Better Tilapia Recipe Competition di website www.regalsprings.co.id. Tim juri, yang terdiri dari tim Regal Springs Indonesia dan Chef Norman Ismail, Brand Ambassador Regal Springs Naturally Better Tilapia, akan memilih sebanyak 20 foto/video dan resep yang unik dan menarik. Mereka akan mendapatkan apron cantik dari Regal Springs Naturally Better Tilapia. Juri juga akan memilih 10 pemilik resep terbaik pilihan juri, yang akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti cooking class eksklusif bersama Chef Norman Ismail.

Dari 10 pemenang terbaik tersebut, juri akan memilih 3 Terbaik dan mendapatkan hadiah eksklusif dari Regal Springs Naturally Better Tilapia. Resep resep masakan yang diikutkan pada lomba ini akan diterbitkan juga di website www.regalsprings.co.id sehingga dapat menjadi inspirasi memasak bagi masyarakat Indonesia. Hadir dengan produk dan merek baru di Indonesia, Regal Springs Indonesia adalah perusahaan produsen ikan Naturally Better Tilapia yang sudah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun dengan sistem pembudidayaan ikan berkelanjutan.

Regal Springs Naturally Better Tilapia sudah tersedia di seluruh jaringan supermarket di Jabotabek dan distribusinya akan diperluas ke kota kota besar di Indonesia seperti: Bandung, Surabaya, Malang, Denpasar, Semarang, dan Medan.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Travel

Tiket Pesawat Murah Liburan ke Langkawi, Malaysia Mulai Rp 1 Jutaan

Avatar

Published

on

Tiket pesawat murah dari Jakarta menuju ke Langkawai, Malaysia untuk kamu yang pertama kali liburan ke Malaysia. Liburan ke Langkawi, Malaysia, kamu bisa cek beberapa maskapai penerbangan berbiaya murah untuk membandingkan harga tiket pesawat Jakarta Langkawi. Berikut daftar tiket murah yang bisa kamu temukan dariJakarta menuju Langkawi untuk jadwal penerbangan pada 26 September 2019.

Jadwal Penerbangan pesawat AirAsia AK 352 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 13.00 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport pukul 15.50 waktu setempat. Perjalanan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam 15 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan AirAsia AK 6314 dari Kuala Lumpur Internatioal Airport pukul 18.55 dan tiba di Langkawi International Airport pukul 20.55 waktu setempat.

Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Langkawi bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 10 menit. Untuk harga yang ditawarkan oleh AirAsia dari Jakarta menuju Langkawi ini sekitar Rp 1.415 ribu per orang untuk sekali jalan. Penerbangan dengan Malaysia Airlines MH 720 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 16.05 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport pukul 19.25 waktu setempat.

Perjalanan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam 20 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan Malaysia Airlines MH 1456 dari Kuala Lumpur Internatioal Airport pukul 20.35 dan tiba Langkawi International Airport pukul 21.30 waktu setempat. Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Langkawi bisa ditempuh dalam waktu 55 menit.

Untuk harga yang ditawarkan oleh Malaysia Airlines dari Jakarta menuju Langkawi ini sekitar Rp 1.419 ribu per orang untuk sekali jalan. Jadwal Penerbangan pesawat Malindo Air OD 319 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 09.35 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport pukul 12.45 waktu setempat. Perjalanan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam 10 menit.

Kemudian kamu harus berpindah bandara dari Kuala Lumpur International Airport (KUL) menuju Sultan Abdul Aziz Shah Airport (SZB) menggunakan kereta. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Bandara Kuala Lumpur menuju Bandara Sultan Abdul Aziz Shah ini sekitar 2 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan Malindo Air OD 1406 dari Sultan Abdul Aziz Shah Airport pukul 18.40 dan tiba di Langkawi International Airport pukul 19.55 waktu setempat.

Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Langkawi membutuhkan waktu sekitar 55 menit. Untuk harga yang ditawarkan oleh Malindo Air dari Jakarta menuju Langkawi ini sekitar Rp 1.389 ribu per orang untuk sekali jalan.

Continue Reading

Travel

Sampah Plastik di Pulau Merah Banyuwangi Bisa Ditukar Jadi Emas

Avatar

Published

on

Sampah menjadi permasalahan yang selalu berkaitan dengan kehidupan sehari hari. Terlebih jenis sampah plastik termasuk sampah yangsulit terurai dan memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Untuk mengantisipasi dampak buruk dari sampah plastik, obyek wisata Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur memiliki cara sendiri yakni dengan program Bank Sampah.

Di bank sampah tersebut, masyarakat bisa menukarkan sampah menjadi emas. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo mengatakan, "Kehadiran program Bank Sampah ini kami harap akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, di mana masyarakat dapat membuat sampah menjadi tabungan emas." Harianto menjelaskan, Bank Sampah mendorong mencipatakan lingkungan yang bersih dan sehat karena masyarakat diedukasi pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Proses penukaran sampah menjadi emas, dimulai dari pemilahan sampah organik dan non organik. Kemudian, sampah yang sudah dikumpulkan melalui penyetoran, penimbangan, penghitungan dan penimbangan ke dalam tabungan emas. Nantinya, setiap sampah yang disetorkan masyarakat akan dikonversikan dengan emas.

Jumlah saldo yang tertera di dalam buku tabungan pun akan tertulis dalam jumlah gram emas. “Misalnya seorang ibu menyetor sampah yang sudah dipilah dengan nilai Rp 6.500, berarti di saldo akan tertulis 0,01 gram dengan asumsi harga emas per gramnya Rp 650.000. Demikian seterusnya setiap sang ibu menyetor sampah lagi, jumlah saldo emas bertambah sesuai nilai sampahnya,” kata Harianto. Nantinya pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram.

Pemilik tabungan juga bisa mencetak dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram. “Kalau sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada kami, tapi harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram. Sedangkan untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas kalau mencapai lima gram,” terangnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Iskandar Azis menyampaikan, program ini akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi lingkungan. "Semoga adanya Bank Sampah ini, masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Iskandar. Bank Sampah di Banyuwangi tersebut, merupakan bagian dari Corporate Social Responsiblility (CSR) Program Pegadaian Bersih Bersih, yang terdiri dari tiga program yaitu Pro Planet (bersih bersih lingkungan), Pro Profit (bersih bersih administrasi), dan Pro People (bersih bersih hati).

Continue Reading

Travel

Menteri Susi Buka Festival Pulo Dua 2019

Avatar

Published

on

Usai meresmikan Pembukaan Festival Pulo Dua 2019 di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Kamis (25/7) malam, esok harinya, Jumat (26/7), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau langsung lokasi Festival Pulo Dua di Pulo Dua, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dengan menggunakan kapal. Dalam kesempatan tersebut ia didampingi Bupati Banggai Herwin Yatim, Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, dan Direktur Polair Polda Sulteng AKBP Indra Rathana. Kedatangan Menteri Susi di Pulo Dua disambut antusias oleh masyarakat setempat. Masyarakat umum, anak anak pramuka, Palang Merah Indonesia (PMI) Banggai, hingga nelayan sekitar menyajikan atraksi dan penyambutan.

Salah satu yang cukup unik yaitu lomba cepat mengupas kulit kelapa oleh Bapak bapak warga Pulo Dua. Seakan tak mau ketinggalan, di akhir pertunjukan, Menteri Susi turut unjuk kemahiran mengupas kulit kelapa. Mengawali sambutan, Menteri Susi mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Festival Pulo Dua yang ketiga ini. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi berpesan untuk menjaga hak atas tanah di Pulo Dua. "Jaga tanah tanah di Pulo Dua ini menjadi milik orang orang Pulo Dua. Jangan sampai terjual ke asing karena Pulo Dua ini juga pulau terluar yang penting untuk pertahanan negara kita," tuturnya.

"Kita ini beruntung punya 17.504 pulau. Sebagai sebuah negara kepulauan punya panjang pantai 97.000 km. Dan dengan perjuangan Ir. H. Juanda, laut kita menjadi 200 nm dari bibir pantai. Leluhur, pendahulu kita sudah mewariskan apa yang kita punyai sekarang ini. Panjang pantai, luas EEZ (Exclusive Economy Zone), pulau pulau yang begitu banyak dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah, pemerintah pusat dan daerah bersinergi, bekerja sama membangun dan menjaga," tambahnya. Tak hanya menjaga dari asing, Menteri Susi juga meminta masyarakat menjaga Pulo Dua ini dengan tidak menangkap atau mengambil sumber daya ikan dengan cara cara yang tidak benar. Menjaga Pulo Dua, tidak hanya dengan menjaga laut, melainkan juga menjaga hutan atau pohon di sekitarnya.

"Laut, hutan, semua harus dijaga. Supaya hutannya tetap hijau. Menyimpan, menampung, dan menghisap kondensasi air laut dan menyimpan air tawar untuk Bapak bapak di pulau ini. Kalau di pulau ini hijaunya hilang, maka air tawar pun akan hilang. Orang Pulo Dua bisa minum air laut tidak? Kalau tidak, setiap batang pohon itu harus dijaga." Menurut Menteri Susi, birunya laut tak akan berguna jika tidak ada ikan dan terumbu karang yang hidup di dalamnya. Wisatawan akan enggan berkunjung. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meninggalkan cara cara penangkapan ikan yang merusak. Menteri Susi berpendapat, pencuri asing sudah jauh berkurang berkat kebijakan penangkapan dan penenggelaman kapal. Tetapi, ia menyayangkan, di lingkungan masyarakat sendiri masih banyak nelayan yang mencari nafkah menangkap ikan hidup dengan cara cara merusak dengan menggunakan portas, bius, dan dinamit. Ia menyamakan tindakan ini sebagai merampok hak generasi yang akan datang.

"Jika ada nelayan nelayan penangkap ikan sunu dan napoleon, pastikan mereka dapat dengan cara memancing. Bukan tidak boleh nangkap ikan sunu dan napoleon, tapi jangan bohong bohong. (Mengaku) bawa pancing tapi ternyata bawa portas," Menteri Susi menekankan. Menteri Susi mengaku mengetahui modus yang sering dilakukan nelayan, memasukkan portas ke lubang lubang, ketika ikannya mulai terkena efek bius dan muncul ke permukaan, mereka dapat menangkap dengan mudah. Meskipun tak terlihat jelas seperti ketika memakai bom, Menteri Susi menilai keduanya sama bahayanya. "Kalau pakai bom masih kelihatan ada letusan dinamit. Tapi yang pakai portas itu silent killer. Dan mereka bisa saja tetangga kita sendiri." Jika menemukan nelayan tidak bertanggung jawab seperti ini, Menteri Susi meminta masyarakat melapor kepada Polair, Danlanal, maupun Pangkalan PSDKP.

"Laut adalah milik kita bangsa Indonesia bukan bangsa luar. Tapi bukan milik orang orang rakus yang merusak lingkungan kita. Kalau perlu tidak usah tertarik dalam bisnis ikan hidup di sini. Ikan hias juga jangan diambil dengan portas apalagi terumbu karangnya, tidak boleh. Ibu tangkap kalau ada yang ngambil terumbu karang," tegas Menteri Susi. "Ikan ikan yang tidak boleh diambil jangan diambil. Lobster yang bertelur kembalikan. Itu satu lobster yang bertelur itu jutaan ekor. Bapak ambil satu ekor itu sama saja menghilangkan seratus ton an lobster yang akan datang. Untuk siapa? Ya Bapak dan anak anak Bapak. Tolong dijaga," imbuhnya. Terakhir, Menteri Susi berpesan, pantai itu indah jika tidak ada sampah, terutama sampah plastik. Hal ini harus Menjadi perhatian Pulo Dua sebagai kawasan wisata.

"Bapak dan Ibu mau jualan pariwisata supaya orang datang. Tamu datang menyewa rumah rumah bapak dan ibu, membeli makanan bapak dan ibu, membeli ikan ikan yang bapak hasilkan dari laut, membayar untuk melihat keindahan isi laut Pulo Dua. Tapi kalau itu semua habis, tidak ada orang datang. Terlebih lagi jika pantainya kotor. Nanti kita jalan. Itu sudah ada botol botol kemasan di depan. Pinasa (Pia Na Sampah, Ala/Lihat Sampah, Ambil), pinasa, ayo," pungkasnya. Usai menyapa warga, tak ingin melewatkan keindahan lautnya, Menteri Susi menuju destinasi Pulo Dua yang dapat ditempuh sekitar 10 menit dari pulau utama, lokasi Festival Pulo Dua. Di sana ia bermain paddle dan snorkeling menikmati indahnya hamparan laut luas dan ekosistem bawah lautnya.

Continue Reading

Trending