Connect with us

Sains

Planet Saturnus

Avatar

Published

on

<div id='TentangPlanetSaturnus'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Saturnus merupakan palent urutan ke enam dalam sistem tata surya sekaligus planet terbesar kedua setelah Jupiter. Dari permukaan bumi, Saturnus tampak berukuran kecil.

Hal itu disebabkan karena jarak Saturnus dan Bumi yang sangat jauh. Saturnus membutuhkan waktu 29,46 tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi. Meski demikian, rotasi Saturnus hanya 10 jam 40 menit 24 detik.

Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada pada satu garis lurus. Sebagian besar materi penyusun Saturnus adalah gas dan cairan. Kondisi itu membuat Saturnus memiliki kerapatan yang rendah.

Akan tetapi, inti Saturnus diperkirakan tersusun dari benda padat. Amonia dan metana merupakan gas penyusun atmosfer Saturnus. Karenanya, tidak dimungkinkan ada kehidupan di Saturnus.

<div id='GambaranFisikSaturnus'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Planet Saturnus merupakan planet terbesar kedua di tata surya. Saturnus memiliki diameter khatulistiwa sekitar 120536 Km.

Angka tersebut sama dengan 9,4492 kali jari jari khatulistiwa Bumi. Jika dihitung dari kutub utara ke kutub selatan, Planet Saturnus memiliki diameter 108728 Km. Para ilmuwan memperkirakan luas Saturnus 83,703 kali luas bumi.

Sementara itu, volume Planet Saturnus 763,59 kali lebih besar dari pada bumi. Saturnus merupakan satu satunya planet di tata surya yang memiliki masa jenis lebih kecil dari pada air. Meski inti Saturnus padat, atmosfer Saturnus tersusun dari gas.

Kondisi itu membuat massa jenis relatif yang dimiliki Saturnus sebesar 0,69 g/cmᵌ. <div id='Atmosfer'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Bagian luar atmosfer Saturnus terdiri dari dari 96.7% hidrogen dan 3% helium, 0.2% metana dan 0.02% amonia.

Asetilena, etana, dan fosfin juga terdapat di atmosfer Saturnus dengan kadar yang sedikit. Awan Saturnus lebih redup dari Jupiter, terdiri dari air es dengan ketebalan sekitar 10 Km. Awan di atasnya terbuat dari es amonium hidrogensulfida (NH4HS) dengan ketebalan 50 Km.

Setelah itu terdapat awan es amonia dengan ketebalan 80 Km. Bagian teratas terdiri dari hidrogen setebal 200 Km dan helium setebal 270 Km. Aurora juga diketahui terbentuk di mesosfer Saturnus.

Saturnus memiliki temperatur yang rendah, sekitar 10°F atau 23°C. Temperatur di awan bagian dalam Saturnus lebih tinggi dari pada yang berada di luar. Angin Saturnus dapat mencapai kecepatan 500m/s (1800 km/jam, atau 1118 mph).

Kecepatan tersebut membuat angin Saturnus termasuk di antara angin tercepat yang ada di tata surya. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong, mirip ' Great Red Spot' pada Jupiter. Titik lonjong ini sebenarnya adalah badai, serupa topan di bumi.

<div id='IntiPlanetSaturnus'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Saturnus memiliki inti planet yang sangat panas mirip Jupiter. Temperatur inti Saturnus bisa mencapai 15.000°K (setara 26.540°F atau 14.720°C).

Inti Planet Saturnus meradiasi hingga 2,5 kali lebih panas dari jumlah energi yang diterima dari Matahari. Ukuran inti Planet Saturnus diperkirakan seukuran Bumi, namun dengan massa jenis yang lebih berat. <div id='MedanGaya'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

Medan gaya yang dimiliki Saturnus lebih lemah dari Jupiter. Berbeda dengan planet lain, poros medan gaya Saturnus simetrikal. Saturnus juga menghasilkan gelombang radio sendiri.

Namun,gelombang radio ini tidak dapat dijangkau dari Bumi karena terlalu lemah dan jauh. <div id='CincinSaturnus'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Saturnus memiliki sebuah cincin yang menjadi keunikan dan ikon Saturnus.

Hingga saat ini, materi pembentuk cincin Saturnus masih belum diketahui. Pada tahun 1675, Giovanni D Cassini menunjukkan bahwa cincin Saturnus sebenarnya terdiri dari berbagai cincin yang lebih kecil, yang terpisahkan oleh ruang ruang kosong di antaranya. Ruang kosong terbesar diberi nama Divisi Cassini.

Pada tahun 1859, JC Maxwell menyatakan bahwa cincin Saturnus tidaklah padat, namun tersusun atas partikel partikel kecil yang mengelilingi Saturnus. Pada tahun 1895, James Keeler membenarkan teori Maxwell. Cincin Saturnus tidak mungkin terbuat dari benda padat.

Jika terbuat dari benda padat, maka akan hancur karena gaya sentrifugal. Akan tetapi juga tidak mungkin terbuat dari benda cair. Hal itu karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan terbentuknya gelombang.

Saat ini, diperkirakan cincin Saturnus terbentuk dari bongkahan es meteroit. Cincin Saturnusmembentang 6630 Km hingga 120700 Km di atas atmosfer Saturnus. <div id='Satelit'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

Diketahui, Planet Saturnus memiliki satelit alami sebanyak 59. Sebanyak 48 satelit memiliki nama, sedangkan sisanyabelum bernama. Satelit Saturnus yang berukuran besar adalah Titan, Rhea, Lapetus, Dione, Tethys, Enceladus dan Mimas.

Sebanyak 13 satelit Saturnus memiliki diameter lebih kecil dari 50 Km dan 33 satelit diameternya berukuran lebih kecil dari 10 Km. Instagram Fanpage Facebook

Youtube

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Sains

BMKG Sebut Hoax Beredar Pesan Soal Suhu Udara Capai 40 Derajat

Avatar

Published

on

Sebuah pesan yang mengatakan bahwa dalam tiga hari ke depan beberapa wilayah di Indonesia akan dilanda cuaca ekstrem hingga lebih dari 40 derajat celcius beredar di aplikasi perpesanan. Pesan tersebut menyatakan agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama tiga hari ke depan. Menanggapi hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membantah kabar tersebut.

Narasi yang beredar: Dear all, mulai besok sampai 3 harike depan di harapkan kurangi aktivitas di luar rumah, karena cuaca panas eztreme melanda Indonesia untuk 3 hari ke depan. Banyak minum air mineral dan multivitamin ya Bro… Temperatur panas extreme yang terbaca oleh deteksi satelit hari ini, adalah didaerah : Jakarta 38°C Depok 38°C Serang Banten 44°C Bekasi 38°C Tangerang 44°C Jogjakarta 40°C Malang 44°C Solo 45°C Madiun 39°C Magelang 39°C purworejo 40°C Madura 42°C Bali 45°C Lombok 43°C Riau 45°C Batam 42°C Makassar 43°C Pare pare dan bone 40°C Papua Nugini, nyaris mendekati 50°C Derah lain masih dalam pantauan mitigasi klimatologi NASA. Jaga kesehatan, pola makan, dan banyak minum air ya, Kawan. Panas extreme pemicu dehidrasi, malaria, tifus, campak, dan pelemahan sel jaringan otak. Melalui akun Instagram resminya (@infobmkg), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membantah kabar tersebut. "Ada yang dapat broadcast seperti ini di WhatsApp? Biasanya sih paling cepet di wa group… Sambil menunggu release resmi dari deputi meteorologi BMKG yang akan Mimin update nanti. Mimin mau bilang kalau informasi yang beredar adalah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau masuk kategori hoax," tulis BMKG dalam akun Instagramnya seperti dikutip oleh Kompas.com.

Saat dihubungi, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari. Menurut Indra, dalam beberapa hari ini suhu tinggi memang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Meski begitu, menurut Indra, untuk tahun ini, BMKG belum mencatat adanya kenaikan suhu hingga 40 derajat celcius. "Kami belum mencatat suhu di atas 40 derajat celcius untuk wilayah Indonesia," ucap Indra dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Dia menambahkan, wilayah yang terdampak suhu tinggi adalah di sekitar dan selatan khatulistiwa. Selain itu Indra mengungkapkan, kondisi ini masih akan bertahan. Bahkan suhu diprediksi juga akan bertambah dalam waktu satu minggu ke depan. "Khususnya sampai akhir Oktober ini dan daerah di bagian selatan Jawa dan Nusa Tenggara," ucap Indra.

Suhu terik ini masih akan terjadi karena posisi semu matahari yang masih akan berlanjut hingga ke selatan. Selain itu, Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo mengatakan kondisi atmosfer yang masih cukup kering membuat suhu panas berpotensi meningkat karena kurangnya pertumbuhan awan yang bisa menghalangi terik matahari.

Continue Reading

Sains

Juga Punya Gen Puerto Rico Gen China Najwa Shihab Ternyata Lebih Dominan Dibanding Gen Arabnya

Avatar

Published

on

Presenter acara Mata Najwa , Najwa Shihab, ternyata memiliki gen nenek moyang asal China yang persentasenya lebih tinggi dibanding gen nenek moyang asal Arab. Gen nenek moyang Najwa Shihab sebanyak4,19% sementara gen nenek moyang Arab Najwa Shihab lebih rendah,3.48%. Padahal, Najwa Shihab adalah putri kandung dari cendekiawan Muslim terkenal, Quraish Shihab, yang berasal dari Hadramaut, Yaman.

Bahkan, fisik khas Arab masih terlihat jelas dalam penampilan fisik Najwa Shihab. Hal ini terungkapsaat ahli genetika Herawati Sudoyo menelusuri latar belakang genetik Najwa Shihab berdasarkan penelusuran DNA. Herawati menjelaskan, Najwa Shihab memiliki 10 moyang berbeda dalam tubuhnya.

Dikutip dari Historia.id , dalam berita berjudul <a>Pernah Diolok Onta, Gen Arab Najwa Hanya 3,4 Persen</a>, yang ditulis M Fazil Pamungkas, Kamis (17/10/2019), Najwa Shihab termasuksatu dari delapan tokoh publik yang menjadi relawan dalam Proyek DNA Historia. Bersama Ariel Noah dan sutradara Riri Riza, Najwa Shihab menguji komposisi DNA di dalam tubuhnya dengan menggunakan uji sampel saliva (air liur). Hasilnya sangat mengejutkan.

Najwa sendiri tidak menyangka hasil tes DNA historinya akan seperti itu. Karena kentalnya penampilan fisik darah Arabnya, Najwa Shihab mengingat, saat kecil, ia terbiasa dipanggil dengan sebutan "Onta". “Itu yang kemudian saya rasakanberbeda dengan sekarang. Dulu rasanya santai santai saja.Dipanggil julukan apapun yang berkaitan dengan orangtua atau garis keturunan, saya merasa hal yang wajar dan biasa, tidak pernah tersinggung, karena tidak pernah dilakukan untuk tujuan menyakiti. Hanya sebatas julukan atau bercanda anak kecil saja. Jadi saya tidak pernah terganggu dengan itu,” kata Najwa Shihab.

Ahli genetika Herawati Sudoyo menjelaskan Najwa memiliki latar belakang genetik yang menarik. Karena ada 10 fragments(bagian/potongan) DNA yang berasal dari sepuluh moyang berbeda dalam tubuhnya. Paling banyak dan kompleks dibandingkan relawan lainnya.

Berturut turut dari yang paling dominan: 48.54%berasal dari Asia Selatan (Nepal, India, Bangladesh, Tamil); 26.81% dari Afrika Utara (Maroko, Algerian, Aljazair, Berbers);

6.06% dari Afrika (Mozambik); 4.19% dari Asia Timur (China); 4.15% dari Diaspora Afrika (Afrika Amerika);

3.48% dari Timur Tengah (Arab); 2.20% dari Eropa Selatan (Portugis); 1.91% dari Eropa Utara (Dorset);

1.43% dari Diaspora Asia (Asia Amerika); dan 1.22% dari Diaspora Eropa (Puerto Rico). “Jadi,yang waktu dulu manggil manggil aku ontasalah. Ternyata Middle Eastern nya hanya tiga persen saudara saudara,” kata Najwa sambil tertawa.

Hasil tes DNA telah membuktikan bahwa darah Arab dalam diri Najwa Shihab hanya 3.48%, tidak lebih dominan dari darah Asia dan Afrika yang dibawanya. Lalu,bagaimana kita menjelaskan fisik Nana yang jelas terlihat seperti orang Arab? Jika dilihat dari garis keturunan ayah (Quraish Shihab), kata Najwa, dirinya memang memiliki darah Arab secara langsung.

Kakeknya, Habib Abdurrahman Shihab, adalah putra seorang juru dakwah dan tokoh pendidikan kelahiran Hadramaut, Yaman, bernama Habib Ali bin Abdurrahman Shihab yang hijarah ke Batavia. “Habib Ali kemudian menikah dengan nenek, saya memanggilnya Jidah Salma, kemudian lahirlah Habib Abdurrahman, kemudian Abi (ayah) Quraish Shihab. Jadi,saya tahunya sampai sejauh moyang (buyutdalam istilah Jawa),” kata Najwa. Keterangan Najwa itu diperkuat olehketerangandalam biografi ayahnya, M. Quraish Shihab: Cahaya, Cinta, dan Canda karya Mauluddin Anwar, dkk.

DisebutkanbahwaHabib Ali telah tinggal di Batavia sejaktahun1901 untuk membangun lembaga pendidikan Jamiat Khair –lembaga pendidikan modern Islam pertama di tanah air yang awalnya dikhususkan bagi para pemuda Arab– bersama warga keturunan Arab lainnya. Tak hanya dari garis keturunan ayah, darah Arab juga terbentuk dari garis keturunan ibu. Menurut Najwa, kakeknya, Habib Ali Asegaf, merupakan putra seorang pedagang besar yang juga lahir di Hadramaut.

Ia bersama pedagang pedagang Arab lainnya hijrahdan menetap diNusantara. Dalam catatan sejarah bangsa ini, keberadaankaumHadrami(orang orang yang berasal dari Hadramaut)telah terekam jauh sebelum Habib Ali tiba di Nusantara. Sebagian besar keturunan Arab yang menetap di Indonesia berasal dari wilayah Hadramaut.

Menurut Hikmawan Saefullah, dosen Hubungan Intenasional Universitas Padjadjaran Bandung yanglama meneliti Arab Hadramaut di Indonesia, pada pertengahan abad ke 8 dan ke 9, rezim Ummayah dan Abbasiyah menjadikan kalangansayyidtarget pembunuhan karena ditakutkan menjadi ancaman politik. Karena terus dikejar dan diintimidasi, mereka akhirnya memilih melarikan diri ke luar Yaman, seperti Afrika, Hijaz, Persia, dan India. “Di antara yang melarikan diri ini, ada yang kabur ke wilayah Arabia Selatan, kemudian meneruskan perjalanannya melalui laut hingga ke wilayah Nusantara,” kata Hikmawan, yang juga seorang keturunan Arab Hadramaut, kepadaHistoria.

Linda Boxberger dalam On the Edge of Empire: Hadhramawt, Emigration, and the Indian Ocean 1880s 1930s menjelaskanbahwa orang orang Hadrami yang bermigrasi ke Afrika Timur dan India relatif lebih mudah kembali ke tanah airnya ketimbang mereka yang bermigrasi ke daerah yang lebih jauh, seperti Nusantara. Pasalnya, kegiatan pelayaran sebelum adanya kapal uap sangat sulit dan memakan waktu, terutama ketika di tengah perjalanan mereka harus berhenti untuk menunggu angin muson berembus. “Bahkan setelah perjalanan dengan kapal uap lebih mudah, karena alasan keluarga atau bisnis, mereka jarang pulang akibat biaya dan lamanya perjalanan,” tulisLinda.

Karenanya,banyak orangHadrami yang menetap permanen di Nusantara. Setelah melihat hasil tes DNA nya, Najwa sebenarnyatidak terlalu terkejut. Sebelumnya,ia sudah menduga dari mana saja leluhurnya berasal.

Seperti gen Asia Selatan, yang baginya wajar karena moyangnya merupakan seorang pedagang besar sehingga sebelum mencapai Nusantara sudah pasti melakukan kontak dengan orang orang di Gujarat, India. Begitu juga dengan gen Afrika Utara di tubuhnya. Bagi Najwa yang pernah tinggal di Mesir, meski tidak ada kaitannya dengan komposisi gen di tubuhnya, wilayah Afrika Utara telah dekat secara emosional dengannya.

Satu satunya yang membuat Najwa terkejut adalah persentase gen Arab yang ia miliki hanya 3.4%. Sangat jauh dari dugaan yang selama ini ia atau orang orang di sekitarnya yakini. Selain itu,gen Puerto Rico juga cukup menarik perhatiannya.

Meski tidak tahu mengapa bisa leluhurnya berada di sana, Najwa merasa senang karena beragam gen mengalir di dalam dirinya. "Selalu menyenangkan untuk tahu lebih banyak tentang diri sendiri terutama asal usul kita,” kata Najwa. Najwa menyadari keberagaman suku di Indonesia merupakan sebuah nilai yang sangat besar.

Menurutnyasangatmenarik bisa menggambarkan kekayaan Bhineka Tunggal Ika itu lewat tes DNA. Najwa berharap kita bisa menunjukkan betapa kayanya negeri ini dari segi perbedaan. “Di tengah begitu banyak perbedaan yang ada di dalam diri kita masing masing, sesungguhnya ini juga menguatkan bahwa satu hal yang menjadikan kita Indonesia adalah niat bersama untuk menjadikan ini rumah bagi semua. Jadi,dari mana pun kita berasal, dari berapa banyak pun silsilah yang mengalir di darah kita, Indonesia adalah rumah bersama dan Merah Putih jadi tujuan kita sama sama. Terima kasih Proyek DNA,” tutup Najwa.

Continue Reading

Sains

Elang Jawa

Avatar

Published

on

<div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Elang jawa merupakan jenis burung predator endemic di Pulau Jawa. Elang jawa memiliki sebutan ilmiah nisaetus bartelsi, dalam Bahasa Inggris, elang jawa biasa disebut javan hawk eagle (JHE).

Sedangkan sebagian masyarakat Indonesia menyebut elang jawa dengan nama burung garuda. Elang jawa memang menjadi lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Elang jawa termasuk ke dalam genus Nisaetus dengan ordo Accipitriformes, serta termasuk ke dalam keluarga Accipitridae.

Garuda sendiri merupakan binatang mitos di Jawa yang dipercaya sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Garuda dipercaya memiliki sepasang sayap, berkepala burung namun memiliki tubuh yang menyerupai manusia. Elang jawa disebut sebut menjadi inspirasi pembuatan lambang negara Garuda Pancasila karena sama sama memiliki jambul.

Awalnya, Garuda Pancasila tidak berjambul, namun Ir Sukarno mengusulkan untuk menambahkan jambul agar tidak mirip dengan lambang negara Amerika Serikat yaitu elang bondol. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), elang jawa kini berstatus Endangered atau terancam punah. Populasinya hanya tinggal sekitar 200 pasang.

Menurunnya populasi elang jawa terutama disebabkan karena wilayah persebaran yang terbatas, tekanan yang tinggi, kehilangan habitat, serta eksploitasi untuk diburu dan diperjualbelikan. Populasi elang jawa dari tahun ke tahun juga terus mengalami penurunan. Meski telah dilakukan upaya konservasi, namun hasilnya masih belum optimal.

Tantangan lain yang dihadapi dalam upaya konservasi ini adalah masa berkembang biak elang jawa yang cukup lama, setidaknya dibutuhkan waktu tujuh tahun untuk indukan pertama berkembang biak. Sejak 1992, elang jawa sudah ditetapkan sebagai mascot satwa langka Indonesia. <div id='Ciri ciriElangJawa'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

Ciri ciri yang paling khas dari elang jawa adalah adanya jambul di kepalanya. Jambul yang ada di kepala elang jawa terdiri atas dua sampai empat helai bulu dengan panjang mencapai 12 cm. Elang jawa merupakan jenis elang berukuran sedang dengan ukuran antara 60 – 70 cm, sedangkan ukuran terkecil antara 56 sampai 61 cm dari ujung paruh sampai ujung ekor.

Sedangkan rentang sayap elang jawa sekitar 110 sampai 130 cm. Selain memiliki jambul, kepala elang jawa berukuran cokelat kemerahan dengan tengkuk berwarna cokelat kekuningan, apabila terkena sinar matahari, kadang tampak keemasan. Bagian punggung dan sayap elang jawa berwarna cokelat gelap.

Elang jawa memiliki kerongkongan yang berwarna agak keputihan dengan garis garis hitam yang membujur di tengahnya. Ke arah dada, coret coret hitam menyebar di atas warna kuning kecokelatan pucat. Di sebelah bawah pola tersebut kemudian menjadi pola garis rapat melintang merah sawo matang sampai kecokelatan di atas warna pucat keputihan bulu bulu perut dan kaki.

Pada bagian kaki, tertutup bulu bulu yang sama dengan elang IBE, dengan ekor kecokelatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak jelas di sisi bawah, sedangkan ujung ekornya bergaris putih tipis. Saat terbang di udara, elang jawa akan tampak seperti elang brontok, namun warnanya cenderung lebih kecokelatan. Elang jawa betina dan jantan memiliki ciri yang serupa, hanya saja elang jawa betina biasanya memiliki ukuran yang sedikit lebih besar.

Elang jawa memiliki iris mata kuning atau kecoklatan, paruh kehitaman; daging di pangkal paruh kekuningan; serta kaki atau jari kekuningan juga. Elang jawa yang masih muda memiliki kepala, leher, dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis garis. Elang jawa memiliki bunyi nyaring tinggi, berulang ulang, klii iiw atau ii iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. <div id='PenyebaranEkologidanKonservasi'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

Sebaran elang jawa terbatas di Pulau Jawa saja, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun penyebarannya kini terbatas di wilayah wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Elang jawa sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa, diperkirakan burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng.

Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 mdpl dan kadang kadang 3.000 mdpl. Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia.

Elang jawa sangat bergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun kadang ditemukan elang jawa yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas. Elang jawa biasanya berburu dari tempat bertenggernya di pohon pohon tinggi dalam hutan.

Dengan sigap dan tangkas, elang jawa menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti berbagai jenis reptil, burung burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Elang jawa juga memangsa mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai, kalong, musang, sampai dengan anak monyet. Masa bertelur elang jawa tercatat mulai bulan Januari hingga Juni.

Elang jawa biasanya hanya bertelur sebanyak satu butir, yang dierami selama kurang lebih 47 hari. Sarang elang jawa berupa tumpukan ranting ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20 30 di atas tanah. Pohon sarang merupakan jenis jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala, pasang, tusam, puspa, dan ki sireum.

Sarang elang jawa tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang sarang yang ditemukan hanya sejarak 200 300 m dari tempat rekreasi. Di habitatnya, elang jawa menyebar jarang jarang, sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137 188 pasang burung. Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis.

Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa. Elang jawa juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, hingga kemudian menjadikan harga burung ini melambung tinggi.

Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). Pemerintah Indonesia juga menetapkan elang jawa sebagai hewan yang dilindungi oleh undang undang. Sesungguhnya keberadaan elang Jawa telah diketahui sejak 1820, ketika van Hasselt dan Kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari kawasan Gunung Salak untuk Museum Leiden, Negeri Belanda.

Akan tetapi pada masa itu hingga akhir abad 19, spesimen spesimen burung ini masih dianggap sebagai jenis elang brontok. Baru di tahun 1908, atas dasar spesimen koleksi yang dibuat oleh Max Bartels dari Pasir Datar, Sukabumi pada tahun 1907, seorang pakar burung di Negeri Jerman, O. Finsch, mengenalinya sebagai takson yang baru. Ia mengiranya sebagai anak jenis dari Spizaetus kelaarti, sejenis elang yang ada di Sri Lanka.

Sampai kemudian pada tahun 1924, Prof Stresemann memberi nama takson baru tersebut dengan epitet spesifik bartelsi, untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya sebagai anak jenis elang gunung Spizaetus nipalensis. Elang jawa kemudian dikenal dunia dengan nama ilmiah Spizaetus nipalensis bartelsi, hingga akhirnya pada tahun 1953 D Amadon mengusulkan untuk menaikkan peringkatnya dan mendudukkannya ke dalam jenis yang tersendiri, Spizaetus bartelsi. Di Jawa, keberadaan elang jawa terancam punah, di habitatnya di Kaliurang, Sleman, saat ini tinggal 10 ekor.

Upaya pelestarian elang Jawa melalui penangkaran sangatlah sulit. Selain karena kebiasaannya yang suka terbang jarak jauh dan habitatnya di hutan tropis basah dataran tinggi, elang ini juga hidup secara liar.

Continue Reading

Trending