Connect with us

Corona

Pejabat Contohkan Sikap Acuh & Masyarakat Buat Lelucon Awal Mula Italia jadi Pusat Corona Baru

Avatar

Published

on

Biasanya nongkrong dan minum minum ( aperitivo ) di Venesia St Mark Square menjadi pengalaman yang menarik untuk dijajal di Italia. Tapi tidak menarik lagi saat para pemilik bar berlomba lomba menawarkan minuman gratis pada 3 Maret 2020 lalu. Saat itu jalanan Italia sudah mulai sepi karena imbauan untuk sosial distancing dari pemerintah.

Dilansir , sementara itu di Roma sejumlah restoran bercanda dan mengundang orang orang untuk mencoba 'carbonaravirus' . Mendapati isu Covid 19 yang sudah masuk di Italia pun tidak membuat para turis bergeming. Ini terjadi selama minggu pertama Maret 2020 lalu.

Kendati demikian para pemilik bisnis juga tidak bisa disalahkan, sebab mereka khawatir Covid 19 akan mempengaruhi pemasukannya. Ditambah saat itu pemerintah memberikan pesan yang membingungkan kepada masyarakat. Pada 27 Februari 2020 lalu, empat hari pasca 11 kota di Italia Utara dikunci,seorang pejabat Demokrat, Nicola Zingaretti, bepergian ke Milan.

Padahal saat itu setidaknya ada 17 orang yang meninggal dan 650 orang terinfeksi Covid 19. Milan merupakan ibukota wilayah Lombardy, yang merupakan pusat penyebaran corona pertama dan terbesar di Italia. Di sana Zingaretti justru minum minum dengan sejumlah orang danmengunggahnya di media sosial.

"Kita tidak boleh mengubah kebiasaan kita," tulisnya pada postingan tersebut. "Ekonomi kita lebih kuat daripada ketakutan: mari kita pergi keluar untuk membeli aperitivo , kopi, atau makan pizza," ujarnya. Pada hari yang sama, Wali Kota Milan, Beppe Sala, berbagi video dengan slogan "Milan tidak berhenti."

Klip itu berisi gambar orang yang saling berpelukan, makan di restoran, berjalan di taman, dan menunggu di stasiun kereta. Sembilan hari setelah perjalanannya ke ibukota, Zingaretti mengumumkan dia terjangkit corona. Saat itu jumlah kematian di Italia meningkat menjadi 233 dan mengonfirmasi 5.883 kasus positif corona.

Psikolog sosial Universitas Vita Salute San Raffaele di Milan, Giuseppe Pantaleo, menyayangkan aksi para pejabat Italia ini. "Pada awalnya orang tidak benar benar percaya apa yang terjadi, sehingga para politisi seperti Zingaretti dan yang lainnya hanya ingin meyakinkan mereka." "Dia pergi ke Milan untuk mencontohkan beberapa bentuk aktivitas sosial yang masih aman dan meyakinkan bahwa pemerintah berupaya mencari solusi dan sebagainya."

"Tetapi tentu saja dia meremehkan risikonya," jelas Pantaleo. Sementara itu perbedaan persepsi sempat terjadi antar pakar kesehatan. Beberapa menganggap virus corona ini serius sementara yang lainnya hanya menilainya sedikit lebih serius daripada flu.

Ketika virus menyebar, masyarakat justru membuatnya lelucon dengan membuat meme seorang nenek Italia yang memberikan saran tentang mencuci tangan. "Baik dalam kelompok sosial mereka atau di media sosial, orang bereaksi dengan lelucon dan ironi," kata Pantaleo. "Tertawa adalah reaksi yang sangat umum terjadi ketika orang dihadapkan dengan anggapan kematian.

"Tapi tentu saja, di masa masa awal tidak ada yang melihatnya (Covid 19) sebagai kemungkinan serius," nilai Pantaleo. Sampai pada 8 Maret 2020, kehidupan masyarakat di Italia masih berjalan normal. Namun kematian yang tiba tiba melonjak sebesar 50 persen membuat Perdana Menteri, Giuseppe Conte, mengunci Lombardy dan 14 provinsi lain di seluruh wilayah utara yang memiliki dampak Covid 19 terparah.

Berita karantina ini bocor ke pers Italia beberapa jam sebelum pengumuman resmi. Lantas membuat kepanikan sehingga ribuan orang asal selatan Italia berbondong bondong melarikan diri dari utara. Penguncian nasional dilakukan pada 10 Maret 2020, tetapi langkah langkah nyata baru mulai beberapa hari kemudian yakni penutupan bar, restoran, dan toko toko non esensial lainnya seluruh negeri.

Masih dilansir Guardian , saat itu nada bicara Conte mulai tegas dan jelas. Dia berkali kali berterimakasih kepada warga Italia karena mau berkorban untuk mengendalikan pandemi ini. Psikolog di Ancona, wilayah Marche Sara Raginelli mengatakan sejak perubahan sikap Conte, masyarakat Italia mulai mau mematuhi aturan.

“Saat politik berubah dan mulai berbicara dengan cara yang lebih jelas dan langsung, perilaku masyarakat juga berubah dan orang lebih mengembangkan sikap kesadaran." "Saat orang Italia disuruh tinggal di rumah dan tindakan pengendalian yang ketat diberlakukan, mayoritas penduduk patuh."

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Corona

Tidak Ada Penelitian Sebutkan Deksametason & Hidroksiklorokuin buat Cegah Covid-19 Gugus Tugas

Avatar

Published

on

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menilai bahwa hidroksiklorokuin dan deksametason tak bisa digunakan untuk mencegah virus corona (Covid 19). "Tidak ada penelitian menceritakan tentang itu (deksametason dan hidrosiklorokuin sebagai obat pencegah)," kata Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Prof Akmal Taher dalam siaran BNPB, Senin (29/6/2020). Sehingga, menurutnya, masyarakat jangan melakukan tindakan yang tak semestinya.

Ke apotek dan membeli deksametason dan hidroksiklorokuin sebagai obat pencegah Covid 19 bukanlah langkah tepat. "Bukan cuma tidak berkhasiat, tetapi bahayanya adalah efek samping yang kita khawatirkan," kata Akmal. Di kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto menjelaskan soal pemakaian deksametason dan hidroksilorokuin.

Deksametason diperuntukkan bagi pasien Covid 19 yang dirawat dalam kondisi berat, di antaranya menggunakan alat bantu seperti ventilator atau alat bantu p.ernapasan "Hidroklorokuin diberikan kepada dewasa sampai umur 50 tahun, tidak memiliki masalah penyakit jantung. Untuk anak, hanya diberikan pada kasus berat dan krisis dengan pemantauan yang ketat," ujarnya. Yang paling penting, dikatakan Agus, pemberian hidroksiklorokuin hanya boleh bagi pasien rawat inap.

"Jadi masyarakat diimbau tidak menggunakan ini (deksametason dan hidroksiklorokuin) secara sembarangan. Obat ini hanya atas rekomendasi dokter dan tentunya ada indikasi indikasi yang sudah ditetapkan," pungkas Agus.

Continue Reading

Corona

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Hari Ini Tembus 21.233

Avatar

Published

on

Juru bicara percepatan penanganan Covid 19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini 21.233 spesimen terkait Covid 19 selesai diperiksa, Rabu (24/6/2020). Angka tersebut melampau target yang diberikan Presiden Jokowi setelah 4 hari berturut turut sejak hari Sabtu hingga Selasa kemarin selalu berada di bawah angka 20 ribu. "Sampai hari ini kita sudah memeriksa total keseluruhan spesimen sebanyak 689.492 spesimen," kata Achmad Yurianto dalam siaran BNPB.

Pemeriksaan spesimen, dikatakan Achmad Yurianto, dilakukan dengan dua metode. Metode pertama yakni real time polymerase chain reaction (PCR). Metode yang kedua merupakan tes cepat molekuler (TCM). Dari pemeriksaan tersebut, jumlah kasus positif yang terjadi di Indonesia mengalami penambahan 1.113 kasus.

"Covid 19 terkonfirmasi sebanyak 1.113 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 49.009 orang," ujar Achmad Yurianto. Angka penambahan tersebut diketahui meningkat ketimbang kasus penambahan positif Covid 19 pada Senin kemarin, yang sebesar 1.051 orang. Achmad Yuri mengatakan sebanyak 19.658 pasien dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 417 orang.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.573 rang setelah penambahan 38 orang," katanya. Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid 19 hingga 85 persen. Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.

"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020). Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan. Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum.

Sebagaimana diketahui virus SARS CoV 2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur. Maka dalam hal ini, dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik. "Virus corona jenis baru penyebab Covid 19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya.

Selanjutnya apabila terpaksa menggunakan transportasi umum, dokter Reisa mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang barang yang disentuh orang banyak. Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan. "Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70 persen," katanya.

Kemudian, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan barang barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum. Selain itu, mengkonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, sebab dapat terkontaminasi. "Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak aman," jelasnya.

"Hindari makan dan minum, ketika berada di dalam transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi, apalagi kalau menggunakan tangan yang tidak bersih," tambah dokter Reisa.

Continue Reading

Corona

Tentu Tidak Jubir Presiden Apakah Pemerintah Pakai Cara Herd Immunity

Avatar

Published

on

Pemerintah memastikan dalam menuju kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona atau Covid 19, herd immunity tak akan dilakukan. Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman menekankan protokol kesehatan yang ketat harus terus dijalankan oleh masyarakat menuju kenormalan baru. Hal itu disampaikan Fadjroel saat webinar 'Mengukur Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Covid 19' melalui virtual, Kamis (18/6/2020).

"Pemerintah, apakah memakai cara Herd immunity? Tentu tidak," kata Fadjroel. Herd immunity adalah konsep epidemiologis yang menggambarkan keadaan di mana suatu populasi cukup kebal terhadap penyakit sehingga infeksi tidak akan menyebar dalam kelompok itu. Fadjroel menjelaskan, jika pemerintah menerapkan herd immunity di saat seperti ini, untuk apa Presiden Jokowi membentuk Gugus Tugas Nasional, Gugus Tugas di 34 Provinsi, Gugus Tugas di 495 Kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, Fadjroel mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 185 laboratorium untuk tes PCR hingga Rumah Sakit (RS) Darurat rujukan pasien Covid 19 di Wisma Atlet Kemayoran, Pulau Galang hingga Pulau Sebaru. "Swmuanya sidah disiapkan oleh pemerintah," ucap Fadjroel. Fadjroel juga mengungkapkan keseriusan pemerintan menghadapi pandemi ini.

Salah satu langkah yang saat ini terus dikejar yakni tes masiv dengan cakupan 20 ribu orang setiap harinya. "Apabila kita menganut herd immunity maka tidak mungkin Presiden Jokowi meminta tugas tugas untuk mentesting sampai 20 ribu per hari pada bulan Juni," jelasnya.

Continue Reading

Trending