Connect with us

Metropolitan

Kronologi Balita di Jakarta Utara Tewas setelah Makan Nasi Goreng, Dibawa Sang Kakak dari Sekolah

Avatar

Published

on

Kronologi lengkap balita di Jakarta Utara meninggal setelah makan nasi goreng yang dibawa kakaknya dari sekolah. Gara gara makan nasi goreng yang dibawa kakaknya ZAA (8) dari sekolahnya di SDN 19 Tugu Utara, seorang balita berinisial LSZ (3) meninggal dunia. LSZ (3) meninggal dunia pada Kamis (12/9/2019) setelah memakan nasi goreng yang dibawa kakaknya dari sekolah.

Sang kakak yang berinisial ZAA (8) bersekolah di SDN 19 Tugu Utara mendapatkan nasi goreng itu dari pihak komite sekolah yang menjalankanprogram pemberian makanan tambahan anak sekolah(PM TAS). Ibu kedua anak itu bernama Widia Sumarni (30) menceritakan kronologis kejadian tersebut. Ia mengatakan, nasi goreng itu didapatkan oleh ZAA pada Rabu (11/9/2019).

Anak sulungnya itu kemudian membawa nasi goreng itu ke rumahnya untuk menyantap nasi goreng itu bersama sang adik. "Aku juga makan dua sendok, bersih, masih enak. Biasanya dapet juga udahlah makan mereka berdua sama kakaknya," kata Widia saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Lontar VIII, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Setelah menyantap nasi goreng tersebut LSZ langsung tidur ke kamarnya, sementara ZAA pergi mengaji. Tak lama kemudian LSZ muntah muntah.

Ayah LSZ bernama Wahyu Irawan (31) langsung membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan. "Waktu pas anak kedua saya muntah muntah siang ya. Posisi anak pertama masih normal, sedikitpun enggak ada dirasa sama dia.

Adiknya pada saat muntah pun masih biasa. Akhirnya saya lihat adek muntah muntah ya sudah bawa ke puskesmas," ujar Wahyu. Sekembalinya dari Ppskemas, kondisi sang adik tak kunjung membaik.

Makanan dan minuman yang diberikan kepadanya terus ia muntahkan. Parahnya, kakaknya juga muntah muntah sepulang mengaji. Kedua anak ini langsung dibawa ke RS Tugu Koja.

Sembari di perjalanan Widia mencari tahu apakah ada teman teman ZAA yang mengalami hal yang sama setelah memakan nasi goreng tersebut. Setiba di rumah sakit, ia mendapat kabar bahwa teman teman putra sulungnya itu juga banyak mengalami hal yang sama. Bahkan salah satu teman juga diperiksa di rumah sakit yang sama dengan ZAA.

Di Rumah Sakit, ZAA dan LSZ langsung diperiksa laboratorium. Hasil lab menunjukkan bahwa leukosit ZAA ternyata tinggi sehingga ia harus diopname. Sementara sang adik diperbolehkan pulang karena hasil laboratoriumnya normal.

"Adiknya pulang kisaran pukul 10.00 WIB (malam). Dia sudah tidur, adiknya ditinggal sama mamanya ke rumah sakit untuk jaga kakaknya. Nah adiknya ini ditungguin sama embahnya karena posisinya saya mau berangkat kerja," ucapnya.

Beberapa jam kemudian adik Widia menghubungi suaminya yang sedang pergi bekerja karena kondisi tubuh LSZ lemas. Ia lantas memerintahkan adik iparnya tersebut langsung membawa putra bungsunya itu ke rumah sakit. Setiba Wahyu di rumah sakit, LSZ sudah mendapatkan perawatan.

Dokter menyebutkan bahwa anaknya itu kehilangan kesadaran. "Setelah beberapa jam saya di sana mulai anak saya ada respon lah, bisa dibilang sudah sadar tapi belum sepenuhnya. Bisa komunikasi, kalau dipanggil udah ada respon gitu. Biar bisa ngelirik gitu saya sudah mulai senang," ucap Wahyu.

Pada Kamis pagi, kondisi LSZ kembali menurun. Anak sulung dari Wahyu dan Widia itu mengalami kejang kejang. Bahkan LSZ terus menerus buang air. Sang adik kemudian dirujuk ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis dan peralatan yang lebih lengkap.

Di RSUD Koja kesadaran LSZ kembali. Ia langsung menangis ketika kesadarannya kembali. Namun bocah tiga tahun itu masih tak henti hentinya buang air. Saat Wahyu hendak membersihkan kotoran anaknya tersebut, LSZ kembali kejang kejang, Wahyu yang panik kemudian memanggil dokter jaga hingga akhirnya si anak diberi semacam obat penenang.

Di sela sela menjaga anaknya, Wahyu kemudian mendapatkan kabar hasil laboratorium soal kondisi LSZ. Hasil dari dokter, LSZ didiagnosa mengalami infeksi saluran pernafasan, kadar garam tinggi, serta infeksi saluran pencernaan. Diagnosa pertama bisa dimaklumi oleh Wahyu karena memang hal itu sudah lama diidap oleh anak bungsunya itu.

Namun hal yang mengganjalnya adalah diagnosa ketiga, ia lantas menduga infeksi itu disebabkan oleh nasi goreng yang di makan anaknya. Ia langsung menanyakan perihal tersebut ke dokter tersebut. "Dokter di situ enggak ngasih jawaban yang tegas.

Dia cuma ngasih jawaban 'bisa jadi ada kemungkinan, Pak'. Akhirnya beliau menyarankan anak saya dirawat di ruang ICU," tuturnya. Setelah dirawat di ruang PICU (ICU khusus anak) kondisi LSZ kembali membaik. Saat sadar sang anak sempat mengobrol dengan ayahnya. Kala itu ia mengatakan kalau dia sangat haus.

Namun, saat itu kondisinya LSZ sedang dipuasakan oleh dokter sehingga sang ayah tidak bisa memenuhi keinginan anaknya. Ia lantas menyuruh anaknya itu untuk beristirahat. Melihat kondisi anaknya yang sudah kembali prima, Wahyu meninggalkan anaknya tersebut dalam pengawasan suster untuk melihat anak sulungnya yang masih dirawat di RS Tugu Koja.

Akan tetapi, ketika ia tiba di rumah untuk membersihkan diri sebelum ke RS Tugu Koja Wahyu mendapat kabar bahwa kondisi LSZ kembali menurun. Wahyu kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya itu. Namun, pada pukul 19.12 WIB LSZ menghembuskan nafas terakhirnya.

"Akhirnya ada keputusan dari dokter jaga 'Pak kita sudah berusaha semaksimal mungkin, anak bapak sudah meninggal," kata dia. Anaknya kemudian dimakamkan di TPU Semper, Cilincing Jakarta Utara pada Jumat (13/9/2019) siang. Baik Wahyu dan Widia mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya tersebut.

Dikatakan mereka pihak sekolah dan Sudin Pendidikan Jakarta Utara Wilayah II juga sudah mengunjungi dan mengucapkan belasungkawa kepada mereka. Ia dan istri sepakat untuk tidak memperpanjang kasus tersebut. Riki Ramadhan Sitepu (30), seorang ayah tiri di Kabupaten Langkat tega menganiaya anaknya yang masih berusia 2 tahun hingga tewas, ibu kandung diduga terlibat, turut kubur jasad korban di lereng bukit.

Ibrahim Ramadhan (2) meregang nyawa setelah disiksa oleh ayah tirinya sendiri selama kurang lebih seminggu. Alasan Riki Ramadhan Sitepu menyiksa M Ibrahim sepela, ia merasa kesal karena anak tirinya tersebut selalu membuat rumah berantakan. Penganiayaan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia terjadi di Dusun III, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

Korbannya bernama M Ibrahim Ramadhan, seorang anak laki laki berusia 2 tahun. Pelakunya tak lain adalah ayah tirinya, Riki Ramadhan Sitepu (30). Penyebabnya pun sepele. Kasatreskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, penganiayaan terhadap korban dilakukan di rumah mereka di Dusun III, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Riki menyiksa bocah itu sejak 19 Agustus hingga 25 Agustus lalu. Dari hasil interogasi, penyebab penganiayaan adalah hal sepele. Anaknya dianggap susah diatur sehingga pelaku kesal.

Misalnya, saat bermain di luar terlalu lama, anak itu dipukuli. Saat main di tempat tidur atau membuat rumah berantakan, pelaku kesal dan langsung menganiaya korban. Penganiayaan terhadap korban ini dilakukan berulang ulang, bahkan sempat disulut api rokok pada tubuh dan memasukkan korban ke karung kemudian digantung di pohon di luar rumah.

"Mungkin karena tak kuat menahan rasa sakit, korban meninggal dunia pada 27 Agustus 2019 jam 18.00 WIB," katanya kepada wartawan, Jumat (6/9/2019). Saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini. Mulai dari keterlibatan istri pelaku bernama Sri Astuti (28), warga Dusun VIII Air Hitam, Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, yang tak lain adalah ibu kandung korban yang ikut menguburkan korban di lereng bukit.

Begitu pun polisi belum bisa memastikan apakah istrinya diancam atau tidak oleh pelaku, warga Desa Sei Tembuh Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat. Namun yang pasti, lanjut dia, tak ada satu pun warga yang mengetahui penganiayaan tersebut karena mereka tinggal di tengah kebun karet dan tak ada penghuni lainnya. "Si ibu tak bisa berbuat apa apa.

Kalau kondisinya ini, kan di perumahan itu kan di tengah kebun karet jadi tak ada penghuni lain. Mereka sendiri saja di situ," kata Fathir. Mengenai hukuman, Fathir menegaskan bahwa, pelaku akan dijerat pasal berlapis, yakni penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas dan undang undang perlindungan anak.

Pelaku diancam hukuman mati akibat perbuatannya itu. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya bau menyengat di sebuah bukit pada Rabu (4/9/2019). Setelah itu, petugas datang dan bersama masyarakat membongkar sebuah gundukan dan menemukan jasad anak laki laki dibungkus kain yang kemudian diketahui bernama M Ibrahim Ramadhan.

Lokasi penemuannya tak jauh dari rumah tempat tinggal mereka. Dari tempat kejadian perkara (TKP) petugas menyita barang bukti, di antaranya sandal anak anak, baju dan celana anak anak, dompet dan lainnya. Riki Ramadhan dan istrinya, Sri Astuti ditangkap pada tengah malam pada hari itu juga di sekitar jalan umum di Jalan Binjai Bukit Lawang.

Metropolitan

Solusi Atasi Sampah Sungai & Memanfaatkannya Jadi Sumber Energi Alternatif

Avatar

Published

on

Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) menjadi inisiator program pengolahan sampah Sungai menjadi energi dalam bentuk briket/pelet yang disebut Tempat Olahan Sampah Sungai Gerakan Ciliwung Bersih (TOSS GCB). Briket/ Pelet tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar sehari hari sebagai pengganti minyak tanah bahkan LPG, baik untuk keperluan warung hingga industri yang menggunakan boiler seperti pabrik tekstil, pupuk, dan pembangkit listrik. Secara khusus, program ini dirancang untuk mengolah sampah Sungai menjadi listrik dan diperuntukkan bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Ciliwung dengan produk akhirnya adalah syntetic gas (syngas) yang mampu menjadi substitusi bahan bakar untuk genset/diesel.

Listrik yang dihasilkan dari unit instalasi TOSS GCB ini akan digunakan mengoperasikan mesin pompa dan penjernihan air Sungai sehingga laik untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Sasaran utama dari program ini adalah upaya meningkatkan kualitas air sungai dan mengembalikan fungsi sungai sebagai bahan baku air bersih. Hal ini dapat diwujudkan dengan mereplikasi unit TOSS GCB agar di setiap lokasi Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) sehingga memiliki fasilitas MCK sekaligus mengolah dan memanfaatkan sampah di sekitarnya menjadi energi listrik untuk mengoperasikan instalasi TOSS GCB tersebut.

TOSS GCB adalah suatu program kolaboratif antara GCB dengan Pemerintah pusat melalui kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Pemprov DKI Jakarta; PT PLN (Persero) yaitu PT Indonesia Power; Badan Usaha Milik Daerah melalui PDAM DKI Jakarta; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) danstartup company di bidang supply value chain energi baru dan terbarukan bernama comestoarra.com. Program ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M.R. Karliansyah pada 27 Juni 2020. Ketua GCB, Peni Susanti, tujuan didirikan GCB adalah untuk menggalang kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian aliran Sungai Ciliwung.

Organisasi nirlaba yang didirikan pada 1989 ini juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi dan wisata (edu wisata) bagi masyarakat luas khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Peni menambahkan bahwa Sungai Ciliwung telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum. Sayangnya, Sungai Ciliwung yang diharapkan mampu menjadi salah satu simbol dan etalase kota Jakarta telah tercemar oleh sampah, baik plastik, domestik rumah tangga, dan juga biomassa.

Melalui program TOSS GCB, Peni berharap agar seluruh stakeholders di sepanjang aliran Sungai Ciliwung mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung sebagai sumber air bersih sehingga usaha yang selama ini dilakukan terbatas pada kegiatan pembersihan sampah yang telah masuk Sungai, akan ditingkatkan menjadi usaha pencegahan dan pendidikan yang dilakukan oleh setiap komunitas KPC agar masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai, tapi ke unit unit TOSS GCB. Dengan berkurangnya sampah yang masuk Sungai, maka pemulihan air sungai sebagai bahan baku air bersih akan menjadi lebih cepat. Bahkan, masyarakat sepanjang Sungai juga akan mendapat manfaat dari air bersih yang berasal dari Sungai yang telah dijernihkan menggunakan energi yang berasal dari sampah sungai itu sendiri.

Sebagai perusahaan swasta yang turut mengembangkan Program TOSS GCB, Head of Corporate Communications Division PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana mengatakan peran aktif Indofood terhadap pelestarian lingkungan terangkum dalam program Corporate Social Responsibility, Protecting The Environment. Indofood mendukung berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, khususnya upaya pengelolaan sampah, terlebih jika upaya dilakukan dengan mengusung pendekatan ESR atau Extended Stakeholder Responsibility. Pendekatan ini memungkinkan semua pihak bergotong royong sesuai kapasitas dan kompetensinya masing masing sehingga menghasilkan dampak yang lebih signifikan. TOSS GCB ini adalah salah satu inisiatif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung yang memiliki fungsi penting bagi Jakarta.

Diharapkan dengan semakin banyaknya TOSS di sepanjang Sungai Ciliwung, masyarakat dapat lebih teredukasi untuk menjaga kebersihan sungai. Jika ada sampah yang terkumpul, dapat diolah menjadi hal hal yang memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Sekaligus akan mengurangi sampah sampah tersebut mengalir ke laut. Penanganan sampah khususnya di daerah ibukota umumnya memakai metode 3P (pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan). Seiring berjalannya waktu, maka banyak teknologi untuk mengolah sampah tersebut, diantaranya metoda kompos, black soldier fly (Hermetiaillucens), digester, hingga daur ulang sampah plastik.

Tetapi untuk sampah Sungai, terdapat kendala di sisi pengumpulan dan pengangkutan sampah terutama bila sampah tersebut berjenis biomassa dengan dimensi besar dan padat sehingga pengolahannya menjadi tantangan tersendiri. Menurut Ahmad Jidon, pengawas Sungai Ciliwung di wilayah tanah abang, sebagian besar sampah adalah kiriman dengan jenis biomassa seperti kayu, bambu, dan belukar rerumputan. Dengan program TOSS GCB yang membutuhkan bahan baku dari sampah biomasa , permasalahan tersebut bisa terjawab bahkan bisa memberikan nilai tambah berupa energi panas dan energi listrik, sehingga sampah tidak mengalir dan menumpuk di hilir Sungai.

Setidaknya program TOSS GCB akan memberikan 3 (tiga) manfaat utama. Pertama, adalah MCK sehingga mampu meminimalisir pendangkalan sumur akibat eksplorasi air tanah yang sangat besar. Kedua adalah memanfaatkannya untuk mencuci mesin, perkakas, kendaraan. Ketiga, menyiram tanaman dan mampu menjadi sumber air untuk pertanian sayur mayur ramah lingkungan pada instalasi vertikultur. TOSS GCB adalah konsep pengolahan sampah (rumah tangga dan biomassa) berbasis komunitas/masyarakat yang digagas oleh Supriadi Legino dengan menggunakan teknologi peuyeumisasi (Biodrying), hasil karya inovasi Sonny Djatnika Sundadjaja.

Proses TOSS GCB dimulai dengan memasukkan sampah kedalam box bambu berukuran 2×1,25 x1,25 m3 (setara dengan 1 ton sampah) tanpa perlu pemilahan yang merepotkan. Sampah dalam bambu tersebut kemudian disiram dengan biokativator yang akan membuat sampah menyusut hingga 50 persen dan mengering dengan tingkat moisture dibawah 20 persen dalam waktu 7 hari. Selanjutnya sampah yang telah melalui proses peuyeumisasi tersebut siap untuk dijadikan bahan baku energi berupa briket/pelet dengan nilai kalori setara dengan batu bara. Supriadi mengatakan bahwa briket/pelet adalah produk batu bara nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku campuran batu bara dalam industri, terutama kaitannya dengan pembangkit listrik.

Saat ini PLN sudah menerbitkan peraturan direksi untuk penggunaan biomasa sebagai cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap dengan persyaratan teknik dan lingkungan yang ditentukan. Namun, sambal menunggu adanya aturan trading briket/pelet dari pemerintah, briket/pelet TOSS GCB dapat digunakan untuk oleh masyarakat setempat melalui KPC dengan mengkonversi menjadi syngas melalui proses gasifikasi. Supriadi menekankan bahwa syngas mampu menjadi substitusi bensin pada genset atau solar pada mesin disel, dan listriknya bisa untuk menjernihkan air untuk keperluan MCK dan kebutuhan lain berbasis listrik.

TOSS GCB yang merupakan karya anak bangsa ini juga memiliki nilai luhur bagi masyarakat, komunitas, Pemerintah, dan perusahaan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan karena selain dapat mengurangi penggunaan energi fosil, TOSS juga bisa menjadi alternatif solusi permasalahan sampah yang kritis karena terbatasnya kapasitas TPA. Hal ini merupakan kontribusi besar untuk mengurangi emisi Green House Gasses (GHG) atau gas rumah kaca (GRK) karena berkurangnya gas methan yang berasal dari tumpukan sampah di TPA.

Dari sisi sosial, model TOSS GCB yang sepenuhnya menggunakan teknologi dan peralatan dalam negeri tersebut dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan membuka lapangan kerja baik sebagai operator unit unit TOSS GCB maupun industri pendukungnya. Peni dan Supriadi berharap agar program TOSS GCB mampu direplikasi oleh seluruh komunitas di sepanjang aliran Sungai Ciliwung dengan dukungan penuh dari Pemerintah pusat, Pemerintah provinsi, serta Badan Usaha. Dalam pengembangannya,

Continue Reading

Metropolitan

Dilecehkan Paman & Kekasih 5 Bulan Kini Hamil 3 Fakta Baru Remaja Bunuh Bocah di Sawah Besar

Avatar

Published

on

Kasus pembunuhan bocah 5 tahun yang mayatnya disimpan di dalam lemari oleh seorang siswi SMP menguak fakta baru. Sosok pelaku, NF (15) ternyata merupakan korban pelecehan seksual. Bahkan, NF kini tengah mengandung anak hasil pelecehan seksual yang dilakukan tiga orang terdekatnya.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tahan Marpaung. AKBP Tahan Marpaung menuturkan,polisi telah menetapkan tiga tersangka pemerkosaan terhadap NF. Ia mengatakan, pelaku pemerkosaan terhadap NF adalah dua pamannya dan kekasihnya.

"Betul (pelaku pemerkosaan adalah paman dan kekasihnya)," jelas Tahan, Kamis (14/5/2020), dikutip dari . Tahan menyebut, penyidikan kasus pemerkosaan itu sudah rampung. Berkas perkara ketiga tersangka juga sudah lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap)," ungkap Tahan Marpaung. Dengan demikian, NF berstatus sebagai tersangka pembunuhan dan korban pelecehan seksual. Kini, NF tengah menjalani layanan rehabilitasi di Panti Sosial Balai Anak Handayani, Cipayung, Jakarta Timur.

Mengutip dari , NF menjalani rehabilitasi sembari menunggu proses peradilan. Namun, NF yang saat ini menjalani rehabilitasi justru tengah berbadan dua. Bahkan usia kandungannya sudah memasuki usia 3,5 bulan.

Sementara itu, Tahan menyampaikan, tentang aksi bejat yang dilakukan ketiga pelaku terhadap NF. Ketiganya melakukan pemerkosaan terhadap NF sebelum peristiwa pembunuhan sadis itu berlangsung. Tahan menambahkan, hal ini terungkap berdasarkan pemeriksaan keterangan yang disampaikan oleh NF.

"Itu kami baru ungkap dari keterangan si NF," kata Tahan Marpaung. "Saat pemeriksaan," sambungnya. Kasus pembunuhan yang dilakukan NF tersebut sempat mengagetkan publik.

NF tega menghabisi nyawa bocah berumur 5 tahun yang berinisial APA. Kasus pembunuhan ini terungkap dari pengakuan NF sendiri yang mendatangi Polsek Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (5/3/2020). NF telah melakukan pembunuhan terhadap seorang anak dan mayatnya disimpan di dalam lemari kamarnya.

Secara sadis NF membunuh tetangganya itu dengan cara dimasukkan ke dalam air.

Continue Reading

Metropolitan

Serikat Buruh Pasang Spanduk Aspirasi hingga Gelar Bansos Polda Metro Sebut Tak Ada Demo

Avatar

Published

on

Tanggal 1 Mei biasa diperingati hari buruh internasional. Pada hari itu, biasanya sejumlah elemen ataupun serikat buruh turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Namun di tengah pandemi Corona, diperkirakan tak ada buruh yang menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan. Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

"Sampai dengan saat ini belum ada pengajuan kegiatan keramaian ya. Tetapi berdasarkan hasil koordinasi dan komunikasi kami dengan semua teman teman dari serikat buruh, serikat buruh tidak ada yang turun ke jalan dalam hari May Day ini," kata Yusri Yunus kepada awak media, Jumat (1/5/2020). Namun demikian, Yusri tidak menampik bahwa ada sejumlah buruh yang akan melakukan aksi simbolik dengan memasang spanduk di pabrik ataupun tempat mereka bekerja. Nantinya, spanduk itu berisikan tuntutan dan harapan dari kalangan buruh.

"Pemasangan spanduk di kantornya masing masing, tetapi tetap mereka lakukan dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan sesuai aturan protokol kesehatan. Jaga physical distancing yang ada," ungkapnya. Tak hanya itu, Yusri mengatakan, para buruh juga menggantikan aksi demonstrasi dengan kegiatan bantuan sosial (Bansos). Rencananya, ada sejumlah buruh yang akan melakukan bagi bagi masker di tengah Covid 19.

"Mereka juga melakukan kegiatan bansos itu yang kita apresiasi. Mereka ada yang lakukan kegiatan bagi bagi masker kepada masyarakat di pinggir jalan. Tetapi mereka tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang ada," jelasnya. Lebih lanjut, Yusri mengapresiasi serikat buruh yang tidak menggelar aksi demonstrasi di tengah Covid 19. "Alhamdulilah mereka bisa mengerti dan memahami. Suatu apresiasi buat teman teman buruh. Mereka memahami bahwa pandemi Covid 19 sangat berbahaya, ini adalah musuh bersama," ujarnya.

Continue Reading

Trending