Connect with us

Internasional

Kondisinya Menyedihkan Buronan yang Sudah Kabur selama 17 Tahun Akhirnya Ditemukan di Gua Sempit

Avatar

Published

on

Polisi di China menggunakan drone untuk melacak dan menangkap narapidana yang telah kabur selama 17 tahun lamanya. Dilansir NBC News, Kepolisian Yongshan berkata lewat WeChat pada Jumat (27/9/2019) lalu bahwa penangkapan kembali Song Jiang (63) sempat gagal. Kepolisian Yongshan menerima beberapa petunjuk tentang keberadaan Song Jiang pada awal bulan September.

Petunjuk petunjuk itu kemudian membawa mereka ke pegunungan di belakang kampung halamannya di Provinsi Yunan. Tim kepolisian mencari Song Jiang di medan yang kompleks dan hutan yang lebat. Tidak menemukan jejak apapun, polisi kemudian meminta drone untuk mencari tahu kemungkinan di mana Song Jiang tinggal.

Tak lama kemudian, drone menemukan atap baja biru di tebing curam. Dari drone terlihat pula sampah rumah tangga di luar tempat tinggal Song Jiang yang disebut polisi sebagai gua. Song Jiang dipenjara atas kasus perdagangan manusia.

Ia berhasil melarikan diri dari penjara pada tahun 2002. Polisi berkata Song tinggal di gua yang berukuran kurang dari 6 meter persegi. Ukuran itu terlalu kecil untuk orang berdiri di dalamnya.

Foto penampakan gua yang dirilis oleh polisi menampilkan panci masak yang menghitam yang tampaknya telah digunakan untuk membuat makanan di atas api. Ada pula lapisan lapisan kapuk yang digunakan sebagai tempat tidur di lantai gua. Penyelidik mengatakan buronan itu hidup di tempat terisolasi dalam waktu yang lama.

Ia pun mengalami kesulitan berkomunikasi dengan petugas. Polisi berkata Song tidak mandi atau mencuci baju untuk waktu yang lama. Hidupnya pun terlihat menyedihkan.

Ia memotong rambutnya sendiri. Song Jiang menggunakan botol plastik untuk mengambil air untuk minum dari lembah gunung. Ia mengumpulkan ranting kayu kering untuk membuat api untuk memasak.

Polisi berkata, Song Jiang dikembalikan lagi ke penjara. Meloloskan diri dari kejaran polisi bukan hal yang mudah, apalagi jika harus dilakukan selama bertahun tahun. Tetapi di Singapura, sebuah negara kecil yang memiliki reputasi penegakan hukum yang ketat, ternyata justru terjadi kisah yang tak biasa.

Dilansir , seorang tersangka kasus penganiayaan berhasil menghindar dari kejaran pihak berwajib selama 13 tahun sebelum akhirnya tertangkap. Kisah penangkapannya pun terbilang tak biasa dan terjadi secara tidak disengaja. James Nalla Rajan Naidu Adhiseshan adalah seorang tersangka dalam kasus penganiayaan seorang agen surat kabar di gerai 7 Eleven di kawasan Bukit Merah menggunakan pisau saku.

Berganti Identitas Sebenarnya James telah ditangkap pada tahun 2006, namun ia berhasil meloloskan diri sebelum disidang di pengadilan. Pria berusia 58 tahun ini kemudian mengganti identitasnya dengan menggunakan KTP milik Chandran Sinathanmby yang waktu itu tengah mendekam di penjara Singapura.

Untuk menyempurnakan rencananya, James bahkan telah menambahkan alamat rumahnya di KTP milik Chandran. Selama 13 tahun dari 2006 hingga 2019, James dapat bebas bepergian di Singapura menggunakan identitas palsu itu tanpa terendus oleh pihak berwenang. Dokumen pengadilan tidak menjelaskan bagaimana James berhasil mendapatkan KTP Chandran. Juga tidak dirinci apakah keduanya saling mengenal satu sama lain, demikian dikutip Channel News Asia , Selasa (25/6/2019).

Pengadilan hanya menyatakan Chandran kehilangan KTP nya belasan tahun yang lalu. Dia tidak mengetahui identitasnya telah dipakai oleh James. James beraktivitas seperti biasa selama belasan tahun dengan menggunakan identitas palsunya termasuk ketika dia mengunjungi Poliklinik di kawasan Sengkang pada tanggal 14 Agustus 2017 untuk berobat akibat terjatuh dari sepedanya. Dengan menggunakan KTP Chandran, dia mengunjungi poliklinik yang sama tak hanya sekali, melainkan berkali kali untuk gangguan kesehatan lainnya.

Tidak ada sedikitpun kecurigaan terhadap dirinya. Bahkan dia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Changi untuk menjalani perawatan pada organ hatinya. Kecurigaan sempat muncul ketika pihak rumah sakit melakukan verifikasi identitas. Mereka mendapati bahwa identitas bernama Chandran Sinathanmby sedang dipenjara, sehingga mustahil dia dapat mengunjungi rumah sakit. Pihak rumah sakit memutuskan melaporkan ini ke kepolisian. Meski demikian, kebohongan James tetap belum terungkap dan dapat melenggang seolah olah tidak terjadi apa apa.

Dia kembali mengunjungi rumah sakit pada 12 November 2017. Namun kali ini dia memeriksakan diri ke Singapore General Hospital (SGH) karena gangguan pernafasan. Tanpa hambatan, dia diopname selama satu malam dengan menggunakan KTP Chandran. Dia bahkan tercatat meninggalkan rumah sakit tanpa membayar tagihan. Pertemuan Tidak Terduga

James tertangkap usai terjadi pertemuan yang tidak terduga dan tidak disangka sangka. Pada 25 Februari lalu, James kembali berobat ke Rumah Sakit Sengkang untuk menemui dokter bedah tulang. Tanpa ia ketahui, Chandran yang sudah bebas dari penjara juga mengunjungi rumah sakit yang sama setelah menerima pesan singkat dari pihak rumah sakit mengenai jadwal berobatnya.

Bingung karena tidak merasa sakit, Chandran memutuskan berangkat ke rumah sakit. Chandran yang asli pun terkejut ketika dokter bertanya mengenai kondisi kakinya yang patah. Dia menyebut jika dirinya tidak mengalami patah kaki serta tidak pernah mengunjungi Rumah Sakit Sengkang.

Pihak rumah sakit pun kemudian menyarankan Chandran untuk melapor ke polisi. Oleh pihak kepolisian, dia diminta untuk meminta data kesehatannya dari rumah sakit. Saat kembali ke rumah sakit, dia berpapasan dengan seorang pria di kursi roda yang ingin mendaftarkan diri untuk berobat. Chandran dan pria ini tidak mengenal satu sama lain. Bermaksud baik, Chandran menawarkan bantuan kepada pria ini supaya dia tidak perlu susah payah bergerak dari kursi rodanya.

Ketika nomor pria ini dipanggil, Chandran membantu pria itu mendorong kursi rodanya ke bagian pendaftaran rumah sakit. Alangkah terkejutnya Chandran ketika dia melihat nama dari KTP dari pria yang ditolongnya ini. KTP tersebut persis sama dengan KTPnya yang telah hilang. Pria yang ditolongnya ini tidak lain adalah James. Tanpa basa basi Chandran segera memberitahu pegawai rumah sakit yang kemudian memanggil polisi.

James pun terkejut karena bertemu dengan orang yang telah dia curi identitasnya dan mencoba melarikan diri. Tetapi kali ini usahanya gagal. James akhirnya dapat dibekuk di lokasi dan diamankan pihak kepolisian. Saat ditangkap, James masih mencoba berbohong dengan mengatakan bahwa dialah Chandran yang asli. Akan tetapi kebohongannya sudah terlihat dengan jelas.

Akhirnya, James menjalani persidangan yang telah tertunda 13 tahun. Di persidangan, selain mengakui kejahatan penikamannya, James juga mengaku bersalah atas kejahatan pemalsuan identitas. Menurut pengacaranya, James sangat menyesali perbuatannya dan memohonkan keringanan hukuman.

James dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan dan kali ini dia benar benar menjalani hukumannya yang tertunda belasan tahun.

Internasional

Polisi Buru Orangtuanya Bayi Ini Dibeton Dan Dikubur Hidup Hidup Di Lereng Bukit

Avatar

Published

on

Bayi laki laki ditemukan terkubur hidup hidup di lereng bukit terpencil dua bulan lalu. Seperti dikutip dari AsiaOne , Senin (21/10/2019) pihak berwenang di Cina timur masih mencari orang tua dari bayi laki laki tersebut, menurut laporan media setempat. Seperti dilaporkan Jinan Times pada hari Minggu (21/10/2019), bayi malang yang baru lahir ini ditemukan pada 21 Agustus oleh pasangan suami istri yang berjalan di daerah pedesaan Jinan, provinsi Shandong, China.

Keduanya yang merupakan warga setempat, saat itu tengah memetik jamur ketika mereka mendengar tangisan datang dari daerah terpencil. Awalnya mereka mengira itu mungkin binatang yang terperangkap. Tetapi setelah membersihkan sedikit lapisan tanah, mereka melihat lempengan beton yang menutupi lubang.

Setelah mendengarkan dengan seksama, mereka yakin bahwa suara yang datang dari dalamnya adalah bayi, Pasangan itu lantas memberi tahu masyarakat setempat dan memanggil polisi untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Tetapi sebelum petugas datang, bayi itu berhenti menangis.

Akhirnya pasangan itu dan warga lainnya yang berkumpul di tempat kejadian sepakat untuk menyelamatkan bayi itu. Mereka mengeluarkan sang bayi dari lempengan itu dan menyelamatkan anak itu, kata laporan tersebut. Mereka memanggil ambulans dan membawa bayinya ke rumah sakit.

Dokter mengatakan bayi tersebut mungkin telah dikubur selama sekitar dua jam. Bayi itu ditemukan di dalam kotak kardus yang disembunyikan di bawah lempengan beton. "Pada saat dia diselamatkan dia sudah berhenti menangis dan napasnya pendek," kata Zhou Shanghong, dokter setempat dan satu dari orang orang yang membantu menyelamatkan bayi itu.

Namun, setelah diperiksa di rumah sakit, tidak ada masalah kesehatan serius pada bayi itu. Namun bayi ynag dibuang tersebut diketahui memiliki penyakit kuning dan anemia, kata laporan itu. Hingga kini bayi itu belum diberi nama, namun ia telah membuat kemajuan yang signifikan sejak ia ditemukan 2 bulan lalu.

Dia masih berada di inkubator, namun beratnya telah meningkat menjadi 4kg (9lbs), dari sebelumnya yang hanya 1,5 kg ketika dia ditemukan. Polisi sejauh ini tidak dapat menemukan petunjuk tentang identitas orangtua anak tersebut. Hal ini karena tidak ada kamera keamanan di daerah itu dan tidak saksi mata yang menyaksikan saat bayi itu ditinggalkan.

Zhou membayar seluruh biaya medis bayi itu. Zhou akan merawat bayi itu dan membawanya pulang jika tidak ada yang datang untuk mengklaim bayi tersebut. "Setiap kali dia melakukan pemeriksaan, mereka [staf rumah sakit] selalu memanggil saya," katanya.

"Aku seperti ibunya … keluargaku dan aku sepakat bahwa kami akan mengadopsi anak malang ini jika kami tidak dapat menemukan orang tuanya." tutupnya.

Continue Reading

Internasional

Tapi Justru Temukan Kenyataan Pahit Wanita Pesankan Makanan Pakai Ojol buat Pacarnya yang Sakit

Avatar

Published

on

Berita viral hari ini Pesankan makanan pakai ojol untuk pacarnya yang sakit, perempuan ini justru temukan fakta sebenarnya, berawal dari adu argumen. Banyak kisah tentang betapa susahnya membangun dan menyelaraskan hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship). Dari harus saling percaya hingga kebiasaan tidak bertemu dan hanya bertatap muka via suara maupun video call.

Dan tidak selalu jujur bisa saja semakin memperburuk hubungan yang telah dibina bersama. Mungkin salah satunya adalah kisah dari perempuan ini. Ia mencertiakan pengalamannya ketika memesankan makanan via ojol untuk pacarnya yang nun jauh disana.

Perempuan dari Taiwan ini ingin menjadi pacar yang memperhatikan pacarnya. Ia ingin mengejutkan pacarnya dengan mengirim makanan kejutan untuk pacarnya yang sedang sakit. Dilansir oleh NowNews dan World of Buzz pada Selasa (15/10/2019), dia mengatakan bahwa mereka telah bersama selama dua tahun dan dalam hubungan jarak jauh.

Perempuan itu menambahkan juga bahwa mereka biasa banyak mengobrol sebelum tidur. Tetapi untuk beberapa waktu mereka tidak sehangat yang dulu lagi. Si pria tersebut sering mencari alasan untuk menghindari dan tidak menjawab panggilan atau SMS nya.

Juga sering beralasan lelah dan ingin tidur. "Aku memilih untuk mempercayainya dan tidak ingin mengganggunya ketika dia mengatakan sedang beristirahat." "Suatu hari, dia mengatakan kepadaku bahwa dia merasa tidak enak badan dan ingin tidur lebih awal."

"Juga mengatakan bahwa dia tidak dapat telepon dengan Aku malam ini." "Aku khawatir apa dia punya makanan di rumah, jadi Aku mengirim makanan kejutan untuknya di rumah,” tulisnya. Ketika petugas kiriman makanan datang di rumah pacarnya, petugas tersebut memanggil manggil pria tersebut dan tidak ada yang menjawab pintu.

Lalu dia menelpon pacarnya dan berpikir bahwa dia merasa sakit dan tidak bisa mendengar bel pintu. Lalu perempuan tersebut membeberkan percakapannya dengan si pacar: Pacar: Halo? (Latar belakangnya terdengar sunyi, seperti sedang di rumah)

Perempuan: Maaf, Aku tahu kamu sedang tidak enak badan, tetapi akutidak bermaksud mengganggumu." "Aku kirimi kamu makanan, bukain pintu untuk pengirimnya dan lalu istirahat setelah selesai makan." "Pacar: (Diam) Aku sedang tidak di rumah."

"Pacar: Maaf, aku tidak bermaksud membohongimu, tetapi aku sedang di luar sekarang bersana teman temanku." "Cewek: Jika kamu sedang keluar bersama teman temanmu, kenapa kamu tidak memberi tahuku?" "Bukannya aku tidak mengizinkanmu pergi bersama teman temanmu"

"Setelah berdebat dan berdiskusi panjang, akhirnya di pria mengaku bahwa dia telah pergi ke rumah teman perempuannya dan berselingkuh. Dan pada akhirnya, gadis itu berkata: “Aku meminta ojol itu untuk membuang saja makanan.

"Dan aku juga sudah membayar makanan itu." "Aku hanya ingin mengingatkan kepada kalian semua jika kamu sedang dalam hubungan jarak jauh dan kamu tiba tiba memesan makanan kiriman kejutan, berhati hati lah, mungkin akan berakhir putus." Warganet pun terkejut dengan alur cerita yang bagikan oleh perempuan tersebut.

Dan beberapa mereka tidak menyadari bahwa hal sepele seperti memesankan makanan untuk sang pacar ternyata bisamengakhiri sebuah hubungan dengan dramatis. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa perempuan tersebut adalah pacar yang baik yang peduli pada pacarnya lalu menjulid pria tersebut karena selingkuh.

Continue Reading

Internasional

Massa Pendemo di Hong Kong Siapkan Aksi Susulan Malam Ini

Avatar

Published

on

Aktivis pro demokrasi Hong Kong merencanakan unjuk rasa pada Senin (14/10) malam, setelah kerusuhan akhir pekan yang membuat para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan polisi membalas dengan gas air mata dan peluru karet. MengutipReuters, para pendemo mengatakan, mereka berencana untuk berkumpul di Chater Garden di Distrik Admiralty, dekat kompleks pemerintahan, sehari setelah demonstran mengamuk di seluruh Hong Kong. Demonstrasi damai berubah jadi kekacauan pada Minggu (13/10/2019) lalu ketika aktivis dan polisi bentrok. Dalam salah satu insiden terburuk, seorang petugas diiris lehernya oleh seorang pengunjuk rasa dan dibawa ke rumahsakit.

Menurut Kepolisian Hong Kong, demonstran di Distrik New Territories menyerang dua petugas berpakaian preman yang mereka pukul berulang kali di kepala dengan benda benda keras. Para petugas dibawa ke rumahsakit dengan cedera kepala. Para pengunjuk rasa melemparkan lebih dari 20 bom molotov ke sebuah kantor polisi di Distrik Mong Kok. Mereka juga merusak stasiun stasiun metro serta bisnis bisnis asal China atau yang dianggap pro Beijing.

Kemarin, demonstran kembali menargetkan operator kereta api MTR Corp, yang mereka tuduh berkolusi dengan Pemerintah dan Kepolisian Hong Kong dengan menutup beberapa layanan lebih awal. Jaringan kereta api kembali beroperasi pada hari ini, meskipun pekerjaan pemeliharaan sedang berlangsung di beberapa stasiun yang rusak oleh amuk demonstran. Tapi, semua layanan kereta akan berhenti untuk pemeliharaan pada pukul 10 malam, kecuali Airport Express Line. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akan menyampaikan Pidato Kebijakan Tahunan pada Rabu (16/10/2019) nanti, di tengah tekanan untuk mengembalikan kepercayaan pada pemerintah karena bergulat dengan krisis politik terbesar dalam beberapa dekade.

Pemerintah Hong, kemarin malam, menyatakan, mereka merasa "bingung" dengan pernyataan Senator Amerika Serikat (AS) Ted Cruz yang menyampaikan, dia belum melihat tindakan kekerasan oleh pengunjuk rasa. "Sementara kami menghormati kebebasan berbicara politisi asing, kami menganggap, komentar harus berdasarkan pada fakta," kata Pemerintah seperti dilansirReuters. "Semua orang bisa melihat dari laporan media, bahwa para pemrotes melakukan tindakan kekerasan dan vandalistik pada banyak kesempatan di Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir".

Cruz yang tengah berkunjung ke Hong Kong mengatakan pada Sabtu (12/10), Lam telah membatalkan pertemuan dengannya. Dia tidak memberikan alasan mengapa. Tetapi, ia menyebutkat, kantor Lam telah meminta pertemuan itu dirahasiakan. Pemerintah Hong Kong mengatakan, pertemuan itu dibatalkan karena Lam memiliki acara lain.

Continue Reading

Trending