Connect with us

Kesehatan

KLB Hepatitis A, 824 Warga Pacitan Harus Istirahat Total, Dilarang Konsumsi Makanan Mentah

Avatar

Published

on

Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan menjadi perhatian banyak pihak. Upaya pencegahan dan penanganan juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jatim bersama Pemkab Pacitan. Salah satu upaya mengurangi penyebaran penyakit dilakukan dengan menghimbau penderita Hepatitis A yang memasuki masa pemulihan untuk istirahat total selama sebulan.

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Jatim, dr Setya Budiono mengungkapkan bagi masyarakat yang sudah sakit, dimohon berobat ke puskesmas terdekat atau dokter. Selain itu, penerapan pola hidup bersih juga harus dilakukan seperti yang sehat. Mulai dengan mencuci tangan saat sebelum dan sesudah buang air besar dan kecil, sebelum dan sesudah memasak dan makan.

Serta bagi yang sehat sebelum dan sesudah merawat pasien dengan hepatitis A juga harus mencuci tangan. "Kemudian makan makanan sehat dan matang, air juga harus dimasak lebih dahulu selama KLB mohon tidak mengkonsumsi makanan mentah,"urainya. Kalaupun terpaksa,lanjutnya, makanan mentah harus dicuci dengan baik. Misal buah Jambu karena tidak mungkin direbus, maka dicuci dengan sabun buah.

"Kami sudah melakukan penyelidikan epidemologi untuk mengetahui pola sebaran dan mekanisme penularannya yang terjadi. Sehingga bisa memutus rantai penyebaran dan tidak menyebar lebih luas,"jelasnya. Saat ini,dikatakannya, Pemkab Pacitan sudah menggerakkan seluruh fasilitas kesehatan untuk mendukung layanan tata laksana pengobatan. Di puskesmas, petugas kesling sudah melakukan kaporitsasi, kemudian meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Perilaku ini menjadi pengobatan efektif untuk KLB,"urainya. Sebanyak 824 warga Kabupaten Pacitan menderita hepatitis A. Pasien yang menderita hepatitis A tersebar di delapan kecamatan atau Puskesmas di Kabupaten Pacitan.

Hepatitis A di Kabupaten Pacitan ini ditemukan pertama kali pada 14 Juni 2019. Karena banyaknya pasien, Bupati Pacitan Indartato menyatakan KLB pada 25 Juni 2019 lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Eko Budiono, saat dihubungi, Kamis (27/6/2019) malam, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan agar jumlah pasien tidak bertambah.

"Ada tiga langkah utama yang kami lakukan. Saya singkat Taspen," kata Eko. Dia menuturkan, yang pertama, tata laksana kasus secara intensif. Eko menuturkan, bagi pasien yang menjalani rawat inap diberi infus, dan protein untuk mencegah diare.

"Dan yang paling penting adalah tirah baring (rebahan). Ekstremnya, tidak boleh turun dari tempat tidur. Infus untuk menguatakan, tapi kalau tidak lemas diberikan diet tinggi kalori dan tinggi protein," katanya. Langkah kedua yakni surveillance (pengawasan). Petugas Dinas Kesehatan, melakukan pemantuaan kondisi wilayah, waktu, tempat dan orang, yang ditemukan gejala hepatitis A.

"Setiap hari ada petugas dari Dinas Kesehatan melalui sistem kewaspadaan dini dan respons berbasis Puskesmas. Jadi petugas petugas itu memantau terus, pemantauan wilayah setempat," katanya. Kemudian, lanjut Eko, langkah yang ketiga pengendalian faktor risiko. Dia mengatakan, risiko utama dari hepatitis A ini adalah berasal dari makanan dan minuman yang masuk ke mulut.

"Risikonya, dari makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri, makanya dikendalikan. Kami ajak masyarakat untuk cuci tangan sebelum menjamah makan dan minuman, terutama setelah buang air kecil atau buang air besar," kata Eko.

Kesehatan

Simak Gejalanya Di Sini FOTO FOTO Yang Bisa Buat Pengidap OCD Tak Nyaman

Avatar

Published

on

Kumpulan gambar gambar ini pasti akan memicu hasratmu, terutama bagi pengidap OCD, untuk mengatur, meluruskan, atau membersihkan sesuatu. Mengutip alodokter.com, obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Salah satu gejala OCD yaitu Symmetry dan Orderliness. Pada gejala ini, penderitanya akan sering mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar. Contohnya, penderita tidak akan suka jika barang yang telah dirapikannya disentuh dan diubah posisi nya oleh orang lain.

Jika gambar gambar di bawah ini merasa tidak nyaman, kamu tak sendirian. Ada banyak selebriti Hollywood yang menderita OCD, di antaranya Megan Fox, Justin Timberlake, Howie Mandel, dan Leonardo DiCaprio. Mengutip dari ranker.com, inilah foto foto yang tidak berurutan, rapi, atau simetris yang bisa memicu rasa tak nyaman pada penderita OCD.

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan mental yang cukup serius. Penerita OCD ditandai oleh dorongan kuat untuk mengulangi perilaku atau proses tertentu. Ini adalah kondisi yang diklasifikasikan sebagai gangguan kecemasan.

Kecemasan yang dialami akan menciptakan dan mendorong penderita OCD untuk mengulangi perilaku kompulsif. Perilaku kompulsif dapat mencakup beberapa tindakan, seperti mengulangi kata kata, menghitung sesuatu, memeriksa barang berulang ulang, hingga membersihkan sesuatu dengan sangat teliti. Bahkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Namun bagi orang dengan OCD, dorongan obsesif dan pola perilaku ini mulai mengambil alih kehidupan mereka. Obsesi dalam OCD menggambarkan ide ide yang muncul dalam pikiran penderita. Pikiran ini sulit bahkan nyaris mustahil untuk dilepaskan jika belum berhasil.

Pikiran pikiran ini bisa mengenai hal hal yang berbeda, tetapi cenderung berpusat pada kecemasan yang dimiliki seseorang. Termasuk ketakutan sakit atau terluka, takut menyakiti orang lain, atau ketakutan tentang berbagai hasil buruk lainnya. Penyakit ini memaksa penderita OCD melakukan sesuatu yang sangat spesifik.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan mengendalikan perasaannya. Bagi sebagian penderita, misalnya seperti mencuci tangan atau merapikan sesuatu di rumah secara berulang ulang. Namun ada juga yang lebih merupakan proses mental, seperti mengulang kata atau frasa atau menghitung ke angka tertentu.

Orang dengan OCD menggambarkan bahwa mereka tidak merasa mengendalikan ide ide mereka. Yang terjadi adalah sebaliknya, mereka merasa dikendalikan oleh pikiran mereka. OCD juga membuat pikiran obsesif dan perilaku kompulsif mulai mengambil alih rutinitas mereka.

Termasuk terciptanya gangguan dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan sesuatu. Hal ini membuat mereka berada di tempat tepat waktu, dan memenuhi harapan mereka. Hal ini akan sangat ketara ketika penderita sedang stres atau sedang mengalami kecemasan yang meningkat.

Orang orang dengan OCD sering menggambarkan bahwa jenis jenis pikiran yang mereka miliki membuat mereka marah, menakut nakuti mereka. Sebagian juga merasa malu dengan isi pikirannya. Meskipun ini tidak selalu terjadi, itu relatif umum bahwa pikiran obsesif dapat bersifat seksual, kekerasan di alam, atau mengandung konten lain yang terasa tidak bermoral bagi orang yang memiliki pemikiran ini.

Continue Reading

Kesehatan

Bisa Jadi Itu Gejala Asma Si Kecil Kerap Batuk Dan Pilek Waspada

Avatar

Published

on

Penyakit asma bisa terjadi pada anak anak dengan berbagai gejala yang mudah dikenali orangtua sehingga bisa ditangani dengan cepat. Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia, dr. Sandra Diah Ratih menyebutkan gejala pertama yang paling mudah dilihat adalah sesak nafas. "Jadi kalau anak nafas seperti kucing, ngik ngik gitu nafas berar itu lebih jelas terlihat," ungkap dr. Sandra di acara 'Penanganan Intervensi Perbaikan Penanganan Asma di Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Kemudian batuk dan pilek juga bisa menjadi penanda anak menderita asma. Terlebih jika batuk atau pilek kerap berulang dan durasinya panjang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. "Kalau sudah pilek dan batuk berulang harus ke dokter nanti dolkter cari triger apa yang bikin dia terserang asma, bisa dari infeksi flu sebabkan asma atau batuknya," kata dr. Sandra.

Sedangkan penyebab paling besar asma adalah asap rokok, debu, tungau, dan tentunya riwayat keluarga sangat berpengaruh besar timbulnya asma pada anak. "Hal hal itu yang paling banyak menyebabkan asma dan kalau ada riwayat asma tidak dianjurkan punya karpet, wallpaper, yang plain aja pilih gorden yang tipis dari bahan katun yang gak bikin banyak debu ngumpul," pungkas dr. Sandra.

Continue Reading

Kesehatan

Jangan Sepelekan! Termasuk Personel Srimulat Deretan Artis Ini Meninggal Dunia POPULER Sakit Gigi

Avatar

Published

on

Sering disepelekan, sakit gigi rupanya dapat merenggut nyawa seseorang. Mengalami sakit gigi ternyata bisa menjadi penyakit serius bahkan mematikan, untuk itu jangan diabaikan. Beberapa artis pernah mengalami sakit gigi hingga merenggut nyawanya, siapa saja mereka? simak yuk!

Menderita sakit gigi tentu tidak enak rasanya dan mengganggu aktivitas. Bahkan ada yang menyebut, mendingan sakit hati daripada sakit gigi. Namun, sering kali sakit gigi dibiarkan begitu saja tanpa mengetahui pemicunya.

Tidak banyak yang tahu, bahwa sakit gigi bisa menjadi penyakit yang serius. Deretan artis pernah mengalami sakit gigi hingga berujung pada kematian. Berikut artis yang meninggal dunia berawal dari sakit gigi!

Bambang Gentolet merupakan salah satu personel grup lawak Srimulat yang cukup terkenal di Surabaya. Sebelum pergi untuk selama lamanya, almarhum diketahui sempat mengeluh sakit pada bagian giginya. Hari Budiarto, sang ketua RT mengaku terkejut karena sehari sebelum Bambang Gentolet meninggal, dirinya masih sempat berbincang.

Dalam perbincangannya dengan Ketua RT tersebut, almarhum mengatakan hanya sakit gigi, namun terasa sangat sakit. Teguh juga menambahkan bahwa almarhum sebelumnya memang diketahui hanya sakit gigi. Kemudian pada jam 9 malam hari Kamis (27/04/2017), Ia mengeluh dadanya sesak ke putri bungsunya.

Setelah sempat diberi air hangat, ia dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan taksi. Sayangnya, beliau meninggal dunia saat perjalanan. Robby Tumewu yang meninggal pada awal tahun 2019 juga mengeluhkan sakit yang sama sebelum meninggal.

Sebelum meninggal dunia, Robby pernah terserang stroke. Tidak hanya sekali, Robby pernah terserang stroke sebanyak dua kali. Pada 2010, Robby sempat terserang stroke di tengah syuting di sebuah acara stasiun televisi.

Hal tersebut membuatnya dilarikan ke rumah sakit. Tak berselang lama, Robby kembali terlihat dalam salah satu acara di Jakarta. Kala itu ia menggunakan bantuan kursi roda.

Namun saat 2013 kondisinya melemah. <span>Stroke kembali menyerangnya.</span> Di tahun itu, pihak dokter mengatakan kondisi Robby melemah.

Keluarganya juga mengatakan hal serupa. Lantaran stroke keduanya ini, Robby juga pernah menjalani operasi. "Operasi di tenggorokan untuk menghilangkan klem atau lendir, supaya napasnya bisa lebih lancar," sambung Hengky lagi.

"Sekitar satu minggu sebelum masuk RS sempat operasi pendarahan di otak kanan. Operasi itu untuk mengeluarkan cairan berlebihan di bagian otak," papar Hengky lagi. Kebanyakan orang sering menyepelekan gusi bengkak sampai pada akhirnya memicu sakit gigi yang parah.

Selain membuat Anda mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah makanan, sakit gigi pada dasarnya bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika berawal dari sakit gigi, seseorang bisa mendapatkan beragam komplikasi penyakit yang membahayakan tubuh, termasuk risiko terkena stroke. Sebuah studi terbaru dari Swedia melakukan penelitian terhadap lebih dari seribu orang untuk mengetahui keterkaitan penyakit gusi dengan stroke.

Hasilnya, para periset melaporkan bahwa gingivitis jelas terkait dengan stroke. Penyakit gusi serius, seringnya disebut dengan periodontitis yang menyebabkan kerusakan parah pada gusi. Periodontitis parah dapat menyebabkan kerusakan gigi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi ompong.

Gigi ompong merupakan pertanda silent stroke. Silent stroke adalah stroke yang tidak diketahui orang (terselubung) karena tidak menunjukkan tanda tanda yang jelas. Akibatnya, banyak orang mengabaikannya. Namun, seiring berjalannya waktu stroke yang terselubung bisa menimbulkan masalah keterbatasan seperti demensia.

Erosi gigi dapat disebabkan oleh konsumsi soft drink dan minuman bersoda dimana kadar fosfor dan asam sitrat tinggi, jus buah kemasan karena beberapa asam pada minuman dari buah lebih erosif daripada asam baterai, atau mulut kering akibat air liur sedikit/xerostomia. Erosi gigi juga bisa disebabkan makanan (tinggi akan gula dan pati), asam lambung dan gangguan pencernaan, serta obat obatan (aspirin dan antihistamin). Tanda tanda umum erosi gigi adalah mengalami rasa sakit atau ngilu saat makan.

Jadi kunci untuk menjaga gigi tetap sehat adalah menghindari minuman bersoda atau dengan kadar gula tinggi. Soalnya soda dan gula bisa tertinggal dilapisan gigi dan mengikisnya perlahan.

Continue Reading

Trending