Connect with us

Travel

Kawanan Singa yang Nikmati Masa Lockdown di Afrika Selatan Viral di Medsos

Avatar

Published

on

PandemiCovid 19 membuat banyak negara harus melakukan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus. Ketentuan tersebut juga diberlakukan di Afrika Selatan. Selama masa lockdown berlangsung rupanya tak hanya berimbas ke manusia saja, tapi juga pada satwa liar seperti singa.

Singa di Taman Nasional Kruger ini tampak menikmati masa lockdown sampai mereka tiduran di tengah jalan. Foto singa singa yang tiduran di tengah jalan selama lockdown berlangsung ini menjadi viral di medsos setelah diunggah oleh akun Twitter Taman Nasional Kruger, @SANParksKNP. Kejadian tersebut berlangsung saat siang menjelang sore di mana kumpulan singa berbaring di jalan tepatnya di luar Camp Peristirahatan Orpen.

Lewat foto yang dibagikan pada Rabu (15/4/2020), singa singa itu tampaknya menikmati tidur siang mereka. Juru bicara Taman Nasional Kruger, Ike Phaahla, menuturkan jika perilaku satwa tersebut tidak mengalami perubahan. Kumpulan singa itu hanya memanfaatkan momen dari masa lockdown di mana tidak ada pengunjung yang membuat tempat itu ramai seperti sebelumnya.

"Mereka adalah hewan nokturnal dan hal biasa bagi mereka untuk tidur di siang hari," kata Ike. "Yang tidak biasa adalah momen mereka memanfaatkan jalanan (untuk tidur siang) karena biasanya sebagai lalu lintas kendaraan," tuturnya. "Semua hewan memiliki rasa takut, itu sudah naluriah. Jadi jika ada orang orang yang berjalan kaki maka mereka tidak akan membiarkan orang itu mendekatinya," sambung Ike.

Sedangkan di pos lain, anjing liar dan singa terlihat sedang jalan jalan di lapangan golf. Tak hanya jalan jalan saja, beberapa ada juga yang berlarian saling mengejar satu sama lain. Momen tersebut berlangsung pada Senin (13/4/2020).

Meskipun saat ini satwa tersebut jauh dari manusia karena sedang dalam masa lockdown, di khawatirkan akan ada spesies yang berisiko terancam punah jika ada perburuan liar selama pandemi.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Travel

Protokol Kesehatan yang wajib Dijalani KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Kembali Layanan KA Reguler

Avatar

Published

on

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta telah melayani kembali operasional kereta api (KA) reguler secara bertahap mulai Jumat (12/6/2020). Beroperasinya kembali layanan kereta reguler ini merupakan tahap awal penerapan new normal setelah sebelumnya layanan tutup karena pandemi covid 19. Manajer Humas PT KAIDaop 6Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, adaptasi new normal wajib dipenuhi para penumpang selama di stasiun hingga dalam perjalanan.

“Meski KA reguler beroperasi di tengah pandemi, KAI tetap bertekad melayani masyarakat yang melakukan perjalanan kereta api dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan,” ujarnya, Jumat (12/6/2020). Ada sejumlah KA reguler yang dioperasikan kembali yakni 8 KA jarak jauh dan 6 KA lokal. KA tersebut di antaranya dari dan menuju Stasiun Kiaracondong, Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, Sragen, Madiun, Surabaya Gubeng, Jember, Ketapang, dan berbagai stasiun lainnya.

PT KAI pun menerapkan aturan new normal yang ketat bagi para penumpang. Para penumpanh wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, suhu badan tak lebih dari 37,3 derajat, dan menggunakan pelindung muka bagi penumpang dewasa untuk mencegah penyebaran covid 19 melalui butiran ludah. “Petugas yang berjaga baik di stasiun maupun di atas KA akan mengumumkan perihal ketentuan ini kepada penumpang,” tuturnya.

Continue Reading

Travel

Warung di Jogja yang Sudah Buat Ayam Geprek dari Tahun 2003 Ayam Geprek Bu Rum

Avatar

Published

on

Ayam geprek terbilang baru dalam khazanah makanan Indonesia. Sebelum 2017, istilah ayam geprek masih asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Namun beda cerita jika bertanya ayam geprek ke orang Yogyakarta khususnya mahasiswa pada era tersebut.

Dari Kota Pelajar ayam geprek lahir. Ayam geprek tak lepas dari pembuat pertama makanan ini. Ia adalah Ruminah (56) pendiri WarungAyam Geprek Bu Rumdi Yogyakarta.

"Saya buat ayam geprek pertama tahun 2003. Sebelumnya saya jualan lotek, soto, dan lain," Ruminah saat ditemuiKompas.comdi warung ayam gepreknya yang pertama di Papringan, Yogyakarta, Senin (23/4/2018). "Namanya juga penjual makanan, saya iseng jualan ayam kentucky (goreng tepung) juga," cerita Ruminah. Lantas dari ayam goreng tepung ini, munculah ayam geprek. Bukan Ruminah yang memiliki ide membuat ayam geprek.

Ia ingat ada pelangganya, mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah, yang meminta ayam goreng tepungnya diberi aneka sambal lalu diulek agar teksturnya hancur. "Terus banyak anak yang bilang ayam gejrot, ayam ulek. Akhirnya saya beri nama jadi ayam geprek," sebut perempuan yang akrab disapa Rum. Hidangan ayam geprek ternyata disukai banyak orang.

Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, sampai wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Sejak saat itu, Ruminah telah membuka enam cabang warung ayam geprek yang tersebar di daerah Yogyakarta. Dibantu 23 pegawai dan anak anaknya ia mengelola bisnis warung ayam geprek.

Di kota kelahirannya, ayam geprek juga terkenal. Contohnya di Jalan Warung Lor, warung pertama Ayam Geprek Bu Rum, ada dua warung ayam geprek lain yang bersebelahan. Jika menelusuri Kota Pelajar, tidak akan sulit untuk menemukan ayam geprek dengan berbagai nama dan kreasi hidangan.

Ruminah sendiri mengatakan bisnisnya lumayan terpengaruh dengan banyaknya saingan. "Ya bertahan saja," kata Ruminah. Sembari ia juga mulai berinovasi dengan menghadirkan aneka sambal seperti sambalado, cabai hijau, bumbu rendang, dan taburan keju.

"Kalau yang ke warung ibu ini kebanyakan memang anak lawas, yang tahu kalau ayam geprek awalnya dari sini," kata Ruminah. Ayam geprek lantas jadi fenomenal ketika masuk ke Jakarta pada 2017. Ada I Am Geprek Bensu dan Geprek Bensu yang dibuka pada tahun itu. Seiring perjalanan keduanya mengalami perebutan merek dagang.

Geprek Bensu yang menawarkan sistem waralaba sukses dan sampai sekarang memiliki 139 cabang waralaba yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Hongkong. Pada 2020, Go Food mencatat ada 300 juta porsi ayam geprek yang dipesan sepanjang tahun 2019.

Continue Reading

Travel

Emirates Lakukan PHK Massal dari Pekan Ini Imbas Pandemi Corona

Avatar

Published

on

Pandemi covid 19 memiliki dampak yang signifikan terhadap industri penerbangan dunia. Sebagian besar pesawat terpaksa tidak beroperasi akibat kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Alhasil, maskapai penerbangan harus mengalami kerugian yang sangat besar yang berdampak pada pemberhentian karyawannya.

Salah satu maskapai yang juga merasakan dampak akibat covid 19 ini adalah Emirates. Kemarin (9/6/2020), maskapai penerbangan tersebut melakukan pengurangan pekerjaan ke tingkat berikutnya, termasuk memecat banyak karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan itu. Maskapai tersebut telah mengirim email ke sebagian besar pramugari dan pilot, memberitahukan bahwa mereka harus menghadiri pertemuan di tempat pelatihan Emirates.

Tampaknya, maskapai penerbangan itu pada dasarnya sedang melakukan pemberhentian karyawan secara kelompok. Setelah orang orang tersebut datang, nama mereka di periksa sesuai daftar dan ditempatkan di sebuah ruangan. Setelah ruangan terisi penuh, ada pertemuan singkat yang memberitahu bahwa mereka akan dihentikan dari pekerjaannya.

Ada beberapa hal terkait pemberhentian karyawan Emirates tersebut, di antaranya: Pada saaat penutupan pertemuan tersebut, para karyawan menerima surat yang menguraikan seperti apa proses pemberhentian nantinya, sebagai berikut:

Continue Reading

Trending