Connect with us

Nasional

Fakta Baru Bupati Kudus Ditangkap KPK: Kronologi Penangkapan hingga Uang untuk Bayar Cicilan Mobil

Avatar

Published

on

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil pemeriksaan terhadap Bupati Kudus M Tamzil setelah sebelumnya dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (26/7/2019) kemarin. KPK membeberkan kronologi penangkapan M Tamzil hingga penetapan status tersangka kepadanya. Berikut rangkuman perkembangan terkini OTT KPK terhadap M Tamzil sebagaimana dirangkum dari Kompas.com, Sabtu (27/7/2019):

KPK membeberkan kronologi operasi tangkap tangan yang menjaring Bupati Kudus Muhammad Tamzil dan enam orang lainnya pada Jumat (26/7/2019) kemarin. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, penangkapan terhadap tujuh orang itu bermula ketika Tim KPK mendapati ajudan Tamzil yang bernama Norman keluar dari ruang kerja Tamzil pada Jumat pagi. "Tim melihat NOM (Norman) berjalan dari ruang kerja MTZ (Tamzil, ke rumah dinas ATO (Agus Soeranto, staf ahli Bupati Kudus) dengan membawa sebuah tas selempang. Tim menduga bahwa tas tersebut berisi uang," kata Basaria dalam konferensi pers, Sabtu (27/7/2019).

Tim tersebut kemudian mengamankan Norman dan satu ajudan lainnya yang bernama Uka Wisnu Sejatu tak lama setelah Norman meninggalkan ruang kerja Tamzil. Setelah menangkap Norman dan Uka, tim KPK membawa keduanya ke ruang kerja Agus Soeranto yang berada di pendopo kantor Pemkab Kudus. "Bersamaan itu pula Tim mengamankan ATO di rumah dinasnya yang berdekatan dengan ruang kerjanya di Pendopo sekitar pukul 10.10 WIB dan menemukan uang sejumlah Rp 170 juta," ujar Basaria.

Lima menit berselang, tim KPK mengamankan Tamzil di ruang kerjanya. Pada pukul 12.00 WIB, KPK mengamankan calon Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Catur Widianto dan stafnya, Subkhan. Catur dan Subkhan ditangkapan KPK di dua lokasi berbeda.

Pada pukul 19.00 WIB, KPK menangkap Plt Sekretaris DPPKAD Kudus, Akhmad Sofyan di rumahnya. Ketujuh orang itu kemudian diterbangkan ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Kudus dan Mapolda Jawa Tengah. "Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau terkait pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019," kata Basaria.

KPK menetapkan Bupati Kudus Muhammad Tamzil sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, selain Tamzil, dua pejabat Pemkab Kudus, yakni Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto dan Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan, juga ditetapkan sebagai tersangka. "Setelah ekspos, KPK menetapkan tiga tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, yang pertama sebagai penerima adalah MTZ, yaitu Bupati Kudus, kemudian ATO, staf khusus bupati," kata Basaria dalam konferensi pers, Sabtu (27/7/2019).

Basaria melanjutkan, ASN alias Akhmad Sofyan ditetapkan menjadi tersangka sebagai pihak pemberi gratifikasi. Tamzil dan Agus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Bupati Kudus Muhamad Tamzil yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK diduga terlibat dalam jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, Tamzil melakukan jual beli jabatan untuk posisi eselon 2, 3, dan 4. Namun, operasi tangkap tangan terhadap Tamzil pada Jumat (26/7/2019) kemarin berkaitan dengan jual beli jabatan posisi eselon 2. "Jual beli jabatan ini bukan yang pertama kali, bukan pada saat dilakukan OTT saja. Kami sudah mendapatkan informasi sebelumnya, pada saat melakukan untuk mengisi eselon 3 dan 4. Jadi yang sekarang dilakukan OTT ini adalah untuk pengisian eselon 2," kata Basaria dalam konferensi pers, Sabtu (27/7/2019).

Basaria menuturkan, Plt Sekretaris Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Akhmad Sofyan yang kini menjadi tersangka diminta menyerahkan uang senilai Rp 250 juta kepada Tamzil untuk dimuluskan karirnya. Basaria menyebut, berdasarkan laporan masyarakat, ada sejumlah pejabat yang telah lulus kualifikasi secara prosedur namun tak kunjung mendapat jabatan diduga karena adanya jual beli jabatan tersebut. "Jadi ada yang sudah lulus tes, sudah proses semuanya sesuai dengan aturan yang ada dan bahkan ada juga yang sudah mendapatkan (nilai) dia yang paling tinggi misalnya tapi sampai saat terjadi OTT belum diberi kesempatan untuk menduduki jabatan itu," ujar Basaria.

Basaria pun berterima kasih atas laporan masyarakat tersebut. Menurut Basaria, laporan masyarakat itu merupakan pintu masuk KPK dalam mengungkap dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kudus. "KPK menyampaikan terima kasih pada masyarakat yang memberikan informasi bahwa terjadi praktik yang tidak bersih dalam proses pengisian perangkat daerah di Kabupaten Kudus," kata Basaria.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil pernah meminta staf khususnya, Agus Soeranto, mencarikan uang sebesar Rp 250 juta. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, Tamzil membutuhkan uang sebesar Rp 250 juta untuk melunasi hutang pribadinya. "Kasus ini diawali dengan pembicaraan Bupati Kudus MTZ (Tamzil) yang meminta kepada Staf Khusus Bupati, ATO (Soeranto), untuk mencarikan uang sebesar Rp 250 juta untuk kepentingan pembayaran hutang pribadinya," kata Basaria dalam konferensi pers, Sabtu (27/7/2019).

Mendapat perintah tersebut, Soeranto kemudian berdiskusi dengan Uka Wisnu Sejati, ajudan Tamzil, untuk menentukan siapa yang akan dimintai uang. "UWS (Uka) teringat pada saat diangkat menjadi ajudan setelah MTZ dilantik, Akhmad Sofyan (AHS) pernah menitip pesan bahwa karena sekarang UWS adalah ajudan Bupati, AHS minta tolong UWS untuk membantu karirnya dan istrinya," ujar Basaria. Awalnya, Sofyan yang merupakan Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus mengaku tidak sanggup memberikan uang sebanyak itu.

Namun, belakangan Sofyan akhirnya memberikan uang itu kepada Uka pada Jumat (26/7/2019) kemarin. Singkat cerita, uang yang dibungkus dalam goodie bag tersebut tiba di ruang kerja Tamzil. Di sana, Soeranto memerintahkan Norman, ajudan Tamzil lainnya, melunasi pembayaran cicilan mobil milik Tamzil menggunakan uang pemberian Sofyan.

"ATO menyampaikan agar uang tersebut digunakan NOM (Norman) untuk membayarkan mobil Terrano milik Pak Bupati yang masih belum lunas dan dimintakan NOM membuatkan kwitansi serta mengambil BPKB nya," ujar Basaria. Terkait OTT itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut OTT KPK terhadap para koruptor itu penting dilakukan dalam upaya pemberantasan berbagai tindak pidana korupsi. "Kalau sudah tidak bisa dinasihati maka OTT menjadi penting," kata Ganjar di Semarang, Jumat petang.

Menurut Ganjar, jika ada pihak yang berani melakukan berbagai tindak korupsi pada era keterbukaan dan reformasi, maka yang bersangkutan itu nekat. "Di era yang sudah terbuka dan di era semua melakukan reformasi menuju pemerintahan bersih, maka hanya orang yang bernyali tinggi alias nekat yang melakukan ini," ujarnya.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Nasional

Apa Saja? Pelamar CPNS 2019 Wajib Unggah 5 Dokumen Penting Ini menuju Situs SSCASN

Avatar

Published

on

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Rencananya, pendaftaran CPNS 2019 akan dibuka mulai Senin, 11 November 2019. Pada tahun 2019, Pemerintah membuka 152.286 formasi.

Rinciannya, Instansi Pusat sebanyak 37.425 formasi pada 68 kementerian dan lembaga serta Instansi Daerah sebanyak 114.861 formasi pada 462 Pemerintah Daerah. Hal ini tertuang dalam Pengumuman No: B/1069 /M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan para pelamar CPNS 2019, satu di antaranya dokumen.

Setidaknya, ada lima dokumen penting yang wajib disiapkan pelamar CPNS 2019. 1. Scan KTP asli 2. Foto

3. Swafoto 4. Ijazah dan transkrip nilai asli 5. Beberapa dokumen pendukung lainnya yang dipersyaratkan oleh instansi

Kelima dokumen yang telah disiapkan ini, wajib diunggah para pelamar CPNS 2019 lewat portal SSCASN atau Sementara itu, mengutip dari siaran pers Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada dua jenis formasi yang dibuka pada CPNS 2019 ini, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada Instansi Pusat dan Daerah, serta formasi khusus putra putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada Instansi Pusat.

Untuk formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya. Tiga besar formasi pada penerimaan CPNS kali ini adalah guru (63.324 formasi), tenaga kesehatan (31.756 formasi), dan teknis fungsional (23.660 formasi). Pertama, pendaftaran rekrutmen CPNS 2019 dilakukan pada website SSCASN BKN yaitu di sscasn.bkn.go.id.

Kedua, satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda. Selain itu, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen CPNS 2019 menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Rencananya, SKD akan dilakukan pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Pengumuman terkait syarat pendaftaran dan lainnya akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi masing masing. Selama masa pengumuman ini, instansi yang membuka formasi CPNS 2019 akan memublikasikan pengumuman resmi pada situs web dan media sosial masing masing. Sementara itu, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana menjelaskan, pada tahun ini, pemerintah tidak membuka formasi tenaga administrasi.

Sebab, jumlahnya sudah hampir separuh dari total di Indonesia. "Saat ini, pemerintah fokus membuka formasi untuk jabatan yang dapat berkontribusi memberikan perubahan," ujar Bima dalam jumpa pers yang digelar bersamaan dengan peresmian UPT BKN Balikpapan, Senin (28/10/2019). Bima berharap, saat pendaftaran CPNS 2019 via daring alias online telah dibuka, masyarakat bisa terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang pada portal SSCASN.

"Jika ditemukan kesulitan, pelamar dapat mempelajari informasi yang tertuang pada kanal Frequently Asked Question (FAQ)," kata dia. Kanal ini akan menyediakan jawaban atas persoalan yang umumnya menjadi kendala pelamar. Bila pada kanal FAQ tidak dapat memberikan jawaban atas persoalan pendaftaran, BKN menyediakan kanal helpdesk daring dalam portal yang dapat dijadikan sebagai media pengaduan.

Dalam kanal tersebut akan tertuang sejumlah tahapan pengaduan yang dapat dilakukan pelamar untuk kemudian disampaikan solusinya oleh petugas helpdesk daring. Sebagai alternatif terakhir, mulai 11 November 2019, BKN membuka layanan helpdesk luring (offline) di Kantor Pusat BKN, Jalan Mayjend Sutoyo No. 12 Jakarta Timur. Layanan helpdesk secara offline juga dibuka di Kantor Regional BKN yang akan memberikan solusi jika kendala pelamar tidak terselesaikan melalui penjelasan FAQ dan helpdesk daring.

Yang perlu diketahui, pada pelaksanaan seleksi CPNS 2019, bagi pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seleksi administrasi diberikan waktu sanggah maksimal tiga hari pascapengumuman. Sementara instansi diberikan waktu maksimal tujuh hari untuk menjawab sanggahan tersebut. "Guna menghindari terjadinya ketidakpuasan dalam putusan hasil seleksi administrasi yang diterbitkan instansi, pelamar diimbau untuk mempersiapkan dokumen dokumen dengan baik dan hanya mengunggah dokumen yang sesuai dengan persyaratan," pungkas Bima.

Continue Reading

Nasional

dari Menikmati Senja hingga Menari Seka Menilik Kunjungan Jokowi di Kaimana Papua Barat

Avatar

Published

on

– Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi bersama rombongan sempat menikmati senja di Kaimana, saat mengunjungi warga Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Sambil berbincang dan menatap matahari terbenam bersama rombongan lain, Jokowi dan Iriana ditemani dua buah kelapa muda, keduanya tersenyum manis menikmati keindahanalam bumi Cendrawasih. Dilansir YouTube Kompas.com (27/10/2019), ada momen menarik ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Kaimana, Papua Barat.

Tak hanya menikmati senja, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi juga menari seka, tarian adat masyarakat pesisir selatan Papua. Presiden Jokowi tampak luwesmenari seka, didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang juga turut bergoyang. Dalam kunjungan kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Masyarakat Papua Barat yang hadir juga antusias ikut bergoyang seka bersama Jokowi dan rombongan. Seperti tradisi saat mengunjungi kota lain, Presiden Jokowi juga membagikan kaos warna hitam kepada warga Papua Barat. Tidak mau kalah, Iriana Jokowi juga turut membagikan buku tulis kepada anak anak sekolah yang hadir dalam acara tersebut.

Dilansir travel.kompas.com (20/03/2014), Kaimana disebut sebagai kota senja yang menyimpan berbagai pesona, mulai dari tebing berhias lukisan purba hingga keragaman hayati bawah laut. Senja indah di Kaimana pernah memesona Surni Warkiman, sehingga ia menggubah lagu 'Senja di Kaimana' puluhan tahun silam. Sejak saat itu, julukan 'Kota Senja' disematkan pada kota yang terletak di pesisir Papua Barat itu.

Lukisan purba Kaimana terletak di bagian leher burung Pulau Papua. Lokasinya yang berada di sisi barat menghadap Laut Arafuru menyajikan pemandangan senja laut nan elok. Lukisan berwarna merah itu menggambarkan berbagai bentuk, mulai dari manusia, telapak tangan, ikan, sejenis kadal, bentuk matahari, hingga rahim perempuan.

Senja Kaimana bisa dinikmati di hampir sepanjang jalan utama kota yang bersisian dengan pantai. Namun, bukan hanya senja yang menjadi pesona Kaimana, menyusuri laut Kaimana dengan pulaunya yang berjumlah 400, pantai molek berpasir putih, hingga peninggalan budaya dari berbagai zaman juga bisa ditemui. (*)

Continue Reading

Nasional

Pengamat Ingatkan Potensi Pergerakan Organisasi Dan Terorisme Di Indonesia Pimpinan Isis Tewas

Avatar

Published

on

Pasca tewasnyapimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al Baghdadi, ancaman terorisme di Indonesia diprediksi makin serius. Pengamatintelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menilai, tewasnya pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)AbuBakral Baghdadi, berpotensi membangkitkanAlqaedadi Indonesia. MenurutStanislaus Riyanta, anggotaAlqaedadi Indonesia yang lebih dikenal dengan organisasi Jamaah Islamiyah (JI), cenderung menjadi sel tidur selamaISIS menujukkan eksistensi di Timur Tengah.

Pasca terdesaknya ISIS di Timur Tengah, Stanislaus mengatakan JI terlihat kembali menggeliat. Hal itu terbukti dengan tertangkapnya anggota JI di Gresik pada Mei 2019. Selain itu juga terjadi penangkapan tokoh penting JI di Indonesia yang sudah buron sejak 2003, Para Wijayanto, yang merupakan aktor penting dalam aksi aksi teror di Indonesia seperti Bom Bali.

"Saat ini JI diketahui melakukan konsilidasi organisasi." Ia melihat keberadaan JI yang mempunyai tujuan untuk membentuk kekhalifahan di Indonesia, masih cukup kuat. JI dinilai mampu berkonsilidasi dengan memanfaatkan momentum di saat pemerintah sedang menangani eksistensi kelompok ISIS.

Di sisi lain, Stanislaus meyakini kematian al Baghdadi dan terpuruknyaISISdi Timur Tengah, akan mendorong gerakan lain seperti arus balikISISke Indonesia. Dan, munculnya kelompok JI yang berafiliasi denganAlqaeda. "Gerakan gerakan ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memberantas terorisme."

"Gerakan dari kelompok radikal pasca kematian Abu Bakar al Baghdadi tersebut akan menunjukkan pola atau arah tertentu yang bisa dideteksi dan dicegah sejak dini," tuturnya. Apabila momentum ini tidak dimanfaatkan oleh pemerintah, katanya, maka bisa direbut oleh kelompok radikal yang berafiliasi dengan gerakan teroris transnasional. "Aksi oleh kombatan ISIS hasil arus balik dari Suriah yang didukung oleh simpatisannya di Indonesia yang tergabung di JAD, tentu tidak bisa disepelekan."

"Apalagi jika konsolidasi kelompok Jamaah Islamiyah berhasil dilakukan dan beraksi kembali." "Pasca kematian Abu Bakar al Baghdadi, ancaman terorisme di Indonesia justru lebih serius," ucapnya. Sementara,Mabes Polri masih berusaha mengonfirmasi kebenaran tewasnya Abu Bakar al Baghdadi ke FBI.

Menurut Dedi Prasetyo, apabila berita tewasnya al Baghdadi benar adanya, maka akan mengurangi kekuatan struktur di tubuhISIS. Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu juga menuturkan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan mengantisipasi pergerakan sel tudur di Tanah Air. "Sudah jauh berkurang kekuatan terstrukturnya (apabila benar tewas)."

"Namun Polri dan stakeholder terkait tetap mengantisipasi sleeping sleeping cell atau secara perseorangan yang terpapar oleh paham radikalISIS," terangnya. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pimpinan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) Abu Bakar al Baghdadi tewas setelah meledakkan rompi bom bunuh diri. Menurut Trump, aksi itu dilakukan ketika al Baghdadi digerebek pasukan elite AS di sebuah desa di Suriah, Sabtu.

"Dia tewas setelah berlari ke jalan buntu, merintih, menangis dan menjerit sepanjang jalan," kata Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Minggu (27/10/2019). Menurutnya, al Baghdadi yang dikenal kejam itu menghabiskan saat saat terakhirnya dalam ketakutan total, sangat panik, dan ketakutan. Trump menambahkan, pasukan khusus AS melakukan serangan malam hari yang berani dan berhasil menyelesaikan misi mereka.

Tidak ada tentara AS yang terbunuh, tetapi sejumlah pengikut al Baghdadi ikut tewas bersama pemimpinnya. Presiden Trump mengaku tidak memberi tahu semua anggota Kongres AS tentang operasi militer terhadap al Baghdadi. "Kami hanya memberi tahu beberapa orang," ucapnya.

Alasannya, sering terjadi kebocoran informasi rahasia di AS. "Tidak ada negara di dunia yang mengalami bocor informasi seperti kita," ucapnya. Trump tidak ingin pasukan AS yang melakukan penyergapan disambut oleh anak buah al Baghdadi hanya karena terjadi kecocoran informasi.

"Kebocoran bisa menyebabkan kematian mereka semua," cetusnya. Trump mengungkapkan, al Baghdadi telah dipantau selama beberapa minggu. Ada dua atau tiga misi terpaksa dibatalkan sampai akhirnya tim terakhir berhasil menewaskan sasaran.

Trump mengaku menyaksikan operasi rahasia itu di Situation Room Gedung Putih, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. "Itu adalah misi yang sangat berbahaya," jelasnya. Trump berterima kasih kepada Rusia, Turki, Suriah, Irak, dan Kurdi Suriah, karena membantu operasi tersebut.

Dia mengatakan, Kurdi Suriah memberi informasi bermanfaat bagi AS. "Pasukan operasi khusus AS mengeksekusi serangan malam yang berbahaya dan berani di barat laut Suriah." "Personel AS luar biasa. Aku harus banyak menontonnya. Tidak ada personel yang hilang dalam operasi itu."

"Sedang sejumlah besar kawan Baghdadi terbunuh bersamanya," terang Trump. Menurut Trump, ledakan rompi bunuh diri juga menewaskan tiga anak al Baghdadi. "Sebanyak sebelas anak muda dipindahkan dari rumah dan tidak terluka."

"Satu satunya yang tersisa adalah Baghdadi di dalam terowongan." "Ia menyeret tiga anaknya yang masih kecil bersamanya," beber Trump. Ketika mencapai sebuah terowongan, ternyata jalan yang dialui al Baghdadi itu ternyata buntu.

"Dia menarik rompinya, membunuh dirinya sendiri dan ketiga anak itu. Tubuhnya dimutilasi oleh ledakan itu," urai Trump. Al Baghdadi diperkirakan lahir di Samarra, utara Baghdad, Irak, pada 1971. Sejumlah laporan menyebutkan ia adalah ulama yang aktif di masjid di Samarra ketika koalisi pimpinan AS melancarkan invasi pada 2003.

Ada yang mengatakan ia aktif di dalam gerakan Islam militan, ketika Saddam Hussein berkuasa. Informasi lain menyebutkan, ia mengadopsi paham radikal saat ditahan di Kamp Bucca, fasilitas penahanan AS di Irak selatan yang banyak dihuni oleh komandan komandanAlqaeda. Ia adalah pemimpin kelompok di tubuhAlqaedayang kemudian berubah nama menjadiISISpada 2010.

Pada Oktober 2011, Washington menyatakannya sebagai teroris. AS lalu menawarkan hadiah 25 juta dolar AS bagi siapa pun yang bisa menyediakan informasi yang berujung pada kematian atau penangkapan al Baghdadi.

Continue Reading

Trending