Connect with us

Travel

Dari Ladeni Request Gambar Spongebob hingga Deskripsi Aneh di Menu Kisah Viral Asobi Cafe di GoFood

Avatar

Published

on

Kelakuan nyeleneh admin Asobi Cafe menjadi viral di media sosial Twitter. Kedai yang berada di Jalan Imam Mahbud Nomor 12, Duri Pulo, Jakarta Pusat ini mendadak ramai diperbincangkan warganet. Lalu apa yang membuat Asobi Cafe mendadak viral?

Asobi Cafe mendadak viral karena menampilkan deskripsi menu makanan di aplikasi GoFoof secara nyeleneh. Pengguna Twitter, @nickoakbar pun mengunggah foto tangkapan layar menu Asobi Cafe yang dideskripsikan apa adanya dan mengundang tawa. "Mau nangis liat deskripsi makanannya," kicau @nickoakbar, Rabu (2/10/2019).

Dalam tangkapan layar itu terlihat deskripsi menu yang bikin geleng geleng kepala. Misalnya, menu Curry Rice ditulis oleh admin Asobi Cafe dengan 'Nasi sama Kari, kata bang Herman enak'. Menu lainnya, Omelette Curry Rice dituliskan dengan deskripsi lucu, 'Rich Brian aja belom pernah makan di sini, luar biasa'.

Bahkan sang admin menawarkan menu lain di deskripsi menu Chicken Teriyaki Curry Rice. "Ribet masaknya, beli yg katsu aja," tulis si admin. Masih banyak lagi kekonyolan yang ditulis Admin di aplikasi GoFood tersebut.

Deskripsi tak biasa dari admin Asobi Cafe ini juga membuat penasaran pengguna Twitter lainnya yaitu, Crodim Adhimas. Pria asal Depok ini membagikan kisahnya saat memesan menu makanan Asobi Cafe lewat GoFood di akun Twitter nya, @crodim211. "Awalnya tuh sebeneranya karena official nya Asobi Cafe di FB. Dia nge post ini duluan kemarin, otomatis ngakak kan," kata Crodim kepada Kompas.com , Kamis (3/10/2019).

Dalam unggahan di Facebook, Asobi Cafe menuliskan 'kekesalannya' terhadap admin Asobi Cafe khusus GoFood karena menuliskan deskripsi yang tidak biasa bahkan terkesan tidak nyambung dengan menu makanannya. Crodim melanjutkan, ia langsung mengecek keadaan sebenarnya di aplikasi GoFood dan ternyata deskripsinya sama persis seperti yang tampak di Facebook Asobi Café. Ia pun mencoba memesan sandwich kentang dan martabak mie untuk rakan sekantornya di Tanah Abang.

"Alhasil beneran nyoba pesen dah tuh, karena emang dari deskripsi aja udah sengklek (gila), ya gue bercandain aja. Minta ke abang GoJek nya 'mas tolong minta digambarin Spongebob," ujarnya. Meski hanya becanda, tetapi permintaan sepele itu justru dikabulkan oleh Asobi Cafe. Tak hanya gambar Spongebob di stereofoam pembungkus makanannya saja, tetapi bahkan diberi gambar bonus, yaitu Patrick Stars.

Sontak teman satu kantor Crodim tertawa terbahak bahak ketika menu pesanan yang disertai gambar seadanya itu sampai di tangannya. “Alhasil gua posting aja. Setelah di posting ke fanpage mereka, ternyata admin nya juga sengklek, ditanggepin terus,” jelas Crodim. Crodim kemudian membuat kicauan mengenai pengalamannya tersebut.

Cuitan mengenai Asobi Café yang nyeleneh ini telah di retweet lebih dari 12.000 kali dan disukai lebih dari 11.000 kali oleh warganet Twitter. Crodim juga menceritakan bahwa muncul nama yang viral berkat Asobi, yaitu Heru. Ia bercerita bahwa setelah makanan pesanannya sampai dan kemudian cuitan dari Crodim menjadi viral, akun GoFood Asobi Cafe terkena suspend oleh Gojek.

“Kayaknya gak dibolehin sama pihak GoFood nya pakai deskripsi yang aneh aneh,” katanya. Hal ini juga dikabarkan di Fanspage Asobi Cafe dengan nada jengkel dengan Heru. "Aelah jadi disuspend kan sama gofoodnya, kerjaan heru emang bener2," tulis Asobi Cafe.

Sebelum viral lantaran deskripsi admin yang nyeleneh, dalam akun Fanspagenya, Asobi Cafe memang memberikan konsep cafe yang beda dari biasanya. Jika cafe pada umumnya buka dengan waktu yang bulat, tapi Asobi Cafe memajang jam buka nyeleneh detail dengan menitnya.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Travel

Protokol Kesehatan yang wajib Dijalani KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Kembali Layanan KA Reguler

Avatar

Published

on

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta telah melayani kembali operasional kereta api (KA) reguler secara bertahap mulai Jumat (12/6/2020). Beroperasinya kembali layanan kereta reguler ini merupakan tahap awal penerapan new normal setelah sebelumnya layanan tutup karena pandemi covid 19. Manajer Humas PT KAIDaop 6Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, adaptasi new normal wajib dipenuhi para penumpang selama di stasiun hingga dalam perjalanan.

“Meski KA reguler beroperasi di tengah pandemi, KAI tetap bertekad melayani masyarakat yang melakukan perjalanan kereta api dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan,” ujarnya, Jumat (12/6/2020). Ada sejumlah KA reguler yang dioperasikan kembali yakni 8 KA jarak jauh dan 6 KA lokal. KA tersebut di antaranya dari dan menuju Stasiun Kiaracondong, Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, Sragen, Madiun, Surabaya Gubeng, Jember, Ketapang, dan berbagai stasiun lainnya.

PT KAI pun menerapkan aturan new normal yang ketat bagi para penumpang. Para penumpanh wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, suhu badan tak lebih dari 37,3 derajat, dan menggunakan pelindung muka bagi penumpang dewasa untuk mencegah penyebaran covid 19 melalui butiran ludah. “Petugas yang berjaga baik di stasiun maupun di atas KA akan mengumumkan perihal ketentuan ini kepada penumpang,” tuturnya.

Continue Reading

Travel

Warung di Jogja yang Sudah Buat Ayam Geprek dari Tahun 2003 Ayam Geprek Bu Rum

Avatar

Published

on

Ayam geprek terbilang baru dalam khazanah makanan Indonesia. Sebelum 2017, istilah ayam geprek masih asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Namun beda cerita jika bertanya ayam geprek ke orang Yogyakarta khususnya mahasiswa pada era tersebut.

Dari Kota Pelajar ayam geprek lahir. Ayam geprek tak lepas dari pembuat pertama makanan ini. Ia adalah Ruminah (56) pendiri WarungAyam Geprek Bu Rumdi Yogyakarta.

"Saya buat ayam geprek pertama tahun 2003. Sebelumnya saya jualan lotek, soto, dan lain," Ruminah saat ditemuiKompas.comdi warung ayam gepreknya yang pertama di Papringan, Yogyakarta, Senin (23/4/2018). "Namanya juga penjual makanan, saya iseng jualan ayam kentucky (goreng tepung) juga," cerita Ruminah. Lantas dari ayam goreng tepung ini, munculah ayam geprek. Bukan Ruminah yang memiliki ide membuat ayam geprek.

Ia ingat ada pelangganya, mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah, yang meminta ayam goreng tepungnya diberi aneka sambal lalu diulek agar teksturnya hancur. "Terus banyak anak yang bilang ayam gejrot, ayam ulek. Akhirnya saya beri nama jadi ayam geprek," sebut perempuan yang akrab disapa Rum. Hidangan ayam geprek ternyata disukai banyak orang.

Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, sampai wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Sejak saat itu, Ruminah telah membuka enam cabang warung ayam geprek yang tersebar di daerah Yogyakarta. Dibantu 23 pegawai dan anak anaknya ia mengelola bisnis warung ayam geprek.

Di kota kelahirannya, ayam geprek juga terkenal. Contohnya di Jalan Warung Lor, warung pertama Ayam Geprek Bu Rum, ada dua warung ayam geprek lain yang bersebelahan. Jika menelusuri Kota Pelajar, tidak akan sulit untuk menemukan ayam geprek dengan berbagai nama dan kreasi hidangan.

Ruminah sendiri mengatakan bisnisnya lumayan terpengaruh dengan banyaknya saingan. "Ya bertahan saja," kata Ruminah. Sembari ia juga mulai berinovasi dengan menghadirkan aneka sambal seperti sambalado, cabai hijau, bumbu rendang, dan taburan keju.

"Kalau yang ke warung ibu ini kebanyakan memang anak lawas, yang tahu kalau ayam geprek awalnya dari sini," kata Ruminah. Ayam geprek lantas jadi fenomenal ketika masuk ke Jakarta pada 2017. Ada I Am Geprek Bensu dan Geprek Bensu yang dibuka pada tahun itu. Seiring perjalanan keduanya mengalami perebutan merek dagang.

Geprek Bensu yang menawarkan sistem waralaba sukses dan sampai sekarang memiliki 139 cabang waralaba yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Hongkong. Pada 2020, Go Food mencatat ada 300 juta porsi ayam geprek yang dipesan sepanjang tahun 2019.

Continue Reading

Travel

Emirates Lakukan PHK Massal dari Pekan Ini Imbas Pandemi Corona

Avatar

Published

on

Pandemi covid 19 memiliki dampak yang signifikan terhadap industri penerbangan dunia. Sebagian besar pesawat terpaksa tidak beroperasi akibat kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Alhasil, maskapai penerbangan harus mengalami kerugian yang sangat besar yang berdampak pada pemberhentian karyawannya.

Salah satu maskapai yang juga merasakan dampak akibat covid 19 ini adalah Emirates. Kemarin (9/6/2020), maskapai penerbangan tersebut melakukan pengurangan pekerjaan ke tingkat berikutnya, termasuk memecat banyak karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan itu. Maskapai tersebut telah mengirim email ke sebagian besar pramugari dan pilot, memberitahukan bahwa mereka harus menghadiri pertemuan di tempat pelatihan Emirates.

Tampaknya, maskapai penerbangan itu pada dasarnya sedang melakukan pemberhentian karyawan secara kelompok. Setelah orang orang tersebut datang, nama mereka di periksa sesuai daftar dan ditempatkan di sebuah ruangan. Setelah ruangan terisi penuh, ada pertemuan singkat yang memberitahu bahwa mereka akan dihentikan dari pekerjaannya.

Ada beberapa hal terkait pemberhentian karyawan Emirates tersebut, di antaranya: Pada saaat penutupan pertemuan tersebut, para karyawan menerima surat yang menguraikan seperti apa proses pemberhentian nantinya, sebagai berikut:

Continue Reading

Trending