Connect with us

Bisnis

Biar Tak Ganggu Perekonomian, Pengusaha Desak Jokowi Temui Mahasiswa

Avatar

Published

on

Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro DKI, Syafi Djohan menyikapi berbagai demonstrasi yang dilakukan pemuda dan mahasiswa perguruan tinggi sepekan ini. Syafi mengatakan demonstrasi yang dilakukan mahasiswa adalah bagian dari hak demokrasi sebagai warganegara untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, aksi demo nasional tersebut mempunyai berbagai efek terhadap perekonomian nasional, dalam waktu satu bulan Net Sell di Bursa efek telah membengkak hingga 6,95 Triliun.

“Ini merupakan hal yang penting untuk diantisipasi sebab investor asing sedang khawatir untuk melakukan investasi di Indonesia dan menarik kembali uangnya,” ujar Syafi kepada wartawan, Jumat (27/9/2019). Belakangan ini, ada banyak peluang investasi yang menghindar dari Indonesia, seperti investasi dari China yang berpindah dari Indonesia ke negara negara tetangga seperti Vietnam. Hal itu akibat kepastian investasi di sana lebih menyakinkan.

Karenanya, Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI berharap bahwa Presiden Joko Widodo untuk segera menemui perwakilan dari mahasiswa dan pemuda yang ingin menyampaikan aspirasi mereka. “Saya yakin pertemuan itu membantu untuk menemukan solusi menyelesaikan desakan dari mahasiswa,” tutup Syafi.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Bisnis

Dua Ruas Tol Waskita Karya akan Dikuasai Perusahaan asal Hong Kong

Avatar

Published

on

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) anggota indeks Kompas100 ini, yakniPT Waskita Toll Road (WTR) akan mengumumkan hasil divestasi dua jalan tolnya. Investor dua ruas jalan tol tersebut akan diakuisisi oleh perusahaan asal Hong Kong yaitu Road King Infrastructure (RKI) Group. Sebelumnya, mediaDealStreetAsiasudah lebih dulu memberitakan bahwa RKI sedangmempersiapkan proses akuisisi aset WTR tersebut.

Direktur Utama WTR Herwidiakto juga mengonfirmasi hal itu. Ia menyatakan pihaknya tengah bernegosiasi persyaratan untuk penandatangan hasil penjualan dua ruas tolnya yang akan dilangsungkan pada Senin (30/9) depan. "Angkanya sudah deal. Tapi kami masih bahas syarat syarat untuk PPJB," kata Herwi kepada Kontan pada Jumat (27/9).

Rencananya, RKI Group akan mengakuisisi dua ruas tol WTR yaitu Solo Ngawi dan Ngawi Kertosono. Investasi dari pelepasan jalan tol tersebut bernilai lebih dari Rp 2 triliun. Sementara itu, Herwi mengatakan untuk tiga ruas lainnya tidak ditargetkan dijual tahun ini. Namun, sudah ada beberapa calon investor yang sedang mengkaji ruas lain milik anak usaha WSKT tersebut. Baca Juga: Upayakan perbaikan kinerja, begini rekomendasi untuk Waskita Karya (WSKT)

Antara lain seperti Astra Infra dan Jasa Marga. "Pihak Astra dan Jasa Marga masih proses mengkaji," tambah Herwi. Kendati demikian, Herwi menyatakan pihaknya menganggap siapa pun calon investornya memiliki kesempatan yang sama. Lebih lanjut, pihak WTR terbuka bagi investor manapun termasuk asing jika berminat akan ketiga ruas tol tersebut. "Kami terbuka pada siapa saja asal memiliki NDA. Tiga ruas tol itu juga targetnya kan bukan tahun ini," tutup Herwi.

Continue Reading

Bisnis

Riset Nielsen Singapura: GoFood Kuasai 75 Persen Pangsa Jasa Antaran Makanan Online

Avatar

Published

on

GoFood, bagian ekosistem superapps yang dikembangkan Gojek, merajai pasar layanan food delivery Indonesia dengan penguasaan sebesar 75% berdasar hasil riset pasar terbaru oleh Nielsen Singapura bertajuk“Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”. “Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Karenanya, kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia,” komentar Chief Food Officer Gojek Grup Catherine Hindra Sutjahyo menanggapi hasil riset terbaru ini. Nielsen melakukan riset ini di 7 kota utama di Indonesia mencakup Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan dan Makassar.

Metode yang digunakan adalah survei online dan melibatkan 1.000 pengguna tersebut menyoroti perihal preferensi masyarakat Indonesia terhadap empat layanan pesan antar makanan berbasis aplikasi terbesar di Indonesia. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terungkap bahwa 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan antar makanan mengakui jika GoFood menawarkan layanan pesan antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata industri (39%). Selain itu, GoFood dianggap punya punya pilihan menu beragam dan dengan merchant beragam masing masing oleh 87% dan 83% konsumen urban. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata rata industri yang masing masing ada di 46% dan 43%.

“GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari hari. Apalagi dengan tersedianya ribuan pilihan menu dari restoran favorit yang bermitra dengan GoFood, GoFood dengan sendirinya membuat hidup jadi lebih praktis dan nyaman,” imbuh Catherine. Hasil riset terbaru Nielsen ini juga mendapati temuan bahwa attitude mitra driver Gojek juga dinilai ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen urban. Pencapaian skor ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata rata industri di 43%. Aplikasi GoFood juga dianggap user friendly dan mudah digunakan oleh 83% konsumen urban. Sementara, rata rata industri hanya berkisar di angka 44%.

Konsumen menilai top up untuk pembayaran melalui aplikasi dianggap lebih mudah oleh 82% konsumen urban. Sementara, rata rata industri hanya berkisar di angka 43%. “Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan,” sebut Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea. Riset Nielsen Singapura juga memberikan gambaran jika 95% masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap santap sehingga dengan sendirinya membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri pesan antar makanan di Indonesia.

Dari aspek kecepatan layanan, GoFood dinilai sebagai penyedia layanan pesan antar tercepat yang ditunjukkan oleh 79% konsumen urban. Sementara itu, rata rata industri hanya ada di angka 41%. Keberhasilan ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, menilai kehadiran GoFood melalui berbagai inovasi sebagai pelopor layanan pesan antar makanan di Indonesia patut diapresiasi, termasuk dalam mempelopori pengurangan sampah plastik layanan pesan antar makanan.

Pihaknya menilai GoFood berhasil dalam meledakkan dan merevolusi pola konsumsi di sektor makanan minuman di Indonesia, baik di sisi konsumen maupun UMKM, dengan menjadi penggerak peningkatan konsumsi rumah tangga dalam sektor makan minum. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kehadiran layanan antar makanan online seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17% dari 5,07% di tahun 2017.

Continue Reading

Bisnis

Kominfo Duga Kebocoran Data Penumpang Lion Air Akibat Diretas

Avatar

Published

on

– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan siap membantu Lion Air untuk menginvestigasi penyebab kebocoran data penumpang. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan akan menggandeng beberapa negara tetangga untuk investigasi tersebut. “Kemungkinan itu bisa dilakukan, kita akan koordinasi sama negara tetangga (Malaysia) dan di ASEAN, kalau memang dibutuhkan investigasi dari kami, bisa bantu dari sini juga,” kata Semuel usai bertemu dengan pihak Lion Air di kantornya, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Semuel mengatakan, kebocoran data penumpang Lion Air Group diduga ada oknum yang melakukan peretasan. Menurutnya, dalam sisi regulasi, otoritas di Malaysia juga memiliki Undang Undang yang sama dengan Indonesia. Lebih lanjut Semuel menjelaskan kasus kebocoran data penumpang ini termasuk bagian dari illegal akses, sehingga oknum terkait bisa mendapatkan sangsi pidana sesuai dengan UU yang berlaku.

“Siapapun yang melakukan illegal akses itu juga ada sangsi pidananya, dan itu bagian dari perlindungan data pribadi,” jelas Semual “Bagi pengendali harus juga memastikan sistemnya aman, tapi juga siapapun yang melakukan illegal akses apalagi membocorkan data, kita sedang selidiki siapa yang bertanggungjawab,” tambahnya. Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), melakukan pertemuan dengan pihak Lion Air Group terkait kebocoran data penumpang yang sempat viral beberapa hari terakhir.

Pertemuan tersebut berlangsung antara Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, bersama dengan Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi bertempat di Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (19/9/2019). “Kami sudah bertemu dan berkoordinasi untuk mendapatkan klarifikasi dari Lion Grup,” kata Semuel. Semuel menjelaskan, pihak Lion Air Grup telah membenarkan adanya kejadian kebocoran data penumpang dari dua maskapai yakni Malindo Air dan Thai Lion Air yang beroperasi dari Malaysia.

Kementerian Kominfo, kata Semuel, juga belum mengetahui secara pasti berapa jumlah kebocoran data penumpang tersebut, Kominfo sendiri juga masih menunggu hasil investigasi. Namun, data data tersebut saat ini sudah diamankan. “Berapa jumlahnya kita belum tau, lagi di investigasi. Tapi saat ini posisi daripada data data konsumer dari lion sudah diamankan. Hal ini juga sudah dilaporkan kepada otoritas di Malaysia untuk dilakukan investigasi, karena lokus kejadiannya disana. jadi kita harus menunggu dari hasil investigasi,” ujar Semuel. Menanggapi kejadian tersebut, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihak Lion Air Group dalam hal ini juga menjadi korban atas kebocoran data pribadi penumpang.

“Memang kami dalam hal ini menjadi korban, dan begitu informasi ini menjadi viral dalam bentuk screenshot, kami langsung menindaklanjuti dengan semua administrator kami. Kami juga langsung mengamankan pada hari itu juga seluruh data,” kata Putut. “Kami bisa pastikan sampai dengan saat ini data penumpang itu sudah tidak bocor lagi pada yang lain lainnya. Dan begitu berita ini viral langsung kami melakukan legal action kepada pihak berwenang di Malaysia dan sedang dalam proses investigasi,” tambahnya. Terkait data data warga negara Indonesia atas kejadian tersebut, Putut mengatakan bahwa pihak Lion Air juga belum mengetahui berapa jumlah data yang bocor. Lion Air juga memastikan data data tersebut aman.

“Jadi data data orang Indonesia pun kita belum tau jumlahnya berapa, karena seperti yang kita semua ketahui bahwa nama nama itu masih ditutup jadi kita sedang menginvestigasi. Kedepan kami pastikan data penumpang itu aman," ujar Putut. Malindo Air, member dari Lion Air Group buka suara seputar kabar data penumpang yang bocor. Malindo Air mengakui kemungkinansejumlahdata pribadi penumpang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut," tulis PR & Communications Department, Malindo Air Andrea Liong dalam keterangannya, Rabu (18/9/2019). Dia melanjurkan, Malindo Air bekerja sama dengan konsultancybercrime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan. "Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010)," jelasnya.

Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server. Perseroan juga mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI Data Security Standard/ DSS). Malindo Air dalam menjalankan bisnis dan operasional patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

Untuk tindakan pencegahan, maskapai mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi (to change their passwords) jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online. "Malindo Air akan terus memberikan keterangan lebih lanjut melalui website, seluler(mobile) dan media sosial," kata dia. Sebelumnya, puluhan juta rekam data penumpang dari maskapai di bawah Lion AirGroup disinyalir bocor dan beredar di forum pertukaran data selama setidaknya satu bulan terakhir.

Bleepingcomputer.com memberitakan, informasi tersebut tersimpan dalam di bucket Amazon. Data data yang bocor tersebut termasuk nama penumpang dan nomor reservasi, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor handphone, nomor paspor hingga tanggal kadaluarsa paspor.

Continue Reading

Trending