Connect with us

Internasional

Bencana Jepang 8 Tahun Lalu, Tanggal 11 Maret Sebenarnya Belum Selesai

Avatar

Published

on

Tepat hari ini, Senin (11/3/2019) kejadian bencana besar di Tohoku utara Jepang bencana alam dan bencana nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima. Mengenang kembali gempa besar dan tsunami Jepang Timur yang terjadi 11 Maret 2011, yang memicu bencana nuklir di Fukushima, bencana terburuk di dunia sejak bencana Chernobyl 1986. Diperkirakan 18.000 orang tewas atau hilang dan lebih dari 54.000 orang masih tidak dapat kembali ke rumah mereka. Beberapa kota terdampak radiasi nuklir dikategorikan dengan zona wilayah, zona merah untuk wilayah “no go zone” atau dilarang masuk, zona kuning untuk wilayah hati hati dan zona hijau untuk wilayah aman dari radiasi.

Ada pembelajaran yang sangat berharga dari peristiwa meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir ini. "Di Sekolah Dasar (SD) area Ukedo, Kota Namie yang mempunyai 77 siswa, pada saat terjadi gempa yang cukup kuat terasa, salah satu siswa mengatakan kepada guru bahwa mungkin sebaiknya mereka evakuasi ketempat yang lebih tinggi, bukan di halaman sekolah mereka seperti yang sudah menjadi panduan umum keselamatan di Jepang, saat terjadi bencana. Guru pun menyetujui usul tersebut, mereka berjalan bersama sama ke tempat yang lebih tinggi kurang lebih ketinggian 15 meter. Dan selamatlah mereka semua dari bencana tsunami. Titik evakuasi itu kemudian diabadikan sebagai kuburan massal para korban tsunami," ungkapnya. Sebelum meledaknya reaktor nuklir, di kota ini terdapat setidaknya 7 peternakan sapi. Saat bencana gempa dan tsunami melanda, disusul dengan meledaknya reaktor nuklir, wilayah ini menjadi wilayah merah dan harus dikosongkan, oleh karena itu ternak2 yang masih hidup terlantar dan mati dengan sendirinya karena tidak terurus dan kelaparan.

Bangkai bangkai binatang menjadi masalah baru timbulnya kuman dan penyakit sehingga pemerintah mengumumkan untuk menyuntik mati hewan hewan yang tersisa dan membakarnya semua. Yoshizawa Masami salah satu pemilik peternakan yang mengalami kesedihan mendalam ketika melihat banyak ternaknya yang mati terlantar, terjangkit penyakit maupun terkena radiasi. Dari 1500 sapi yang ia miliki sebelumnya, masih tersisa 300 sapi. "Alih alih mengikuti anjuran pemerintah untuk menyuntik mati semua hewan yang tersisa, Ia memilih untuk mempertahankan semua hewan hewan itu. Yoshizawa seperti tersentak dan terbangun dengan misi baru dalam hidupnya bahwa “Bencana 11 maret belum selesai”, menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibenahi pemerintah, salah satunya adalah menghentikan seluruh operasi pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah Fukushima." Sadar bahwa usahanya tidaklah mendatangkan profit karena ternak tersebut terindikasi radiasi dan tidak bisa dijual untuk dikonsumsi, di kemudian hari banyak perusahaan yang mendonasikan limbah sisa pabrik makanan yang tidak terpakai seperti kulit nanas dll untuk pakan ternaknya Ia kemudian menamakan peternakannya “Ranch of Hope”.

Yoshizawa kemudian mengusahakan sejumlah pertemuan dengan pejabat setempat dan pusat untuk berdialaog, kemudian merancang project “Godzila Cow”, instalasi berbentuk sapi dengan lampu lampu dan atribut lain, yang ia letakkan di atas pick up, beberapa kali secara berkala, dibawanya ke Shibuya yang Ia anggap sebagai representasi jantung kota Tokyo. Di sana ia berorasi akan pentingnya orang Tokyo mengetahui kesulitan kesulitan yang dialami oleh penduduk Fukushima. Mereka yang kembali ke wilayah Fukushima tidak dapat berbuat banyak, hasil kebun mereka tidak ada yang mau membeli, limbah limbah dari radiasi yang meskipun ditangani dengan sangat baik oleh pemerintah dengan sistem pilah dan kremasi, tetap saja ribuan kantong limbah tersebut belum tahu akan diapakan atau dikemanakan. Ia merasa, selama ini Fukushima selalu memasok listrik untuk kehidupan ibukota, sudah saatnya pemerintah dan warga Tokyo juga mengetahui dan mendukung revitalisasi di Fukushima. "Yoshizawa Masami pemilik “Ranch of Hope” dengan “Godzila Cow” nya, yang ia harapkan bisa merubah kebijakan pemerintah Jepang tentang pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima," tekan Nurjanah lagi.

Sebagai kota yang berzona kuning, di Kota Okuma, meskipun wilayah ini boleh ditinggali kembali, banyak penduduk yang tidak ingin kembali. "Kendati demikian pemerintah tetap mendukung pendirian rumah rumah baru bagi mereka yang ingin kembali. Masih terdapat beberapa barikade di titik titik tertentu yang tidak boleh dimasuki, diantaranya spot tempat bermekaran bunga sakura di jalan utama kota ini yang cukup terkenal." Sedangkan Kota Tamioka yang dikategorikan sebagai zona hijau wilayah aman, kota ini sendiri merupakan salah satu pintu gerbang penting memasuki Fukushima karena sebelumnya akses kereta api terhubung langsung dari Tokyo ke wilayah ini.

Saat ini pemerintah setempat maupun pusat berupaya untuk mendukung revitalisasi wilayah terdampak bencana di Fukushima dengan mendirikan perumahan dan apartemen yang bisa dihuni oleh penduduk yang kembali, para pekerja proyek, atau investor yang mulai berdatangan ke kota ini. Termasuk pembangunan supermarket, hotel dan tentu saja menghubungkan kembali stasiun Tamioka dengan wilayah lain yang masih terputus. "Bencana 11 Maret sebenarnya memang belum selesai. Di banyak negara, pasca bencana dilalui dengan urutan fase respon tanggap darurat, fase pemulihan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi, fase pencegahan mitigasi bencana dan fase kesiapan bencana dengan membangun sistem," ungkap Nurjanah lagi. Dari uraian di atas memberikan pembelajaran dan gambaran bahwa betapa bencana (khususnya nuklir) memberikan dampak jangka panjang dan kompleks yang penyelesaiannya harus berkelanjutan dan tidak bisa diukur dengan waktu.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Internasional

Polisi Buru Orangtuanya Bayi Ini Dibeton Dan Dikubur Hidup Hidup Di Lereng Bukit

Avatar

Published

on

Bayi laki laki ditemukan terkubur hidup hidup di lereng bukit terpencil dua bulan lalu. Seperti dikutip dari AsiaOne , Senin (21/10/2019) pihak berwenang di Cina timur masih mencari orang tua dari bayi laki laki tersebut, menurut laporan media setempat. Seperti dilaporkan Jinan Times pada hari Minggu (21/10/2019), bayi malang yang baru lahir ini ditemukan pada 21 Agustus oleh pasangan suami istri yang berjalan di daerah pedesaan Jinan, provinsi Shandong, China.

Keduanya yang merupakan warga setempat, saat itu tengah memetik jamur ketika mereka mendengar tangisan datang dari daerah terpencil. Awalnya mereka mengira itu mungkin binatang yang terperangkap. Tetapi setelah membersihkan sedikit lapisan tanah, mereka melihat lempengan beton yang menutupi lubang.

Setelah mendengarkan dengan seksama, mereka yakin bahwa suara yang datang dari dalamnya adalah bayi, Pasangan itu lantas memberi tahu masyarakat setempat dan memanggil polisi untuk melaporkan apa yang mereka temukan. Tetapi sebelum petugas datang, bayi itu berhenti menangis.

Akhirnya pasangan itu dan warga lainnya yang berkumpul di tempat kejadian sepakat untuk menyelamatkan bayi itu. Mereka mengeluarkan sang bayi dari lempengan itu dan menyelamatkan anak itu, kata laporan tersebut. Mereka memanggil ambulans dan membawa bayinya ke rumah sakit.

Dokter mengatakan bayi tersebut mungkin telah dikubur selama sekitar dua jam. Bayi itu ditemukan di dalam kotak kardus yang disembunyikan di bawah lempengan beton. "Pada saat dia diselamatkan dia sudah berhenti menangis dan napasnya pendek," kata Zhou Shanghong, dokter setempat dan satu dari orang orang yang membantu menyelamatkan bayi itu.

Namun, setelah diperiksa di rumah sakit, tidak ada masalah kesehatan serius pada bayi itu. Namun bayi ynag dibuang tersebut diketahui memiliki penyakit kuning dan anemia, kata laporan itu. Hingga kini bayi itu belum diberi nama, namun ia telah membuat kemajuan yang signifikan sejak ia ditemukan 2 bulan lalu.

Dia masih berada di inkubator, namun beratnya telah meningkat menjadi 4kg (9lbs), dari sebelumnya yang hanya 1,5 kg ketika dia ditemukan. Polisi sejauh ini tidak dapat menemukan petunjuk tentang identitas orangtua anak tersebut. Hal ini karena tidak ada kamera keamanan di daerah itu dan tidak saksi mata yang menyaksikan saat bayi itu ditinggalkan.

Zhou membayar seluruh biaya medis bayi itu. Zhou akan merawat bayi itu dan membawanya pulang jika tidak ada yang datang untuk mengklaim bayi tersebut. "Setiap kali dia melakukan pemeriksaan, mereka [staf rumah sakit] selalu memanggil saya," katanya.

"Aku seperti ibunya … keluargaku dan aku sepakat bahwa kami akan mengadopsi anak malang ini jika kami tidak dapat menemukan orang tuanya." tutupnya.

Continue Reading

Internasional

Tapi Justru Temukan Kenyataan Pahit Wanita Pesankan Makanan Pakai Ojol buat Pacarnya yang Sakit

Avatar

Published

on

Berita viral hari ini Pesankan makanan pakai ojol untuk pacarnya yang sakit, perempuan ini justru temukan fakta sebenarnya, berawal dari adu argumen. Banyak kisah tentang betapa susahnya membangun dan menyelaraskan hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship). Dari harus saling percaya hingga kebiasaan tidak bertemu dan hanya bertatap muka via suara maupun video call.

Dan tidak selalu jujur bisa saja semakin memperburuk hubungan yang telah dibina bersama. Mungkin salah satunya adalah kisah dari perempuan ini. Ia mencertiakan pengalamannya ketika memesankan makanan via ojol untuk pacarnya yang nun jauh disana.

Perempuan dari Taiwan ini ingin menjadi pacar yang memperhatikan pacarnya. Ia ingin mengejutkan pacarnya dengan mengirim makanan kejutan untuk pacarnya yang sedang sakit. Dilansir oleh NowNews dan World of Buzz pada Selasa (15/10/2019), dia mengatakan bahwa mereka telah bersama selama dua tahun dan dalam hubungan jarak jauh.

Perempuan itu menambahkan juga bahwa mereka biasa banyak mengobrol sebelum tidur. Tetapi untuk beberapa waktu mereka tidak sehangat yang dulu lagi. Si pria tersebut sering mencari alasan untuk menghindari dan tidak menjawab panggilan atau SMS nya.

Juga sering beralasan lelah dan ingin tidur. "Aku memilih untuk mempercayainya dan tidak ingin mengganggunya ketika dia mengatakan sedang beristirahat." "Suatu hari, dia mengatakan kepadaku bahwa dia merasa tidak enak badan dan ingin tidur lebih awal."

"Juga mengatakan bahwa dia tidak dapat telepon dengan Aku malam ini." "Aku khawatir apa dia punya makanan di rumah, jadi Aku mengirim makanan kejutan untuknya di rumah,” tulisnya. Ketika petugas kiriman makanan datang di rumah pacarnya, petugas tersebut memanggil manggil pria tersebut dan tidak ada yang menjawab pintu.

Lalu dia menelpon pacarnya dan berpikir bahwa dia merasa sakit dan tidak bisa mendengar bel pintu. Lalu perempuan tersebut membeberkan percakapannya dengan si pacar: Pacar: Halo? (Latar belakangnya terdengar sunyi, seperti sedang di rumah)

Perempuan: Maaf, Aku tahu kamu sedang tidak enak badan, tetapi akutidak bermaksud mengganggumu." "Aku kirimi kamu makanan, bukain pintu untuk pengirimnya dan lalu istirahat setelah selesai makan." "Pacar: (Diam) Aku sedang tidak di rumah."

"Pacar: Maaf, aku tidak bermaksud membohongimu, tetapi aku sedang di luar sekarang bersana teman temanku." "Cewek: Jika kamu sedang keluar bersama teman temanmu, kenapa kamu tidak memberi tahuku?" "Bukannya aku tidak mengizinkanmu pergi bersama teman temanmu"

"Setelah berdebat dan berdiskusi panjang, akhirnya di pria mengaku bahwa dia telah pergi ke rumah teman perempuannya dan berselingkuh. Dan pada akhirnya, gadis itu berkata: “Aku meminta ojol itu untuk membuang saja makanan.

"Dan aku juga sudah membayar makanan itu." "Aku hanya ingin mengingatkan kepada kalian semua jika kamu sedang dalam hubungan jarak jauh dan kamu tiba tiba memesan makanan kiriman kejutan, berhati hati lah, mungkin akan berakhir putus." Warganet pun terkejut dengan alur cerita yang bagikan oleh perempuan tersebut.

Dan beberapa mereka tidak menyadari bahwa hal sepele seperti memesankan makanan untuk sang pacar ternyata bisamengakhiri sebuah hubungan dengan dramatis. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa perempuan tersebut adalah pacar yang baik yang peduli pada pacarnya lalu menjulid pria tersebut karena selingkuh.

Continue Reading

Internasional

Massa Pendemo di Hong Kong Siapkan Aksi Susulan Malam Ini

Avatar

Published

on

Aktivis pro demokrasi Hong Kong merencanakan unjuk rasa pada Senin (14/10) malam, setelah kerusuhan akhir pekan yang membuat para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan polisi membalas dengan gas air mata dan peluru karet. MengutipReuters, para pendemo mengatakan, mereka berencana untuk berkumpul di Chater Garden di Distrik Admiralty, dekat kompleks pemerintahan, sehari setelah demonstran mengamuk di seluruh Hong Kong. Demonstrasi damai berubah jadi kekacauan pada Minggu (13/10/2019) lalu ketika aktivis dan polisi bentrok. Dalam salah satu insiden terburuk, seorang petugas diiris lehernya oleh seorang pengunjuk rasa dan dibawa ke rumahsakit.

Menurut Kepolisian Hong Kong, demonstran di Distrik New Territories menyerang dua petugas berpakaian preman yang mereka pukul berulang kali di kepala dengan benda benda keras. Para petugas dibawa ke rumahsakit dengan cedera kepala. Para pengunjuk rasa melemparkan lebih dari 20 bom molotov ke sebuah kantor polisi di Distrik Mong Kok. Mereka juga merusak stasiun stasiun metro serta bisnis bisnis asal China atau yang dianggap pro Beijing.

Kemarin, demonstran kembali menargetkan operator kereta api MTR Corp, yang mereka tuduh berkolusi dengan Pemerintah dan Kepolisian Hong Kong dengan menutup beberapa layanan lebih awal. Jaringan kereta api kembali beroperasi pada hari ini, meskipun pekerjaan pemeliharaan sedang berlangsung di beberapa stasiun yang rusak oleh amuk demonstran. Tapi, semua layanan kereta akan berhenti untuk pemeliharaan pada pukul 10 malam, kecuali Airport Express Line. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akan menyampaikan Pidato Kebijakan Tahunan pada Rabu (16/10/2019) nanti, di tengah tekanan untuk mengembalikan kepercayaan pada pemerintah karena bergulat dengan krisis politik terbesar dalam beberapa dekade.

Pemerintah Hong, kemarin malam, menyatakan, mereka merasa "bingung" dengan pernyataan Senator Amerika Serikat (AS) Ted Cruz yang menyampaikan, dia belum melihat tindakan kekerasan oleh pengunjuk rasa. "Sementara kami menghormati kebebasan berbicara politisi asing, kami menganggap, komentar harus berdasarkan pada fakta," kata Pemerintah seperti dilansirReuters. "Semua orang bisa melihat dari laporan media, bahwa para pemrotes melakukan tindakan kekerasan dan vandalistik pada banyak kesempatan di Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir".

Cruz yang tengah berkunjung ke Hong Kong mengatakan pada Sabtu (12/10), Lam telah membatalkan pertemuan dengannya. Dia tidak memberikan alasan mengapa. Tetapi, ia menyebutkat, kantor Lam telah meminta pertemuan itu dirahasiakan. Pemerintah Hong Kong mengatakan, pertemuan itu dibatalkan karena Lam memiliki acara lain.

Continue Reading

Trending