Connect with us

Metropolitan

Ayah Tiri di Bekasi Benturkan Bayi 15 Bulan Hingga Tewas Jadi Tersangka, Ini Curhatan Istri

Avatar

Published

on

Roni Andriawan (39) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan bayi berusia 15 bulan hingga tewas. Istri tersangka, Danis Aprilia (39) disebut tetangga kerap curhat terkait perangai suaminya. Danis Aprilia (39) dan Roni Andriawan (39) merupakan wargaJalan Pasir Rindu, Kampung Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Daniskerap cerita bahwa suaminya memiliki sifat yang emosional. Diketahui, pelaku merupakan ayah tiri korban dan Danis merupakan ibu kandung korban. Sadi Supriyadi tetangga korban mengaku bahwa dirinya kerap mendapat curahan hati (curhat) dari Danis atas perlakukan suami sirinya tersebut.

Isi curhat Danis antara lain mengaku sudah tidak kuat atas perilaku tersangka. Alasannya, sikap Roni yang kerap memperbudaknya hingga tak memiliki waktu istirahat. "Pekerjaan rumah atau dagang semua dibebani ke Danis, istrinya. Kasihan sampai capek, belum lagi malamnya harus memenuhi kebutuhan seksualnya," katanya, Kamis (29/8/2019).

Saking sibuk dan tidak ada waktu, saat terjadi kasus penganiayaan, Danis sedang tidak mengetahuinya karena sedang berdagang. "Mereka kan usaha es kelapa sama warung makan bebek. Jadi sibuk banget, istrinya semua yang kerjain. Anak bayinya itu sama Roni tapi malah digituin," ucap Sadi. Warga lainnya, Sonson Rezaldi mengatakan, tersangka Roni yang baru menikahi Danis selama enam hari itu, sebelumnya telah menikah dengan 9 perempuan.

"Sudah pada tahu itu orang kelainan seksual. Ganti istri sudah kayak ganti baju aja," ujarnya. Perlakuan Roni terhadap istri istrinya itu yang membuat mereka tidak nyaman sehingga mengajukan cerai. "Pada enggak kuat dengan sikapnya, apalagi kerap disiksa saat berhubungan intim. Paling awet itu paling 5 bulan," kata Sonson.

Sonson mengaku, hubungan Roni dengan Danis sendiri baru berjalan selama enam hari. Danis dinikahi secara siri oleh Roni. "Enggak pada tahu kapan nikahnya, tiba tiba sudah bawa istri yang punya satu anak bayi itu. Kalau Roni punya anak cuma satu dari sekian banyak mantan istrinya," katanya.

Polsek Serang Baru telah menetapkan Roni Andriawan (39) sebagai tersangka atas kasu penganiayaan bayi usia 15 tahun hingga tewas. Tersangka Roni Andriawan juga diancam hukuman penjara selama 15 tahun. "Ketika itu kita tangkap dan tetapkan tersangka," ucap Kapolsek Serang Baru Wito, Kamis (29/8/2019).

"Pelaku yang juga ayah tiri korban dikenakan hukuman penjara 15 tahun karena lakukan tindak ekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia," ujarnya lagi. Wito menuturkan, tersangka awalnya tidak mengakui perbuatannya. Namun, saat dimintai keterangan, tersangka selalu berbelit dan membantah melakukan perbuatan penganiayaan tersebut.

"Awalnya tidak ngaku, saat diinterograsi jawab berbelit dan gugup. Terus kita selidiki dan sesuaikan dengan hasil otopsi akhirnya dia ngaku," kata Wito. Tersangka akhirnya mengakui dan menuturkan menganiaya korban atau anak tirinya itu dengan cara melempar ke dinding sebanyak tiga kali. Salah satu lemparannya, mengakibatkan kepala bayi terbentur dinding.

Untuk motif, kata Wito, tersangka kesal karena istirahatnya terganggu karena anak tirinya rewel. "Korban sedang sakit, awalnya istrinya minta korban diberikan obat dan air kelapa murni. Tapi tetap rewel terus sampai akhirnya lakukan perbuatan itu," ucap Wito. Tersangka yang dihadirkan dalam keterangan pers mengaku menyesal atas perbuatannya.

Roni Andriawan mengaku lepas kontrol hingga tega melakukan tindakan tersebut. "Enggak ada niat buat bunuh bayi itu, saya menyesal pak, saya minta maaf banget sama istri saya," katanya seraya menangis. Roni Andriawan dan istrinya Danis Aprila (39) baru menikah secara siri pada 20 Agustus 2019.

Masing masing memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya. Lokasi penganiayannya di rumah sekaligus tempat usaha bebek rica rica di Jalan Pasir Rindu, Kampung Ceper, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tersangka dikenakan pidanakekerasanterhadapanakyaitu pasal, 76 huruf C Juncto 80 UU Nomor 17 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Metropolitan

Seorang Wanita Penumpang KRL Mengaku Alami Pelecehan Seksual saat Pulang Kerja Menuju Bekasi

Avatar

Published

on

Seorang penumpang perempuan berinisial AM (24) mengaku menjadi korban pelecehan seksual di dalam KRL Commuter Line, Jumat (25/10/2019) pekan lalu. Mengutip Kompas.com, AM mengakumengalami peristiwa itu saat pulang kerja menuju Bekasi. AM kepada Kompas.com membeberkan ciri ciri pelaku.

Ia mengaku masih ingat perawakannya, termasuk aksesoris yang dikenakan pelaku waktu itu. Sayang, ia tak sempat mengambil gambar wajah pelaku. "Enggak muda. Dia sudah bapak bapak," ujar AM kepada Kompas.com, Senin (28/10/2019) pagi.

"Sebenarnya agak kurang jelas saya lihat mukanya, karena saya kan di depan dia (pelaku). Saya cuma bisa lihat dari pantulan layar ponsel saja," ia menambahkan. Mulanya, AM tak begitu menaruh curiga bahwa pria ini akan melecehkannya secara seksual. AM menduga, pelaku akan mencuri ponselnya karena sejak awal kerap memperhatikan ponselnya.

Gusar, AM pun memasukkan ponsel ke dalam tas. Namun, ketika KRL tertahan di antara Stasiun Manggarai Jatinegara, ia baru menyadari bahwa ia dilecehkan dari belakang. Ia pun berbalik arah dan menghardik pelaku.

"Yang jelas dia itu pakai topi hitam, hampir tutupin matanya, (topinya) agak turun gitu. Dia pakai kemeja kuning lengan pendek sama tas kecil selempang depan," jelas AM. AM belum berpikir akan melaporkan kasus ini secara resmi pada PT Kereta Commuter Indonesia maupun kepolisian, lantaran minimnya barang bukti. "Aku sejauh ini cuma mention (via Twitter) sih, cuma belum ada tanggapan. Pas saya setelah turun kereta, saya masih syok dan saya pengin cari satpam tapi agak sulit karena ramai," katanya.

"Saya pengin cepat pulang saja, saya lapor via Twitter," pungkasnya.

Continue Reading

Metropolitan

Aksi Kocak Susi Pudjiastuti Saat Difoto Jadi Sorotan Mengundang Gelak Tawa Para Kabinet Kerja

Avatar

Published

on

Pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin akan digelar pada Minggu 20 Oktober 2019. Pada acara pelantikan esok, direncanakan juga pengumuman kabinet kerja jilid II. Hal itu menunjukkan jika masa jabatan para kabinet kerja pertama era Jokowi dan Jusuf Kalla akan segera berakhir.

Tak terasa, lima tahun sudah pemerintahan kabinet kerja dibawah pimpinan Jokowi Jusuf Kalla berjalan. Momen silaturahmi para kabinet kerja pun telah digelar di Istana Merdeka, pada Jumat 18 Oktober 2019 pukul 13.30. Acara silahturahmi itu pastinya dihadiri seluruh menteri, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala Lembaga Negara era Jokowi Jusuf Kalla.

Tak ketinggalan juga Jokowi Jusuf Kalla yang turut hadiri memeriahkan acara tersebut. “Lima tahun sudah kita bekerja dan betul betul lima tahun adalah sebuah waktu yang sangat cepat sekali. Pada kesempatan itu Jokowi tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kabinet kerja era 2014 2019.

Khususnya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang selama lima tahun ini setia membantu dan mendampingi Jokowi. “Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Wapres beserta ibu yang telah bersama sama dengan kami. Dengan kita semuanya kerja keras untuk negara ini, atas amanah yang diberikan kepada kami berdua di 2014 sampai 2019 ini.

Dan juga para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Badan, Panglima, Jaksa Agung yang telah bekerja sama dengan kita, mohon maaf kalau mungkin dalam lima tahun ini kita bertemu agak santai hari ini,” ucap Jokowi. Namun, dibalik acara yang cukup penting itu, terdapat momen yang sangat lucu. Sambil berkumpul bersama, para menteri pun diselingi canda tawa.

Momen itu pun terekam dan diunggah oleh akun Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Suasana pun semakin pecah ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan aksinya. Pada video yang diunggah Triawan Munaf Jumat 18 Oktober 2019, Susi Pudjiastuti mengeluarkan jurus kocaknya untuk bercanda tawa dengan para menteri.

Susi Pudjiastuti melakukan pose pose kocak ketika dirinya dipotret oleh fotografer istana, Agus Suparto. Susi Pudjiastuti tampil dengan mengenakan dress merah muda sembari berlenggak lenggok. Ia pun sesekali mengangkat satu kaki dan betolak pinggang, hingga membuat para menteri lainnya tertawa.

"Eaa..lagi, lagi. Eaa" sorak mereka (para menteri) yang terhibur melihat tingkah Susi. "Ibu @susipudjiastuti115 selalu menghangatkan suasana di Kabinet Kerja. Bekerja serius bukan berarti tidak bisa ‘fun’. Penyemangat dan penerobos!,"tulisTriawan Munaf pada captionnya. Lebih kocaknya, Susi Pudjiastuti berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa.

Susi Pudjiastuti tampak protes kepada rekannya yang meledeknya karena mengenakan rok mini dan bukan batik. "Ora nganggo batik malah nganggo ngejreng (Bukannya pakai batik, malah pakai baju yang warnanya mencolok)," seru suara seorang salah satu menteri perempuan. Susi Pudjiastuti pun menunjukkan jika ia mengenakan selendang batik.

"Iki (ini) batik iki lo batik," sahut Susi sembari memegang selendang dibahunya. Lantas, Susi Pudjiastuti mengeluh jika baju batiknya kini tak muat karena berat badannya naik. "Batikku sesek kabeh (kekecilan semua) Mbak," ucap perempuan 54 tahun itu.

Melihat tingkah kocak Susi Pudjiastuti, para warganet pun ikut terpingkal melalui kolom komentar. Ghee_15 : Wkwkwkwk… Sumpah ngakaaak..kon nganggo batik malah nganggo ngreeeng hahaha bu susi. (suruh pakai batik malah pakai ngejreng) Itsme_robinmnugraha : Menteri yg paling funky dan selalu di tunggu kehadiran nya… Paling gak buat aku…

Ririehartomo : Lucu sekali bu Susi Prieboy1719 : Emang paling antique ibu menteri satu ini .. nyeleneh blazzz wezzz. Selain itu juga terdapat foto Susi Pudjiastuti bersama menteri perempuan lainnya.

Lagi lagi gaya Susi Pudjiastuti terlihat berbeda. Pada foto itu, Susi tampak mengakat satu kakinya.

Continue Reading

Metropolitan

Nono Sampono Harapkan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Ri Berjalan Lancar

Avatar

Published

on

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono mengharapkan pelantikan Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI berlangsung lancar tanpa ada hambatan, mengingat acara pelantikan tersebut bakal mendapat sorotan dunia internasional. “Pelantikan Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih akan dihadiri sekitar 20 kepala negara atau perwakilan negara sahabat. Media internasional juga pasti akan memberitakannya. Karenanya pelantikan nanti diharapkan berlangsung lancar,” ungkap Nono Sampono, Jumat (18/10/2019). Seperti diberitakan, sebanyak 20 kepala negara atau perwakilan dari negara negara sahabat akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 2024 di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Minggu (20/10) siang.

Presiden Ke 5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan calon presiden Prabowo Subianto dan mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno juga akan hadir. “Dengan kehadiran para tokoh dunia serta tokoh bangsa menunjukan posisi Indonesia sangat strategis di mata dunia Internasional dan bangsa ini semakin solid. Momentum ini menjadi penambah vitamin dan energi bagi Jokowi dalam menjalankan periode kepemimpinannya yang kedua,” jelasnya. Disingung soal menteri, Nono Sampono menegaskan, itu hak prerogatif Jokowi.

“Presiden Jokowi pasti sudah mempertimbangankan secara matang calon menterinya, misalnya soal integritas, kompetensi, serta proporsionalitas (politisi dan profesional). Presiden Jokowi juga perlu mempertimbangkan sosok menteri untuk mewakili daerah, khususnya dari kawasan timur yang memang butuh sentuhan lebih,” jelasnya. Senator asal Maluku ini meminta doa dan menghimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi mensukseskan acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sehingga dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.

Continue Reading

Trending