Connect with us

Sport

7 Masuk Daftar Unggulan Indonesia Kirimkan 15 Wakil Hasil Drawing Denmark Open 2019

Avatar

Published

on

Hasil drawing Denmark Open 2019, Indonesia kirimkan 15 wakilnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu jadi satu satunya ganda putri yang berjuang. Turnamen Denmark Open 2019 akan digelar mulai 15 hingga 20 Oktober mendatang di Odense Sportspark, Odense V, Denmark. Dari 15 wakil Indonesia yang akan memperebutkan gelar juara Denmark Open 2019, tujuh diantaranya masuk dalam daftar pemain unggulan.

Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Dari ketujuh pemain unggulan tersebut, Marcus/Kevin sebelumnya sukses meraih gelar juara China Open 2019, dan Ginting serta Ahsan/Hendra menempati podium kedua. Kemudian Fajar/Rian berhasil mendapatkan gelar juara di Korea Open 2019.

The Daddies yang direncanakan bertanding di Korea Open 2019, mengundurkan diri karena Ahsan mengalami cedera. "Kami batal ke Korea Open, sudah pasti nggak ikut." "Lebih baik Ahsan ke dokter dulu, recovery dan fokus persiapan ke turnamen selanjutnya."

"Ada waktu sekitar tiga mingguan," terang Hendra, Minggu (22/9/2019), usai berlaga melawan Marcus/Kevin di final China Open 2019, seperti dilansir badmintonindonesia.org . Melalui unggahan terbarunya di Instagram, Mohammad Ahsan tampaknya sudah siap bertanding di turnamen mendatang. Kamis (3/9/2019), Ahsan mengunggah foto dirinya bersama Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli Bahuri ketika pulang kampung.

With Bapak Kapolda Sumatera Selatan (emoji). Balek kampung dulu kito, " tulisnya. Sebelumnya pada turnamen Denmark Open 2018, Duo Minions menjadi satu satunya wakil Indonesia yang sukses menyabet gelar juara. Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang)

Tunggal Putri: Tai Tzu Ying (Taipei) Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Ganda Putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)

Ganda Campuran: Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Tiongkok) Pada babak 32 besar Denmark Open 2019 mendatang, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung tampaknya harus berjuang keras. Ia akan menghadapi wakil India, Pusarla V Sindhu, yang menempati posisi kelima dalam daftar pemain unggulan.

Sindhu sebelumnya sukses meraih gelar juara BWF World Championships 2019 setelah mengalahkan Nozomi Okuhara. Sementara pada Januari 2019 lalu, Sindhu juga telah menumbangkan Gregoria di babak 16 besar Indonesia Masters. Berdasarkan catatan head to head, Sindhu jauh lebih unggul dibandingkan Gregoria di atas kertas.

Sindhu telah memenangkan lima pertandingan dari lima pertemuan menghadapi Gregoria Mariska Tunjung sejak 2015 lalu. Sedangkan dari sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi satu satunya wakil Indonesia yang berjuang memperebutkan juara Denmark Open 2019. Greysia/Apriyani akan melawan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen asal Malaysia di babak 32 besar nanti.

Jonatan Christie [6] vs Jan O Jorgensen (Denmark) Anthony Sinisuka Ginting [8] vs Prannoy HS (India) Tommy Sugiarto vs Hans Kristian Solbreg Vitthinghus (Denmark)

Shesar Hirem Rhustavito vs Ng Ka Long Angus (Hongkong) Gregoria Mariska Tunjung vs Pusarla V Sindhu [5] (India) Fitriani vs Cai Yan Yan (Tiongkok)

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo [1] vs Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taipei) Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso vs Jelle Maas/Robin Tabeling (Belanda) Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto [7] vs He Ji Ting/Tan Qiang (Tiongkok)

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan [2] vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) Greysia Polii/Apriyani Rahayu [5] vs Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia) Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs Takuro Hoki/Wakana Nagahara (Jepang)

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti [6] vs Ben Lane/Jessica Pugh (Inggris) Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Lu Kai/Chen Lu (Tiongkok) Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Joshua Hurlburt Yu/Josephine Wu (Kanada)

Sport

Namun Ada Syaratnya Sang Sahabat Bertaruh Valentino Rossi akan Kembali Kompetitif

Avatar

Published

on

Sahabat dari Valentino Rossi, Franco Uncini bertaruh bahwa The Doctor mampu kembali tampil kompetitif di gelaran MotoGP. Valentino Rossi saat ini tengah menjadi perbincangan hangat bagi pecinta ajang balap Grand Prix. Tak hanya seputar masa depannya yang belum menemui titik terang, namun juga penurunan performa yang dimiliki sang pembalap.

Rider asal Tavullia, Italia itu memang mengalami terjun bebas penampilannya di MotoGP musim lalu. Bersama tim pabrikan Yamaha, Rossi hanya mampu mengakhiri kejuaraanMotoGP 2019 diperingkat ketujuh. Bahkan posisinya dua strip dibawah Fabio Quartararo yang mampu naik daun bersama tim satelit Petronas SRT.

Praktis, bukan menjadi hal yang mengejutkan jika akhirnya Movistar Yamaha memilih tak memakai jasa The Doctor untuk MotoGP 2021 nanti. Sebagai gantinya, singgasana Rossi yang ditempatinya selama 16 tahun digantikan oleh Quartararo. "Saya selalu menghargai apa yang dilakukan oleh Valentino Rossi hingga saat ini," tukas Uncini, seperti yang dikutip dari laman

"Dia memiliki hasrat untuk meraih kemenangan sama besarnya dengan Marc Marquez maupun Fabio Quartararo." Uncini pun berani bertaruh, dengan keinginan untuk meraih kemenangan demi kemenangan, Rossi dipercaya akan kembali kompetitif dalam perebutan gelar juara. "Ini akan bisa menjadi kejutan, saya bertaruh, bahwa Rossi akan mampu tampil kompetitif kembali di MotoGP," yakinnya.

Meskipun demikian, sahabat sejak kecil dari Rossi itu tak memungkiri, terdapat syarat yang harus dilakukan oleh The Doctor untuk kembali ke top performanya. "Tidak bisa disembunyikan bahwa dia telah berusia (41 tahun), namun dengan berani lebih banyak mengambil resiko, saya yakin ia akan mampu bertarung di grid depan," tandasnya melanjutkan. Hingga kini, nama Rossi masih menjadi trending bahan perbincangan bagi penikmat balap MotoGP.

Tak sedikit pendukung VR46 menginginkan aksi sang maestro balap itu terus berlanjut di musim depan. Pasalnya, hingga kini Rossi belum mengambil sikap, apakah akan terus membalap atau memilih mengikuti jejak Jorge Lorenzo untuk pensiun. Kendati demikian, bukannya Rossi jika sepi peminat.

Resmi terdepak dari tim berlogo Garpu Tala itu, Yamaha Petronas SRT memiliki keinginan untuk menggunakan jasa The Doctor. Kabarnya, kedua belah pihak telah menjalin negosiasi dan mengarah ke perkembangan yang positif.

Continue Reading

Sport

Azis Syamsuddin Sambut Baik Dukungan Menpora Kejurnas Cricket

Avatar

Published

on

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kejuaraan nasional (kejurnas) Cricket secara virtual di Situasion Room Kemenpora. Pada kesempatan ini, Menpora berpesan kepada atlet untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Yang saya hormati, pengurus cricket, ini sangat luar biasa ya. Saya mengapresiasi kejurnas yang dilakukan nanti. Tentu kami berterima kasih tentang apa yang dilakukan pengurus cricket Indonesia. Ditengah pandemi Corona ini, pengurus mampu berkreasi dan punya kreativitas,” ungkap Zainudin Amali, Jumat (12/6/2020) malam.

Kepada atlet dan pengurus cricket, Menpora berpesan agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik. Selain itu, menteri asal Gorontalo ini juga mengajak pengurus cricket untuk menyambut era new normal nantinya. “Pandemi ini masih berlangsung di negeri kita. Tapi itu tidak menghalangi kita untuk berkreativitas. Mari kita songsong era new normal. Cricket juga harus sambut itu. Apa yang kita lakukan, saya berpesan untuk perhatikan protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, dan lain sebagainya,” jelas Zainudin Amali.

Jika protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin, Menpora yakin masyarakat bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Saat ini, protokol dibidang keolahragaan terus dikoordinasikan dengan kementerian terkait serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. “Protokol dilakukan dengan disiplin, kita yakin bisa beraktivitas dan produktif ditengah pandemi. Maka itu, upaya cabang olahraga melakukan kegiatan seperti ini sangat didukung. Pasti protokol untuk sepak bola dengan bulu tangkis itu beda, juga halnya dengan cricket,” tutur Zainudin Amali. Zainudin Amali mengatakan juga memotivasi atlet cricket untuk tampil baik disetiap kejuaraan. Apalagi, akan ada Pekan Olahraga nasional (PON) 2021 di Papua. Menpora pun memuji venue cricket yang ada disana.

“Saya harap cricket Indonesia tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk pengurus yang di daerah, beruntung punya venue yang sangat bagus di Papua. Ketua umum pasti nantinya punya rencana yang akan datang untuk membuat pertandingan disana. Bagi yang penasaran dengan lapangan yang bagus itu, persiapkan diri (berlatih),” papar Zainudin Amali. “Nah, harus tetap semangat dengan kondisi yang sekarang. Kita lakukan aktivitas dengan perhatikan protokol, jangan takut, dan harus waspada. Harus optimis. Sukses dan selamat melakukan kejuaraan online, semoga bisa bersinergi terus dan menghasilkan atlet yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa,” kata Zainudin Amali. Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Azis Syamsuddin menyambut baik dukungan dan apresiasi dari Menpora.

“Mudah mudahan kondisi kedepannya kita tetap semangat dan membangun olahraga untuk lebih berprestasi. Apabila ada hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf. Kami ucapkan terima kasih, dan atlet atlet tetap semangat mengikutinya,” ujar Azis Syamsuddin. Kejurnas cricket online berlangsung pada 12 29 Juni 2020. Pesan yang ingin disampaikan dalam kejuaraan ini yakni untuk saling menjaga kesehatan ditengah pandemi. Adapun peserta dibagi dengan beberapa kategori. Untuk diikuti dari wakil: NTT, Bali, Kaltim, Sumbar, dan Jatim.

Diikuti: Jawa Barat, Bali, Lampung, NTT, NTB, Banten, Jatim, Kaltim, Sumbar. Sementara, untuk Bali, Kaltim, Banten, Jatim, Jawa Barat, dan Sumbar.

Continue Reading

Sport

Ini Dia Penjelasannya Chris John Berbagi Tips Agar Dapat Meraih Prestasi

Avatar

Published

on

Legenda tinju Indonesia, Chris 'Dragon' John yang sempat meraih juara kelas bulu WBA dan mempertahankan gelar selama 10 kali beruntun berbagi tips agar dapat meraih prestasi. Pria yang lahir di Banjarnegara 14 September 1979 itu mengatakan, semua orang dapat meraih prestasi asalkan apa yang ditekuni dijalankan dengan fokus dan memiliki semangat pantang menyerah. "Benar, ketika itu saya mempertahankan gelar 10 kali berturut turut. Tips dari saya, intinya kita harus fokus. Pada saat persiapan. Biasanya jelang bertarung di atas ring, kita ada persiapan selama dua bulan dan itu saya sudah ada di camp untuk menjalani persiapan untuk melakukan program latihan," ujarnya, saat bincang bersama media melalui virtual zoom, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, Chris John membeberkan bahwa program latihan yang terskema dengan baik cukup membantu dirinya lebih kuat dari segi fisik dan mental. "Ini program latihan yang cukup baik. Pagi dan sore itu sangat bagus. Tidak terlalu diforsir. Siap secara keseluruhan tentunya," jelasnya. Terkait perjalananya bisa menembus pertarungan internasional, Chris mengaku bahwa dirinya harus menempuh jalan panjang dengan bertarung di tingkat nasional, asia baru kemudian dunia.

Menurutnya, dalam perjalanan karirnya yang paling berkesan adalah ketika dirinya harus bertarung dengan petinju nasional sekaligus pertarungan tersebut menjadi yang terberat. "Kalau di nasional tahnun 1999 saya harus merebut gelar juara nasional melawan almarhum alfarizi itu sangat berkesan. Karena itu cukup berat saya semoat dipukul keras dibagian rahang. Tapi saya berusaha bangkit dan mengeluarkan seluruh kemampuan," jelasnya. Kemudian di tingkat Asia, sebelum menapakkan kaki menuju ajang bergengsi dunia, Chris lagi lagi harus berhadapan dengan rekan senegaranya dan itu berhasil dilalui dengan semangat dan kerja keras yang gigih.

"2001 saya harus melewati satu ujian lagi. Asia Pasifik melawan rekan satu negara. Itu sangat luar biasa oertarungan PABA. Dan nama saya masuk WBA," ungkapnya. Lalu, di tahun 2003, saat konferensi WBA di Bali, WBA ada satu nomor yang kosong dan nomor itu adalah kelas bulu, kemudian dengan semangat membara Chris terjun di kelas bulu WBA dan berhasil menjadi juara. "Kesempatan itu datang di tahun 2003. Peringkat saya masuk 10 besar WBA dan saya bertanding bisa menjadi juara kelas bulu ketika itu," paparnya.

Setelah pensiun, Chris beralih menjadi promotor tinju dengan tujuan agar tinju di Tanah Air tetap hidup dan tidak ditinggalkan peminatnya yang dinilai memiliki antusias yang cukup besar. Tak hanya itu, untuk menjaga kebugaran fisiknya, Chris tetap berlatih. "Saya masih latihan. Kalau di rumah ada waktu, saya tetap olahraga. Yang penting agar tetap sehat. Kalau untuk kembali bertarung kembali di ring sih belum kepikiran," ungkapnya.

Selain itu, disaat tinju nasional kurang mendapat perhatian, Chris membeberkan bahwa saat ini banyak rekannya yang memilih untuk menjadi pelatih di sasana sasana profesional. "Tinju pro kita mati suri karena memang tidak ada event. Ini sangat disayangkan," paparnya. "Mantan atlet biasanya mereka diberikan kesempatan menjadi PNS, bagi yang berprestasi. Tapi kalau tidak berprestasi agak sulit juga mau diarahkannya. Tapi biasanya mantan mantan petinju menjadi personal trainer," tandasnya

Continue Reading

Trending