Connect with us

Kesehatan

7 Cara Mengatasi Stres dan Kecemasan Supaya Tidak Berlarut, Yuk Coba Sendiri!

Avatar

Published

on

Gangguan kesehatan mental masih jarang diperhatikan. Stres dan kecemasan berlebih sering terjadi pada masyarakat modern. Supaya nggak berlarut, ini 7 cara untuk mengatasi stres dan kecemasan.

Gejala kecemasan banyak dialami masyarakat modern. Dampak dan gejalanya berbeda beda pada setiap orang. Menurut National Institute of Mental Health, beberapa gejala yang biasa muncul antara lain rasa lelah, sulit konsentrasi, kurang tidur, jantung berdebar, hingga gemetar.

Ada banyak cara untuk mengobati masalah kecemasan. Cara terbaiknya adalah berkonsultasi dengan profesional bidang kesehatan untuk mencari pengobatan yang pas. Namun, jika belum mendapatkan akses untuk terapis atau alasan lainnya, ada tujuh hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan:

Neuropsikolog dan anggota fakultas di Colombia University, New York, Sanam Hafeez, PsyD, menyarankan untuk membuat daftar hal hal yang kamu syukuri dalam hidup. Cara ini bisa membantu mengangkat suasana hati dan menyingkirkan pikiran negatif yang berkaitan dengan kecemasan. Bermeditasi adalah cara lain yang disarankan terapis untuk mengatasi masalah kecemasan.

Pendiri Renewal Therapy, Natassja Marshall, PhD, LCP mengatakan, kita bisa mengunggah aplikasi meditasi dan memanfaatkannya sebagai langkah awal mengatasi kecemasan. Marshall merekomendasikan setidaknya meluangkan waktu bermeditasi sekitar 20 menit setiap harinya untuk menurunkan gejala kecemasan dan memperbaiki emosi. Jika kamu tidak terlalu suka meditasi dan tidak punya akses bertemu terapis, strategi pernafasan mungkin bisa menjadi cara mengurangi gejala kecemasan.

"Cara ini sangat membantu bagi orang orang yang mempraktikannya ketika mereka tidak merasa cemas." "Sehingga kita lebih siap untuk menerapkannya ketika menghadapi kecemasan, saat adrenalin dan emosi sangat tinggi," kata Pendiri Lauren Mosback Conseling Service, Lauren Mosback. Teknik pernafasan pertama yang direkomendasikannya adalah pola pernafasan 4 7 8.

Tarik nafas perlahan selama empat detik, tahan selama tujuh detik, lalu buang selama delapan detik. Ulangi teknik ini sebanyak 4 5 kali. Teknik pernafasan lainnya yang direkomendasikan adalah teknik grounding 5 4 3 2 1. Teknik grounding akan membantu kita keluar dari pikiran pikiran cemas di masa lalu atau masa depan dan lebih fokus pada hal yang terjadi saat itu.

Caranya, lihatlah ke sekitar dan buat daftar lima hal yang kamu lihat. Lalu, buat daftar tentang empat hal yang kamu rasakan (misalnya rambut, karpet). Lalu tiga hal yang kamu dengar (misalnya suara burung, suara nafas), dua hal yang bisa kamu hirup (misalnya parfum, lilin), serta satu hal yang bisa kamu rasakan. Strategi ini membantu individu lebih mampu mengontrol sekitarnya sekaligus diri sendiri, serta fokus pada apa yang fisik mereka rasakan, alih alih terperangkap pada pikiran pikiran yang mencemaskan.

Sementara pendiri T.H.R.I.V.E Behavioral Health and Consulting, LaQuista Erinna, PhD, LCSW, merekomendasikan teknik pernafasan four square. Dalam menjalankan teknik itu, kita diharuskan menarik nafas selama empat detik, membuang nafas selama empat detik, menarik nafas lagi selama empat detik, dan membuangnya selama empat detik. Melakukan relaksasi otot juga bisa menjadi cara menghilangkan kecemasan.

Mulailah dari bagian kaki, secara perlahan remas otot otot pada bagian tersebut, kemudian lepas perlahan. Kemudian, remas otot otot besar pada bagian betis selama lima detik, lalu lepaskan. Selanjutnya, remas otot otot paha selama lima detik, lalu lepaskan. Lakukan hingga otot di seluruh tubuh mendapatkan bagian dan mendapat efek relaksasi, seperti quad, oblique, lengan bawah, hingga trisep.

LaQuista Erinna menyarankan metode A B C D, sebuah metode "check in" mental yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi masalah kecemasan. A: Aware atau sadarilah kecemasan yang kamu rasakan. B: Be with your feelings usahakan merasakan rasa kecemasan tersebut dan hadir dalam waktu saat ini.

C: Check periksa pesan pesan yang ingin disampaikan lewat gejala kecemasan tersebut. Apa yang membuatmu cemas? Kapan kecemasan itu muncul? D: Decide memutuskan apa yang harus dilakukan. Apakah cukup dengan mengenali perasaannya atau harus bergerak mencari solusi? Hal ini terasa seperti mengundang kecemasan yang lebih parah. Namun, menurut Pendiri Baltimore Therapy Group. Heather Z. Lyons, PhD, cara ini bisa sangat membantu.

Alih alih membiarkan pikiran kecemasan masuk mengganggu hari hari kita yang lain dan membuat tidur terganggu, kita bisa mengatur waktu spesifik. Pilihlah durasi yang spesifik pula untuk membiarkan rasa khawatir itu hadir, hanya pada waktu tersebut. Jika kekhawatiran muncul di luar waktu tersebut, Heather merekomendasikan untuk menuliskan pikiran pikiran itu, dan kembali memikirkannya pada waktu khawatir yang telah dialokasikan.

"Waktu khawatir bekerja karena adanya mekanisme psikologi yang disebut kontrol stimulus. Ketika kita mengalokasikan waktu tertentu untuk khawatir." "Kita menghentikan otak kita terstimulasi dengan rasa khawatir sebagai respons dari pemicu, seperti lewat orang tertentu atau tempat spesifik," kata dia. Menurut LaQuista Erinna, selama waktu tersebut tulislah hal hal yang membuatmu khawatir dalam sebuah jurnal.

Ketika kembali ke waktu khawatir, lihatlah kembali jurnal tersebut. Ini penting untuk melihat dan mengakui kepedulian kita akan sesuatu. Sanam Hafeez mengatakan, menulis jurnal bisa membantu merekam hal hal yang kita rasakan dari hari ke hari. Hal ini bisa membantu diri kita mengovservasi perasaan dan kondisi apa saja yang memicu kecemasan sehingga kita bisa mencari cara mengatasinya.

Perlu diingat, metode metode ini hanyalah langkah awal untuk mengatasi kecemasan dan tidak bermaksud untuk menggantikan standar pelayanan kesehatan mental. Jadi, jika kamu masih merasakan kecemasan yang parah, usahakan berkonsulasti dengan spesialis seperti psikolog atau psikiater. Jangan biarkan masalah kecemasan terjadi berlarut demi kesehatan mentalmu.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Kesehatan

Simak Gejalanya Di Sini FOTO FOTO Yang Bisa Buat Pengidap OCD Tak Nyaman

Avatar

Published

on

Kumpulan gambar gambar ini pasti akan memicu hasratmu, terutama bagi pengidap OCD, untuk mengatur, meluruskan, atau membersihkan sesuatu. Mengutip alodokter.com, obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Salah satu gejala OCD yaitu Symmetry dan Orderliness. Pada gejala ini, penderitanya akan sering mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar. Contohnya, penderita tidak akan suka jika barang yang telah dirapikannya disentuh dan diubah posisi nya oleh orang lain.

Jika gambar gambar di bawah ini merasa tidak nyaman, kamu tak sendirian. Ada banyak selebriti Hollywood yang menderita OCD, di antaranya Megan Fox, Justin Timberlake, Howie Mandel, dan Leonardo DiCaprio. Mengutip dari ranker.com, inilah foto foto yang tidak berurutan, rapi, atau simetris yang bisa memicu rasa tak nyaman pada penderita OCD.

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan mental yang cukup serius. Penerita OCD ditandai oleh dorongan kuat untuk mengulangi perilaku atau proses tertentu. Ini adalah kondisi yang diklasifikasikan sebagai gangguan kecemasan.

Kecemasan yang dialami akan menciptakan dan mendorong penderita OCD untuk mengulangi perilaku kompulsif. Perilaku kompulsif dapat mencakup beberapa tindakan, seperti mengulangi kata kata, menghitung sesuatu, memeriksa barang berulang ulang, hingga membersihkan sesuatu dengan sangat teliti. Bahkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Namun bagi orang dengan OCD, dorongan obsesif dan pola perilaku ini mulai mengambil alih kehidupan mereka. Obsesi dalam OCD menggambarkan ide ide yang muncul dalam pikiran penderita. Pikiran ini sulit bahkan nyaris mustahil untuk dilepaskan jika belum berhasil.

Pikiran pikiran ini bisa mengenai hal hal yang berbeda, tetapi cenderung berpusat pada kecemasan yang dimiliki seseorang. Termasuk ketakutan sakit atau terluka, takut menyakiti orang lain, atau ketakutan tentang berbagai hasil buruk lainnya. Penyakit ini memaksa penderita OCD melakukan sesuatu yang sangat spesifik.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan mengendalikan perasaannya. Bagi sebagian penderita, misalnya seperti mencuci tangan atau merapikan sesuatu di rumah secara berulang ulang. Namun ada juga yang lebih merupakan proses mental, seperti mengulang kata atau frasa atau menghitung ke angka tertentu.

Orang dengan OCD menggambarkan bahwa mereka tidak merasa mengendalikan ide ide mereka. Yang terjadi adalah sebaliknya, mereka merasa dikendalikan oleh pikiran mereka. OCD juga membuat pikiran obsesif dan perilaku kompulsif mulai mengambil alih rutinitas mereka.

Termasuk terciptanya gangguan dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan sesuatu. Hal ini membuat mereka berada di tempat tepat waktu, dan memenuhi harapan mereka. Hal ini akan sangat ketara ketika penderita sedang stres atau sedang mengalami kecemasan yang meningkat.

Orang orang dengan OCD sering menggambarkan bahwa jenis jenis pikiran yang mereka miliki membuat mereka marah, menakut nakuti mereka. Sebagian juga merasa malu dengan isi pikirannya. Meskipun ini tidak selalu terjadi, itu relatif umum bahwa pikiran obsesif dapat bersifat seksual, kekerasan di alam, atau mengandung konten lain yang terasa tidak bermoral bagi orang yang memiliki pemikiran ini.

Continue Reading

Kesehatan

Bisa Jadi Itu Gejala Asma Si Kecil Kerap Batuk Dan Pilek Waspada

Avatar

Published

on

Penyakit asma bisa terjadi pada anak anak dengan berbagai gejala yang mudah dikenali orangtua sehingga bisa ditangani dengan cepat. Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia, dr. Sandra Diah Ratih menyebutkan gejala pertama yang paling mudah dilihat adalah sesak nafas. "Jadi kalau anak nafas seperti kucing, ngik ngik gitu nafas berar itu lebih jelas terlihat," ungkap dr. Sandra di acara 'Penanganan Intervensi Perbaikan Penanganan Asma di Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Kemudian batuk dan pilek juga bisa menjadi penanda anak menderita asma. Terlebih jika batuk atau pilek kerap berulang dan durasinya panjang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. "Kalau sudah pilek dan batuk berulang harus ke dokter nanti dolkter cari triger apa yang bikin dia terserang asma, bisa dari infeksi flu sebabkan asma atau batuknya," kata dr. Sandra.

Sedangkan penyebab paling besar asma adalah asap rokok, debu, tungau, dan tentunya riwayat keluarga sangat berpengaruh besar timbulnya asma pada anak. "Hal hal itu yang paling banyak menyebabkan asma dan kalau ada riwayat asma tidak dianjurkan punya karpet, wallpaper, yang plain aja pilih gorden yang tipis dari bahan katun yang gak bikin banyak debu ngumpul," pungkas dr. Sandra.

Continue Reading

Kesehatan

Jangan Sepelekan! Termasuk Personel Srimulat Deretan Artis Ini Meninggal Dunia POPULER Sakit Gigi

Avatar

Published

on

Sering disepelekan, sakit gigi rupanya dapat merenggut nyawa seseorang. Mengalami sakit gigi ternyata bisa menjadi penyakit serius bahkan mematikan, untuk itu jangan diabaikan. Beberapa artis pernah mengalami sakit gigi hingga merenggut nyawanya, siapa saja mereka? simak yuk!

Menderita sakit gigi tentu tidak enak rasanya dan mengganggu aktivitas. Bahkan ada yang menyebut, mendingan sakit hati daripada sakit gigi. Namun, sering kali sakit gigi dibiarkan begitu saja tanpa mengetahui pemicunya.

Tidak banyak yang tahu, bahwa sakit gigi bisa menjadi penyakit yang serius. Deretan artis pernah mengalami sakit gigi hingga berujung pada kematian. Berikut artis yang meninggal dunia berawal dari sakit gigi!

Bambang Gentolet merupakan salah satu personel grup lawak Srimulat yang cukup terkenal di Surabaya. Sebelum pergi untuk selama lamanya, almarhum diketahui sempat mengeluh sakit pada bagian giginya. Hari Budiarto, sang ketua RT mengaku terkejut karena sehari sebelum Bambang Gentolet meninggal, dirinya masih sempat berbincang.

Dalam perbincangannya dengan Ketua RT tersebut, almarhum mengatakan hanya sakit gigi, namun terasa sangat sakit. Teguh juga menambahkan bahwa almarhum sebelumnya memang diketahui hanya sakit gigi. Kemudian pada jam 9 malam hari Kamis (27/04/2017), Ia mengeluh dadanya sesak ke putri bungsunya.

Setelah sempat diberi air hangat, ia dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan taksi. Sayangnya, beliau meninggal dunia saat perjalanan. Robby Tumewu yang meninggal pada awal tahun 2019 juga mengeluhkan sakit yang sama sebelum meninggal.

Sebelum meninggal dunia, Robby pernah terserang stroke. Tidak hanya sekali, Robby pernah terserang stroke sebanyak dua kali. Pada 2010, Robby sempat terserang stroke di tengah syuting di sebuah acara stasiun televisi.

Hal tersebut membuatnya dilarikan ke rumah sakit. Tak berselang lama, Robby kembali terlihat dalam salah satu acara di Jakarta. Kala itu ia menggunakan bantuan kursi roda.

Namun saat 2013 kondisinya melemah. <span>Stroke kembali menyerangnya.</span> Di tahun itu, pihak dokter mengatakan kondisi Robby melemah.

Keluarganya juga mengatakan hal serupa. Lantaran stroke keduanya ini, Robby juga pernah menjalani operasi. "Operasi di tenggorokan untuk menghilangkan klem atau lendir, supaya napasnya bisa lebih lancar," sambung Hengky lagi.

"Sekitar satu minggu sebelum masuk RS sempat operasi pendarahan di otak kanan. Operasi itu untuk mengeluarkan cairan berlebihan di bagian otak," papar Hengky lagi. Kebanyakan orang sering menyepelekan gusi bengkak sampai pada akhirnya memicu sakit gigi yang parah.

Selain membuat Anda mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah makanan, sakit gigi pada dasarnya bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika berawal dari sakit gigi, seseorang bisa mendapatkan beragam komplikasi penyakit yang membahayakan tubuh, termasuk risiko terkena stroke. Sebuah studi terbaru dari Swedia melakukan penelitian terhadap lebih dari seribu orang untuk mengetahui keterkaitan penyakit gusi dengan stroke.

Hasilnya, para periset melaporkan bahwa gingivitis jelas terkait dengan stroke. Penyakit gusi serius, seringnya disebut dengan periodontitis yang menyebabkan kerusakan parah pada gusi. Periodontitis parah dapat menyebabkan kerusakan gigi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi ompong.

Gigi ompong merupakan pertanda silent stroke. Silent stroke adalah stroke yang tidak diketahui orang (terselubung) karena tidak menunjukkan tanda tanda yang jelas. Akibatnya, banyak orang mengabaikannya. Namun, seiring berjalannya waktu stroke yang terselubung bisa menimbulkan masalah keterbatasan seperti demensia.

Erosi gigi dapat disebabkan oleh konsumsi soft drink dan minuman bersoda dimana kadar fosfor dan asam sitrat tinggi, jus buah kemasan karena beberapa asam pada minuman dari buah lebih erosif daripada asam baterai, atau mulut kering akibat air liur sedikit/xerostomia. Erosi gigi juga bisa disebabkan makanan (tinggi akan gula dan pati), asam lambung dan gangguan pencernaan, serta obat obatan (aspirin dan antihistamin). Tanda tanda umum erosi gigi adalah mengalami rasa sakit atau ngilu saat makan.

Jadi kunci untuk menjaga gigi tetap sehat adalah menghindari minuman bersoda atau dengan kadar gula tinggi. Soalnya soda dan gula bisa tertinggal dilapisan gigi dan mengikisnya perlahan.

Continue Reading

Trending