Connect with us

Kesehatan

5 Hal yang Bisa Sebabkan Gigi Bengkak dan Cara Mengatasinya, Waspadai Sebelum Terjadi!

Avatar

Published

on

Tak hanya sakit gigi, gusi bengkak juga menjadi masalah kesehatan mulut yang cukup mengganggu. Gusi bengkak tentu menjadi permasalahan yang membuat kita merasa tak nyaman, terlebih saat makan. Bahkan, terkadang gusi bengkak juga bisa disertai gusi berdarah.

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan gusi bengkak tentu saja cukup memakan waktu. Sementara kita harus menahan sakit itu hingga pengobatan yang kita jalani mampu menyembuhkan gusi bengkak. Maka dari itu, jangan sampai kita mengalaminya ya!

Agar tak mengalami gusi bengkak, kenali dulu 5 hal yang bisa menyebabkan gusi bengkak ini! Setelah selesai makan, kita harus membersihkan gigi, ya! Jika tidak, sisa makanan yang menempel di mulut akan dijadikan plak oleh bakteri. Plak pada gigi biasanya berwarna kekuningan. Jika terus dibiarkan, plak yang menumpuk akan masuk ke dalam gusi dan menyebabkan gusi bengkak atau peradangan.

Plak yang menumpuk juga bisa berubah menjadi tartar atau karang gigi, lo. Sebuah plak akan berubah menjadi tartar/karang gigi dalam waktu tertentu (lebih dari 10 hari). Tartar biasanya terbentuk di sela sela gigi yang sulit terjangkau saat dibersihkan. Benda kecil di dalam mulut ini juga bisa menyebabkan gusi bengkak, lo. Ternyata, gusi bengkak juga bisa disebabkan oleh iritasi terhadap pasta gigi, makanan, obat obatan, hingga kawat gigi.

Tapi, beberapa orang sering kali tidak menyadari iritasi yang mereka alami. Gejala iritasi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan dan gusi yang berwarna kemerahan. Beberapa makanan biasanya masuk ke bawah gusi atau tertinggal di sela sela gigi. Pop corn dan serat daging merupakan dua jenis makanan yang selalu tejebak di bawah gusi. Jika terus dibiarkan, sisa makanan itu bisa menyebabkan pembengkakan. Biasanya, pembengkakan akan berakhir setelah sisa makanan diangkat atau dibersihkan.

Gigi yang meregang atau diperbaiki dengan cara yang salah, bisa membuat makanan terjebak dengan mudah di sela sela gigi. Seperti kita tahu, sisa makanan yang tidak dibersihkan akan berubah menjadi penyebab gusi bengkak. O iya, gigi palsu yang tidak pas juga bisa menyebabkan gusi bengkak dan luka, lo. Menyikat gigi sudah rutin, plak gigi selalu dibersihkan, dan pemeriksaan gigi juga dilakukan dengan teratur. Tapi, kenapa masih terjadi pembengkakan gusi?

Jika hal itu terjadi kepada kamu, maka periksalah obat obatan yang kamu konsumsi. Kenapa? Beberapa obat, seperti obat menurunkan tekanan darah tinggi, bisa menyebabkan pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi. Hal itu membuat gusi terlihat bengkak. 1. Makan buah, sayur, dan protein secara seimbang.

2. Kurangi atau hindari makanan dan minuman manis. 3. Hindari penggunaan obat kumur yang terlalu keras. 4. Jika pasta gigi yang kita gunakan menyebabkan gusi bengkak, segeralah ganti pasta gigi.

5. Sikat gigi secara teratur, jangan lupa untuk membersihkan sela sela gigi menggunakan benang gigi. 6. Periksa kesehatan gigi kita secara rutin, setidaknya enam bulan sekali. 7. Jika pembengkakan pada gusi terjadi cukup lama (sekitar dua minggu), maka segera berkonsultasi dengan dokter.

Nah, Teman teman, itulah beberapa hal penyebab gusi bengkak.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Kesehatan

Simak Gejalanya Di Sini FOTO FOTO Yang Bisa Buat Pengidap OCD Tak Nyaman

Avatar

Published

on

Kumpulan gambar gambar ini pasti akan memicu hasratmu, terutama bagi pengidap OCD, untuk mengatur, meluruskan, atau membersihkan sesuatu. Mengutip alodokter.com, obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Salah satu gejala OCD yaitu Symmetry dan Orderliness. Pada gejala ini, penderitanya akan sering mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar. Contohnya, penderita tidak akan suka jika barang yang telah dirapikannya disentuh dan diubah posisi nya oleh orang lain.

Jika gambar gambar di bawah ini merasa tidak nyaman, kamu tak sendirian. Ada banyak selebriti Hollywood yang menderita OCD, di antaranya Megan Fox, Justin Timberlake, Howie Mandel, dan Leonardo DiCaprio. Mengutip dari ranker.com, inilah foto foto yang tidak berurutan, rapi, atau simetris yang bisa memicu rasa tak nyaman pada penderita OCD.

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan mental yang cukup serius. Penerita OCD ditandai oleh dorongan kuat untuk mengulangi perilaku atau proses tertentu. Ini adalah kondisi yang diklasifikasikan sebagai gangguan kecemasan.

Kecemasan yang dialami akan menciptakan dan mendorong penderita OCD untuk mengulangi perilaku kompulsif. Perilaku kompulsif dapat mencakup beberapa tindakan, seperti mengulangi kata kata, menghitung sesuatu, memeriksa barang berulang ulang, hingga membersihkan sesuatu dengan sangat teliti. Bahkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Namun bagi orang dengan OCD, dorongan obsesif dan pola perilaku ini mulai mengambil alih kehidupan mereka. Obsesi dalam OCD menggambarkan ide ide yang muncul dalam pikiran penderita. Pikiran ini sulit bahkan nyaris mustahil untuk dilepaskan jika belum berhasil.

Pikiran pikiran ini bisa mengenai hal hal yang berbeda, tetapi cenderung berpusat pada kecemasan yang dimiliki seseorang. Termasuk ketakutan sakit atau terluka, takut menyakiti orang lain, atau ketakutan tentang berbagai hasil buruk lainnya. Penyakit ini memaksa penderita OCD melakukan sesuatu yang sangat spesifik.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan mengendalikan perasaannya. Bagi sebagian penderita, misalnya seperti mencuci tangan atau merapikan sesuatu di rumah secara berulang ulang. Namun ada juga yang lebih merupakan proses mental, seperti mengulang kata atau frasa atau menghitung ke angka tertentu.

Orang dengan OCD menggambarkan bahwa mereka tidak merasa mengendalikan ide ide mereka. Yang terjadi adalah sebaliknya, mereka merasa dikendalikan oleh pikiran mereka. OCD juga membuat pikiran obsesif dan perilaku kompulsif mulai mengambil alih rutinitas mereka.

Termasuk terciptanya gangguan dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan sesuatu. Hal ini membuat mereka berada di tempat tepat waktu, dan memenuhi harapan mereka. Hal ini akan sangat ketara ketika penderita sedang stres atau sedang mengalami kecemasan yang meningkat.

Orang orang dengan OCD sering menggambarkan bahwa jenis jenis pikiran yang mereka miliki membuat mereka marah, menakut nakuti mereka. Sebagian juga merasa malu dengan isi pikirannya. Meskipun ini tidak selalu terjadi, itu relatif umum bahwa pikiran obsesif dapat bersifat seksual, kekerasan di alam, atau mengandung konten lain yang terasa tidak bermoral bagi orang yang memiliki pemikiran ini.

Continue Reading

Kesehatan

Bisa Jadi Itu Gejala Asma Si Kecil Kerap Batuk Dan Pilek Waspada

Avatar

Published

on

Penyakit asma bisa terjadi pada anak anak dengan berbagai gejala yang mudah dikenali orangtua sehingga bisa ditangani dengan cepat. Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia, dr. Sandra Diah Ratih menyebutkan gejala pertama yang paling mudah dilihat adalah sesak nafas. "Jadi kalau anak nafas seperti kucing, ngik ngik gitu nafas berar itu lebih jelas terlihat," ungkap dr. Sandra di acara 'Penanganan Intervensi Perbaikan Penanganan Asma di Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Kemudian batuk dan pilek juga bisa menjadi penanda anak menderita asma. Terlebih jika batuk atau pilek kerap berulang dan durasinya panjang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. "Kalau sudah pilek dan batuk berulang harus ke dokter nanti dolkter cari triger apa yang bikin dia terserang asma, bisa dari infeksi flu sebabkan asma atau batuknya," kata dr. Sandra.

Sedangkan penyebab paling besar asma adalah asap rokok, debu, tungau, dan tentunya riwayat keluarga sangat berpengaruh besar timbulnya asma pada anak. "Hal hal itu yang paling banyak menyebabkan asma dan kalau ada riwayat asma tidak dianjurkan punya karpet, wallpaper, yang plain aja pilih gorden yang tipis dari bahan katun yang gak bikin banyak debu ngumpul," pungkas dr. Sandra.

Continue Reading

Kesehatan

Jangan Sepelekan! Termasuk Personel Srimulat Deretan Artis Ini Meninggal Dunia POPULER Sakit Gigi

Avatar

Published

on

Sering disepelekan, sakit gigi rupanya dapat merenggut nyawa seseorang. Mengalami sakit gigi ternyata bisa menjadi penyakit serius bahkan mematikan, untuk itu jangan diabaikan. Beberapa artis pernah mengalami sakit gigi hingga merenggut nyawanya, siapa saja mereka? simak yuk!

Menderita sakit gigi tentu tidak enak rasanya dan mengganggu aktivitas. Bahkan ada yang menyebut, mendingan sakit hati daripada sakit gigi. Namun, sering kali sakit gigi dibiarkan begitu saja tanpa mengetahui pemicunya.

Tidak banyak yang tahu, bahwa sakit gigi bisa menjadi penyakit yang serius. Deretan artis pernah mengalami sakit gigi hingga berujung pada kematian. Berikut artis yang meninggal dunia berawal dari sakit gigi!

Bambang Gentolet merupakan salah satu personel grup lawak Srimulat yang cukup terkenal di Surabaya. Sebelum pergi untuk selama lamanya, almarhum diketahui sempat mengeluh sakit pada bagian giginya. Hari Budiarto, sang ketua RT mengaku terkejut karena sehari sebelum Bambang Gentolet meninggal, dirinya masih sempat berbincang.

Dalam perbincangannya dengan Ketua RT tersebut, almarhum mengatakan hanya sakit gigi, namun terasa sangat sakit. Teguh juga menambahkan bahwa almarhum sebelumnya memang diketahui hanya sakit gigi. Kemudian pada jam 9 malam hari Kamis (27/04/2017), Ia mengeluh dadanya sesak ke putri bungsunya.

Setelah sempat diberi air hangat, ia dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan taksi. Sayangnya, beliau meninggal dunia saat perjalanan. Robby Tumewu yang meninggal pada awal tahun 2019 juga mengeluhkan sakit yang sama sebelum meninggal.

Sebelum meninggal dunia, Robby pernah terserang stroke. Tidak hanya sekali, Robby pernah terserang stroke sebanyak dua kali. Pada 2010, Robby sempat terserang stroke di tengah syuting di sebuah acara stasiun televisi.

Hal tersebut membuatnya dilarikan ke rumah sakit. Tak berselang lama, Robby kembali terlihat dalam salah satu acara di Jakarta. Kala itu ia menggunakan bantuan kursi roda.

Namun saat 2013 kondisinya melemah. <span>Stroke kembali menyerangnya.</span> Di tahun itu, pihak dokter mengatakan kondisi Robby melemah.

Keluarganya juga mengatakan hal serupa. Lantaran stroke keduanya ini, Robby juga pernah menjalani operasi. "Operasi di tenggorokan untuk menghilangkan klem atau lendir, supaya napasnya bisa lebih lancar," sambung Hengky lagi.

"Sekitar satu minggu sebelum masuk RS sempat operasi pendarahan di otak kanan. Operasi itu untuk mengeluarkan cairan berlebihan di bagian otak," papar Hengky lagi. Kebanyakan orang sering menyepelekan gusi bengkak sampai pada akhirnya memicu sakit gigi yang parah.

Selain membuat Anda mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah makanan, sakit gigi pada dasarnya bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika berawal dari sakit gigi, seseorang bisa mendapatkan beragam komplikasi penyakit yang membahayakan tubuh, termasuk risiko terkena stroke. Sebuah studi terbaru dari Swedia melakukan penelitian terhadap lebih dari seribu orang untuk mengetahui keterkaitan penyakit gusi dengan stroke.

Hasilnya, para periset melaporkan bahwa gingivitis jelas terkait dengan stroke. Penyakit gusi serius, seringnya disebut dengan periodontitis yang menyebabkan kerusakan parah pada gusi. Periodontitis parah dapat menyebabkan kerusakan gigi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi ompong.

Gigi ompong merupakan pertanda silent stroke. Silent stroke adalah stroke yang tidak diketahui orang (terselubung) karena tidak menunjukkan tanda tanda yang jelas. Akibatnya, banyak orang mengabaikannya. Namun, seiring berjalannya waktu stroke yang terselubung bisa menimbulkan masalah keterbatasan seperti demensia.

Erosi gigi dapat disebabkan oleh konsumsi soft drink dan minuman bersoda dimana kadar fosfor dan asam sitrat tinggi, jus buah kemasan karena beberapa asam pada minuman dari buah lebih erosif daripada asam baterai, atau mulut kering akibat air liur sedikit/xerostomia. Erosi gigi juga bisa disebabkan makanan (tinggi akan gula dan pati), asam lambung dan gangguan pencernaan, serta obat obatan (aspirin dan antihistamin). Tanda tanda umum erosi gigi adalah mengalami rasa sakit atau ngilu saat makan.

Jadi kunci untuk menjaga gigi tetap sehat adalah menghindari minuman bersoda atau dengan kadar gula tinggi. Soalnya soda dan gula bisa tertinggal dilapisan gigi dan mengikisnya perlahan.

Continue Reading

Trending