Connect with us

Bisnis

3 Fakta NET TV Bantah PHK Karyawan, Bersaing dengan Sinetron hingga Pembayaran Narasumber Terlambat

Avatar

Published

on

Net TV bantah lakukan PHK besar besaran pada karyawannya, ini dia 3 fakta soal NET TV lainnya, termasuk pengguna media digital yang meningkat drastis! Aktor lawasPong Harjatmokebingungan ke mana ia harus menagih honor atas syuting program The East yang tayang diNET TV beberapa bulan lalu. Nominalnya tak besar, cuma Rp 5 juta.

Tapi ia heran kenapa pembayaran itu lama sekali. Apalagi ia juga mendengar banyak artis yang mengalami nasib serupa. Ia mencoba mengontak penanggung jawabnya lewat SMS, namun tidak ditanggapi. Upaya telepon pun juga tak dihiraukan.

"Katanya bagian talent nya sudah keluar. Bagian keuangan juga sudah keluar. Langsung telepon produser beberapa kali, tapi bahkan foto nya di HP dihapus atau hilang," kata Pong kepada Kompas.com , Kamis (8/8/2019). Merasa tertipu, Pong sampai menyewa pengacara untuk melakukan somasi bahkan pelaporan polisi.

Untungnya beberapa hari lalu, honor itu cair sehingga Pong batal memperkarakannya. Terselesaikannya kasus Pong tak serta merta “membersihkan” nama NET TV. Beberapa hari ini, jagat maya diresahkan dengan pemberitaan yang menyebut akan ada pemutusan hubungan massal (PHK) di NET TV.

Belum lagi hilangnya sejumlah program andalan dari layar kaca dan batalnya NET melantai di bursa saham. Apa yang sebenarnya terjadi ditelevisimasa kini itu? Efisiensi karyawan

Chief Operating Officer PT NET Mediatama Indonesia Azuan Syahril membenarkan pihaknya melakukan efisiensi terhadap sumber daya manusia. Tapi bukan lewat PHK massal. Karyawan hanya "didorong" untuk mengundurkan diri, dijamin tanpa paksaan. "Kami malah memberi penawaran kepada karyawan yang berniat mengundurkan diri.

Kami akan beri benefit untuk mereka," kata Azuan kepada Kompas.com , Jumat (9/8/2019). Bulan ini saja, sudah 20 lebih yang mengundurkan diri. Biro NET di Semarang dan Surabaya sudah ditutup. Padahal, kedua biro itu harusnya penting untuk kepentingan berita NET TV. "Yang pasti kami efisiensi untuk langkah terhadap perusahaan intinya. Dan juga untuk berita, kami bisa dapatkan dari sumber sumber, kami punya citizen journalism .

Ya, sama lah kayak teman teman di TV lain," ujar Azuan.??Ketika ditanya apakah efisiensi dilakukan karena keuangan NET memburuk, Azuan enggan menjawabnya. Begitu pula soal kabar NET babak belur bersaing dengan televisi lainnya akibat rating yang jeblok. Namun ia membenarkan efisiensi dilakukan untuk menjaga NET tetap ada di layar kaca.

"Kita kan di era sekarang dengan kompetisi yang berat, tiba tiba mengadakan restrategi terhadap perusahaan. Jadi kita membuat strategi baru," kata Azuan. Jika dibandingkan dengan televisi hiburan lainnya, NET boleh dibilang punya konten yang lebih baik.

"Alternatif tontonan hiburan layar kaca dengan format dan konten program yang berbeda dengan stasiun TV lain," begitu klaim di situsnya. Tapi kenapa dengan konten yang baik itu, NET kesulitan bersaing dengan stasiun stasiun lain? Apa benar orang lebih suka menonton sinetron azab dan talkshow gosip?

Peneliti Remotivi Firman Imaduddin mengatakan selera penonton TV boleh jadi alasan NET TV terseok seok bersaing. Buruknya selera masyarakat tak terlepas dari peran para pesaing NET yang membiasakan masyarakat dengan tayangan bermutu rendah. "Yang jadi masalah ketika tayangan populer tapi sampah. Ya soal tidak sensitif gender, pembodohan umum, itu jadi masalah," kata Firman.

Konten baik ala NET kemungkinan tidak cukup menarik bagi penonton TV. Namun bukan berarti NET harus tunduk mengikuti selera pasar. Tantangannya, menyajikan hiburan bermutu namun tetap disukai masyarakat.

"PR nya adalah bagaimana mendefinisikan tayangan bermutu tapi tetap sustain ke industri televisinya, tetap educating . Dulu mungkin dilakukan oleh Bajaj Bajuri ," ujar Firman. Dugaan lain soal terseok seoknya NET TV, ada pada tren digital yang meroket tajam.

Penelitian lembaga rating AC Nielsen mengungkap pertumbuhan kepemilikan telepon seluler dalam lima tahun terakhir sangat pesat, mencapai 250 persen. Waktu yang dihabiskan konsumen Indonesia untuk media digital pun meningkat dalam tiga tahun terakhir. Dari rata rata 2 jam 26 menit menjadi 3 jam 20 menit per hari.

Sementara waktu yang dihabiskan untuk media TV tidak bertambah, dari 4 jam 54 menit menjadi hanya 4 jam 59 menit pada periode yang sama. "Jelas bahwa digital mulai mengejar TV, dan digital dipandang sebagai pendatang baru yang ‘seksi’ dalam media mix," kata Managing Director Media Nielsen Global, Matt O'Grady. Kendati porsi kue iklan televisi masih lebih besar ke media, tren ini bisa jadi membuat televisi tak lagi diminati oleh pengiklan.

Pasalnya, di Amerika Serikat saja, aplikasi ponsel dan internet di komputer makin merongrong televisi. Ini terjadi di kelompok usa 18 34, usia produktif yang notabene aktif berbelanja. Masih berdasarkan data Nielsen, di Amerika Serikat, individu berusia 18 34 menghabiskan waktu di ponsel mereka dan komputer mereka selama 4 jam 2 menit sehari.

Sedangkan televisi hanya 1 jam 54 menit. TV hanya unggul di sebagian generasi X dan generasi Baby Boomers , atau yang usianya kini sudah 50 tahun ke atas. Di Amerika Serikat, televisi gratis memang masih hidup. Namun kepemilikannya hanya berputar di lima jaringan besar yakni NBC, CBS, ABC, Fox, dan The CW. Jika hari ini Indonesia baru dibuat pusing dengan meredupnya media konvensional, di Amerika Serikat, industri TV kabel atau TV berbayar sudah lama kehilangan pelanggannya dengan hadirnya Netflix dan kawan kawan.

Terlepas dari usia dan tren global, Imaduddin mengingatkan ada juga bias kelas yang berpengaruh padaindustri televisi. Mereka kemungkinan sudah meninggalkan televisi dan beralih ke ponsel untuk hiburan maupun informasi. "Sebenarnya konten mereka baik, tapi dari segi masyarakat dominan mereka enggak menjawab demand. PR nya bagaimana bikin tayangan bermutu tapi appealing ke market yang meninggalkan TV," kata Firman.??

Masalah yang dihadapi NET kini, tak menutup kemungkinan akan dihadapi industri televisi secara keseluruhan. (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar) Sumber :

Bisnis

Dapat Mozzarella Cheeseburger & Minum Burger King Promo King Savers Hanya Rp 27 Ribuan

Avatar

Published

on

Restoran Burger Kingmemberikan promo spesial bagi pelanggan setianya selama masa #dirumahaja. Terlebih yang masih bingung untuk menumakan siang atau makanmalam. Barangkali promo Burger King ini bisa menjadi referensi.

Burger Kingmemberikan beragam promo spesial meski di tengah pandemi virus corona seperti sekarang. Restoran cepat saji dengan menu andalanburgertersebar di berbagai kota di Indonesia. Dilansir akun Instagram @burgerking.id , berikut ini promo Burger King:

King Savers hadir di tengah bulan buat menu makan hemat kalian selama di rumah aja. Burger King memberikan promo harga spesial untuk menu paket King Savers Pesan segera King Savers di outlet Burger King terdekat di kotamu.

Paket King Savers berisi mozzarella cheeseburger dan minum. Syarat dan Ketentuan: Periode promo berlaku hingga 21 Juni 2020.

Tunjukkan gambar ini yang tersedia di Instagram @burgerking.idsaat pemesanandi kasir outlet BK. Tersedia untuk drive thru, take away, delivery via BK App, bkdelivery.co.id, dan call centre 15000 25. Promo berlaku di semua outlet Burger King, kecuali outlet Airport T3 Internasional, area Sumatera (Promo hanya berlaku di BK Medan dan Batam).

Burger King memberikan paket menu pilihan mulai Rp 5.000 untuk melengkapi persediaan cemilan dan makanan di rumah. Ada beberapa menu yang ditawarkan di antaranya. Coke float

Reguler fries Choco top Menu di atas bisa dinikmati dengan harga Rp 5.000 per item.

Tropical fusion Pieces cheesy tots Mango float

Nasi putih ukuran XL Menu di atas bisa dinikmati seharga Rp 7.273 per item. Ada beberapa menu lain yang ditawarkan di antaranya.

King Chicken Burger Pieces ayam Menu di atas bisa dinikmatihanyadengan Rp 10.000 per item.

Beef burger Large fries Promobeef burger dan large fries bisa didapatkandengan harga Rp 15.000 per item.

Syarat danKetentuan: Periode promo berlaku hingga 21 Juni 2020. Tunjukkan gambar ini yang tersedia di Instagram @burgerking.idsaat pemesanan di drive thru atau take away.

Tersedia untuk drive thru, take away, delivery via BK App, bkdelivery.co.id, dan call centre 15000 25. Saat ini Milo tidak tersedia di Kota Palembang, Lampung, dan Pekanbaru Promo berlaku di semua outlet Burger King, kecuali outlet Airport T3 Internasional, area Sumatera (Promo hanya berlaku di BK Medan dan Batam).

Continue Reading

Bisnis

Kebutuhan Baja Ringan Meningkat di Segmen Medical

Avatar

Published

on

Produsen baja ringan PT Alsun Suksesindo mengalami peningkatan pesanan di segmen medical selama masa pandemi Covid 19. Direktur Marketing Alsun Suksesindo, Nicolas Kesuma menjelaskan kebutuhan baja ringan ini karena Alsun berpartisipasi dalam beberapa proyek bangunan isolasi maupun observasi. "Kami dipercaya pemerintah berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Sakit Pulau Galang di Batam, Rumah Sakit UGM di Yogya dan yang sedang on going adalah Rumah Sakit Adam Malik di Medan," papar Nicolas dalam zoom meeting di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Sementara untuk segmen industrial, commercial, residential dan infrastruktur mengalami penurunan. Nicolas mengakui terjadi penurunan permintaan. Kondisi ini membuat pihak owner/developer menunda kegiatan ekspansi proyek pembangunan.

“Jadi pandemi Covid 19 ini tidak semua lini bisnis on hold. Tapi di segmen medical justru tumbuh cukup signifikan,” ucapnya. Nicolas optimistis kebijakan new normal akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Dirinya percaya industri mikro maupun makro tetap jalan dan bangkit dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Sejujurnya saya yakin dan percaya semua pihak termasuk Presiden Joko Widodo menginginkan kita dapat recover dan rebound secepat cepatnya. Namun saya rasa proses ini masih akan berjalan 6 bulan ke depan," papar Nicolas. Ia menyebut Alsun Suksesindo, telah melakukan prosedur new normal sejak awal pandemi ini melanda dunia dengan memberikan perhatian khusus kepada kebersihan, pemberian nutrisi, serta menghimbau untuk terus menerus untuk menjaga kesehatan masing masing. Menurutnya, new normal adalah improvisasi dari old normal dimana prioritas utama adalah perhatian kebersihan dan kesehatan.

"Harapan saya kepada pemerintah daerah dan pusat agar lekas memberikan kepastian terkait pemulihan ekonomi dengan aktifnya kembali seluruh tatanan ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan yang benar," ujarnya. Perlu diketahui, Alsun Suksesindo memiliki beberapa divisi produk seperti atap metal segmen industry, floordeck segmen commercial, baja ringan segmen residential, guard rail segmen infrastruktur,dan sandwich panel segmen medical.

Continue Reading

Bisnis

Simak Rinciannya Harga Emas Antam Rabu 27 Mei 2020 Capai Rp 909.000 per Gram Turun Rp 8.000

Avatar

Published

on

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini turun Rp 8.000 hingga menjadi Rp 909.000 per gramnya. Sementara, untuk harga buyback atau transaksi jual kembali emas batangan juga mengalami perubahan penurunan harga sebesar Rp 8.000. Hingga kini harga buyback emas antam menjadi Rp 808.000 per gram.

Harga emas buyback akan dikenakan Pajak Penghasilan pasal 22 atas transaksi buyback, sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT ANTAM Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3 % untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut ini update harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya, dikutip dari . 1. Emas Batangan 0,5 gram Rp 484.500 2. Emas Batangan 1 gram Rp 909.000

3. Emas Batangan 2 gram Rp 1.758.000 4. Emas Batangan 3 gram Rp 2.612.000 5. Emas Batangan 5 gram Rp 4.325.000

6. Emas Batangan 10 gram Rp 8.585.000 7. Emas Batangan 25 gram Rp 21.337.000 8. Emas Batangan 50 gram Rp 42.595.000

9. Emas Batangan 100 gram Rp 85.112.000 10. Emas Batangan 250 gram Rp 212.515.000 11. Emas Batangan 500 gram Rp 424.820.000

12. Emas Batangan 1000 gram Rp 849.600.000 Disclaimer: Daftar harga emas batangan di atas sesuai dengan yang ada di Butik Emas LM Pulo Gadung. Harga emas batangan tersebut dikenakan PPh 22, Pajak Penghasilan Pasal 22 atas emas batangan.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).

Dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang menyatu dengan kemasan (khusus pecahan 0.5 gram sampai dengan pecahan 100 gram). Sebelum membelinya, pastikan terlebih dahulu bahwa kemasan dalam kondisi baik untuk memastikan keaslian produk. 1. Membuat Akun

Untuk bertransaksi melalui , pelanggan diharuskan membuat akun terlebih dahulu atau mendaftarkan diri dengan klik menu Masuk / Daftar di pojok kanan atas. 2. Pilih Produk Klik menu Emas Batangan dan pilih Beli Emas.

Harga emas mengacu pada lokasi yang dipilih, pastikan Anda memilih lokasi tujuan terdekat dengan klik Ubah Lokasi. Cari produk yang anda butuhkan, masukkan jumlah yang diinginkan dan klik Tambahkan ke Keranjang. Semua produk adalah Ready Stok dan dapat berubah sewaktu waktu.

3. Cek Keranjang Belanja Klik menu Keranjang di pojok kanan atas untuk melihat kembali detail pesanan Anda. Kemudian klik Check Out Now untuk lanjut ke pengiriman atau Kembali Belanja untuk melanjutkan belanja.

4. Pilih Pengiriman dan Metode Pembayaran Untuk pembelian online hanya melayani pengiriman ke alamat pelanggan. Pelanggan dapat menambahkan alamat baru.

Pembayaran menggunakan virtual account (VA) dengan masa berlaku 45 menit setelah konfirmasi pesanan. Dengan VA Pelanggan tidak perlu melakukan konfirmasi pembayaran, namun jika pembayaran melewati batas waktu tersebut dianggap batal. 5. Konfirmasi Pesanan

Periksa kembali pesanan, untuk proses lanjut silakan klik Saya Menyetujui Syarat dan Ketentuan Logam Mulia dan Bayar Sekarang. Pelanggan akan menerima email notifikasi berisi detail pesanan dan petunjuk pembayaran.

Continue Reading

Trending